<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7530133021715287438</id><updated>2012-02-16T16:43:18.084-08:00</updated><category term='Komputer'/><category term='Music'/><category term='e-commerce'/><title type='text'>welcome to kidee blog</title><subtitle type='html'>Bermain sambil belajar</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://greatkidee.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7530133021715287438/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://greatkidee.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>kidee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15846458578035204682</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_EYlqnptbOkI/ST1MfIIV-RI/AAAAAAAAAAg/UORBUQKzF80/S220/Dicky.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>35</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7530133021715287438.post-7807415278987553778</id><published>2008-12-28T08:26:00.000-08:00</published><updated>2008-12-28T08:26:00.771-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='e-commerce'/><title type='text'>Mekanisme pembayaran yang bisa digunakan di Internet terutama untuk kebutuhan transaksi dagang seperti e-commerce</title><content type='html'>Tulisan ini mencoba membahas beberapa mekanisme pembayaran yang bisa digunakan di Internet terutama untuk kebutuhan transaksi dagang seperti e-commerce. Referensi lebih lanjutnya sangat saya sarankan untuk membaca di beberapa tempat seperti:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o Tulisan Roy Davis tentang Money--Past, Present, and Future dari http://www.ex.ac.uk/~RDavies/arian/money.html.&lt;br /&gt;o Tulisan dari Institute of Finance and Banking di University of Göttingen berjudul Money and Payment Systems page di http://www.wiso.gwdg.de/ifbg/geld.html.&lt;br /&gt;o Tulisan tentang payment mechanisms designed for the internet yang di publihasikan oleh Network Payment Mechanisms and Digital Cash page  bisa diperoleh di http://ganges.cs.tcd.ie/mepeirce/Project/oninternet.html.&lt;br /&gt;o http://www.transaction.net/&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Atau alternatif lain yang dapat digunakan adalah menggunakan search engine di Internet seperti yahoo, infoseek dll dengan menggunakan keyword seperti whitepaper, e-money, cash, e-commerce. Sebagian dari artikel ini merupakan terjemahan bebas dari http://www.transaction.net/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk / cara pembayaran yang digunakan di Internet umumnya bertumpu pada sistem keuangan nasional, tapi ada juga beberapa yang mengacu kepada keuangan lokal / masyarakat. Adapun klasifikasi berbagai mekanisme pembayaran tersebut dapat kita bagi dalam lima (5) mekanisme utama, seperti:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o Transaksi model-ATM, yang menyangkut hanya institusi finansial dan pemegang account yang akan melakukan pengambilan atau mendeposit uangnya dari account masing-masing.&lt;br /&gt;o Pembayaran dua pihak tanpa perantara, transaksi dilakukan langsung antara dua pihak tanpa perantara menggunakan uang nasional-nya.&lt;br /&gt;o Pembayaran dengan perantaraan pihak ke tiga, umumnya proses pembayaran yang menyangkut debit, kredit maupun check masuk dalam kategori ini.&lt;br /&gt;o Micropayment, dalam bahasa sederhananya adalah pembayaran untuk uang recehan yang kecil-kecil. Mekanisme Micropayment ini penting dikembangkan karena sangat diperlukan pembayaran receh yang kecil tanpa overhead transaksi yang tingi.&lt;br /&gt;o Anonymous digital cash, uang elektronik yang di enkripsi, di dahului oleh David Chaum dengan Digicash-nya (http://www.digicash.com). Uang elektronik menjamin privacy dari user cash tetap terjamin sama seperti uang kertas maupun coin yang kita kenal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya mari saya akan mencoba membahas secara garis besar beberapa inisiatif yang ada di dunia ini untuk beberapa metoda pembayaran yang disebut di atas. Pada kesempatan ini saya tidak akan membahas detail dari masing-masing inisiatif, saya sarankan untuk memasuki URL masing-masing &amp; membaca inisiatif yang ada. Bagi pembaca yang mendambakan sumber yang sifatnya netral saya sangat sarankan untuk mencari informasi tersebut di W3C (http://www.w3c.org), IETF (http://www.ietf.org).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metoda Pembayaran Dua Pihak Menggunakan ATM / Farecard&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa di antara inisiatif yang ada adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o Netfare http://www.netfare.com/ adalah sebuah farecard untuk digunakan dalam pembayaran dari pembelian informasi secara online.&lt;br /&gt;o Mondex http://www.mondex.com/mondex/cgi-bin/printpage.pl?fname=net.txt&amp;doctype=gate&amp;style=noframescash berusaha untuk downloading debit cash, online micropayment dan banyak lagi dari rumah.&lt;br /&gt;o Transactor MK2 http://gis.co.uk/products/tx2/index.htm menyediakan metoda yang mudah untuk mentransfer “value” atau informasi dari satu smartcards ke smartcard yang lain yang dapat digunakan dalam community currency smartcards atau sistem keuangan lainnya.&lt;br /&gt;o Ziplock http://www.portsoft.com/ memungkinkan vendor yang online untuk memberikan kode kunci untuk diberikan kepada pembeli produk mereka setelah pembayaran di verifikasi.&lt;br /&gt;o I-Escrow http://www.i-escrow.com/ akan membantu mem-verify dan mereserve uang untuk pembayaran online sampai pembeli menerima barang yang dibeli.&lt;br /&gt;o Netcard http://www.cl.cam.ac.uk/users/cm213/Project/ mengumpulkan banyak sekali informasi tentang ATM, jaringan berkecepatan tinggi, smartcard dan keamanan ATM.&lt;br /&gt;o E-cash http://www.ecashtechnolgies.com/ dibeli oleh digicash http://www.digicash.com pada bulan Agustus 1999, saat ini memberikan jasa pembayaran elektronik.&lt;br /&gt;o Atalla http://www.tandem.com/iBase.asp?PAGE=iAtalla yang baru saja di beli oleh Compaq menawarkan beberapa produk perangkat keras termasuk smartcard.&lt;br /&gt;Metoda Pembayaran Dua Pihak tanpa Perantara.&lt;br /&gt;Pada prinsipnya adalah jasa-jasa yang bersifat barter atau exchange / pertukaran. Jasa demikian sangat banyak di Internet kadang-kadang muncul kadang mati tentunya. Beberapa diantara jasa barter ini antara lain adalah: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o International Reciprocal Trade Association http://www.irta.net/ yang berusaha untuk memajukan industri jasa barter di dunia ini dan menaikan nilai tambah dari industrin jasa tersebut.&lt;br /&gt;o Habitat for Humanity http://www.habitat.org adalah organisasi yang membantu keluarga berpenghasilan rendah untuk menukar “keringat” mereka dengan rumah yang terjangkau.&lt;br /&gt;o Global Village Bank http://www.gvb.org/ memfasilitasi pertukaran jasa yang berkaitan dengan komputer / internet.&lt;br /&gt;o Global Resource Bank http://www.globalresourcebank.com/ berusaha menjaga kekayaan alam yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebetulnya masih banyak lagi perusahaan seperti itu, hanya mereka umumnya mencantumkan nomor 800 mereka – hal ini menunjukan bahwa transaksi melalui Internet belum tentu seaman cara transaksi yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metoda Pembayaran Melalui Tiga Pihak sebagai Perantara&lt;br /&gt;Ada beberapa metoda pembayaran yang dapat digunakan, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o Sistem pembayaran kartu kredit on-line.&lt;br /&gt;o Sistem pembayaran check on-line.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum ada beberapa mekanisme pembayaran yang berkembang terutama yang berkaitan dengan uang yang sifatnya lokal. Beberapa di antara-nya adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o LETS http://www.gmlets.u-net.com/ sebuah model dari sistem kredit yang dibangun masyarakat cyber. Selain itu LETS ternyata juga memfasilitasi kegiatan diskusi secara virtual di Internet yang di arsipkan di http://www.mailbase.ac.uk/lists-a-e/econ-lets/ -direktori berbagai aspek yang berkaitan dengan LETS dapat dilihat di http://www.transaction.net/money/lets/.&lt;br /&gt;o Time Dollars – sebuah model mekanisme / aktifitas yang di rancang untuk memonitor –yang diharapkan- untuk meng-encourage pertumbuhan jasa di masyarakat. Sangat di sarankan untuk melihat dari dekat hal-hal ini dalam The Time Dollar Institute http://www.timedollar.org/.&lt;br /&gt;o Security First Network Bank http://www.sfnb.com/ sebuah bank di Internet.&lt;br /&gt;o Jika ada perasaan tidak aman dalam melakukan transaksi online, maka sistem secure800 http://www.secure800.com/ dapat membantu mekanisme pembayaran melalui telepon bagi pembelian yang dilakukan secara online.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya mekanisme pembayaran online yang terkait dengan sistem kartu kredit, adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o 1ClickCharge http://www.1clickcharge.com/ menyediakan “super-thin client” (wallet / dompet) maupun membayar di awal blok dari micropurchases melalui kartu kredit.&lt;br /&gt;o Ada beberapa perusahaan memberikan servis micropayment yang bertumpu pada pihak ke tiga, termasuk di dalamnya:&lt;br /&gt;o Trintech http://www.trintech.com produk berupa NetWallet dan ezCard bertujuan untuk memberikan instrumen yang sederhana dan aman bagi pengguna e-commerce.&lt;br /&gt;o Trivnet http://www.trivnet.com WISP merchant server akan membebankan semua pembayaran micropayment ke account ISP pengguna.&lt;br /&gt;o iPIN http://www.ipin.com akan menagih pembelian content digital kepada account ISP pembeli.&lt;br /&gt;o Qpass http://www.qpass.com/ adalah sebuah sistem e-dompet yang lain yang akan menagih pada kartu kredit pembeli untuk sejumlah pembelian sekaligus supaya lebih murah biaya / overhead-nya.&lt;br /&gt;o Jika anda menjalankan cybercash server http://www.cybercash.com, maka orang akan mendownload dompet cybercash, dan kemudian mereka akan mengirimkan nomor kartu kredit mereka yang di enkripsi melalui Internet. Cybercash juga memberikan servis cybercoin http://www.beta.cybercash.com/ yang akan dibicarakan lebih lanjut dalam bagian micropayment.&lt;br /&gt;o IBM http://www.hrl.il.ibm.com/mpay/ juga memberikan servis berupa dompet &amp; server micropayment.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o Netscape http://www.netscape.com/ memberikan beberapa produk dari secure server http://www.netscape.com/directorysecurity/index.html. Mengingat Netscape adalah browser yang cukup dominan di Internet, maka produk mereka tentunya sudah terintegrasi dengan baik ke browser pada klien komputer yang memungkinkan berbagai solusi yang menarik.&lt;br /&gt;o Cybersource http://www.cybersource.com/ yang dipimpin oleh orang-orang yang menjalankan software.net http://www.software.net/ - juga memberikan jasa untuk pemrosesan kartu kredit real-time http://www.cybersource.com/service/ccard.htm.&lt;br /&gt;o Open market http://www.openmarket.com/ juga memberikan produk secure server dan berbagai perangkat lunak untuk transaksi.&lt;br /&gt;o ICverify http://www.icverify.com/ membuat perangkat lunak untuk memproses transaksi melalui kartu kredit atau ATM / kartu debit.&lt;br /&gt;o Outreach http://www.outreach.com/ memungkinkan merchant untuk memproses transaksi kartu kredit secara realtime &amp; online.&lt;br /&gt;o Ziplock http://www.portsoft.com/ akan memungkinkan vendor online untuk memberikan kunci kepada produk yang mereka kirim kepada pembeli yang hanya dapat dibuka pada saat pembayaran melalui kartu kredit di verifikasi.&lt;br /&gt;o Sistem AuricWeb http://www.auricweb.com/ memungkinkan ISP untuk mencatat semua transaksi online.&lt;br /&gt;o CyBank http://www.cybank.net/ menggunakan kartu prabayar untuk pembelian di Internet.&lt;br /&gt;o SecureProcess http://www.atsbank.com/ dapat melayani Electronic Funds Transfer (EFT) yang real-time, transaksi ACH maupun pembayaran melalui kartu kredit secara online.&lt;br /&gt;o Sales Associate http://salesassociate.com/ dapat membantu menjadi host dan memanage “virtual storefront” untuk anda&lt;br /&gt;o .eVend  http://www.evend.com/ dapat membantu proses authentikasi kartu kredit secara online.&lt;br /&gt;o Paylink http://www.paylinx.com/ mengembangkan dan menjual server pembayaran melalui kartu kredit secara real-time.&lt;br /&gt;o SET http://www.visa.com/cgi-bin/vee/sf/press.html?2+0 adalah spesifikasi transaksi data elektronik yang aman yang dikembangkan oleh Visa dan Mastercard menggunakan metoda enkripsi http://www.rsa.com/set/ yang dikembangkan oleh RSA. http://www.mastercard.com/set/#down berisi dokumen lengkap tentang SET.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya yang masih terkait dengan metoda pembayaran yang melibatkan pihak ke tiga sebagai perantara adalah dengan menggunakan metoda check online. Beberapa di antara mereka adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o CheckFree http://www.checkfree.com/ adalah sebuah sistem pembayaran secara elektronik yang telah dikembangkan sejak 1981, sistem tersebut mempunyai sebuah pembayaran tanpa check (checkless) yang dapat digunakan dari sebuah PC.&lt;br /&gt;o Verifone http://www.verifone.com/ adalah sebuah perusahaan yang membuat sistem pembayaran secara elektronik. Mereka juga mengembangkan sistem internet bagi pembeli, retailer maupun institutsi finansial.&lt;br /&gt;o FSTC Electronic Check Project http://www.fstc.org/ juga berusaha untuk mengembangkan sistem check yang ada seperti yang kita kenal sekarang ini ke dalam bentuk Web.&lt;br /&gt;o Brand’s Cash http://ganges.cs.tcd.ie/mepeirce/Project/Mlists/brands.html berusaha mengembangkan metoda enkripsi pendukung pembayaran check online.&lt;br /&gt;o Electronic Funds Clearinghouse, Inc. http://www.efunds.com/ berusaha untuk mengembangkan teknologi Electronic Funds Transfer (EFT) ke dalam bisnis online.&lt;br /&gt;o NetCheque http://nii-server.isi.edu/info/NetCheque/ menyediakan akunting server untuk memproses check secara online.&lt;br /&gt;o NetChex http://www.netchex.com/ dan Online Check System http://www.onlinecheck.com/ telah mengembangkan sebuah sistem untuk jasa registrasi dan verifikasi check secara online.&lt;br /&gt;o Jika anda ada waktu mungkin ada baiknya mencheck inisiatif-inisiatif seperti Secure Electronic Transaction (SET) http://www.visa.com/cgi-bin/vee/nt/ecomm/security/set.html?2+0 yang dipelopori oleh Visa / Mastercard, iKP: sebuah keluarga protokol dari pembayaran yang aman di Internet http://www.zurich.ibm.com/Technology/Security/extern/ecommerce/iKP.html iKP dikembangkan oleh IBM. Juga ada baiknya melihat-lihat apa yang dikembangkan oleh Sun Internet Commerce Group http://www.incog.com/.&lt;br /&gt;o Redi-Check http://www.redi-check.com/ memungkinan bagi pengguna untuk menggunakan pre-authorized check secara online.&lt;br /&gt;o PaymentNet http://www.paymentnet.com/Home.htm akan membantu anda dalam menghandle transaksi melalui kartu kredit maupun kartu debit secara online.&lt;br /&gt;o TipJar http://www.tipjar.com/ juga merupakan sebuah sistem pembayaran perantara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metoda pembayaran Micropayment&lt;br /&gt;Salah satu tantangan utama dalam mekanisme pembayaran di Internet adalah bagaimana cara kita untuk menangani pembayaran-pembayaran yang kecil-kecil atau istilah sederhananya bagaimana kita menangani recehan atau cepe-an. Karena tidak mungkin kita menggunakan sistem pembayaran melalui kartu kredit biasa karena overhead cost-nya menjadi terlalu tinggi. Oleh karena itu dikembangkan beberapa mekanisme pembayaran online di Internet bagi pembayaran-pembayaran mikro (receh) tadi, antara lain adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o 1ClickCharge http://www.1clickcharge.com/ pengguna dapat men-download “super thin client” (bahasa awamnya dompet atau wallet) dan memblock sebuah alokasi untuk pembelian mikro (recehan) tadi dengan menggunakan kartu kredit. Pada tanggal 1 Desember 1999, 1ClickCharge mengumumkan maksudnya untuk me-release metoda “post-delivery content management” pada kuartal ke dua di tahun 2000.&lt;br /&gt;o Qpass http://www.qpass.com/ adalah sebuah sistem wallet juga yang akan membebankan pembayaran ke kartu kredit pembeli untuk sejumlah total pembelian tertentu. Konsep yang dikembangkan akan membebaskan merchant dari beban setiap kali melakukan transaksi yang biasanya dikenakan dalam sistem online micropayment. Contoh menarik penggunaan Qpass dilakukan oleh New York Times untuk mengumpulkan donasi secara online melalui Internet bagi orang-orang yang tak mampu.&lt;br /&gt;o Trintech http://www.trintech.com/ adalah sebuah perusahaan yang berbasis di Dublin &amp; Silicon Valley, Trintech memberikan jasa NetWallet dan ezCard, yang bertujuan untuk memberikan pengguna sebuah instrument pembayaran e-commerce yang sederhana tapi aman.&lt;br /&gt;o WiSP merchant server dari Trivnet http://www.trivnet.com/ memungkinkan merchant untuk menagih pembelian recehan (micropayment) dari pengguna langsung kepada account ISP-nya. Pengguna tidak lagi perlu men-download wallet dsb.&lt;br /&gt;o iPIN http://www.ipin.com/ akan menagih pembayaran dari pembelian digital content kepada ISP account dari si pembeli. Pada bulan September 1999, iPIN telah mengadakan perjanjian dengan beberapa perusahaan musik digital untuk menangani pembayaran dari pembelian musik mereka secara online.&lt;br /&gt;o Millicent http://www.millicent.digital.com/ adalah sebuah sistem mikropayment yang dikembangkan oleh Digital Equipment Corp, yang sekarang dimiliki oleh Compaq. Sistem ini beroperasi pada bulan Juni 1999 di Jepang dengan dompet yang dapat berisi 1000 yen dan pembayaran sekecil-kecil-nya 5 yen.&lt;br /&gt;o Clickshare http://www.clickshare.com/ adalah sebuah sistem micropayment yang di jalankan oleh penerbit lokal di pantai timur amerika serikat. Dibutuhkan sebuah server seharga US$1,995 untuk menjadi penerima micropayment tersebut.&lt;br /&gt;o Digicash http://www.digicash.com/ salah satu perusahaan yang menjanjikan di bidang e-cash walau akhirnya bangkrut di bulan November 1998. Perusahaan ini dibeli oleh eCash Technologies Inc. http://www.ecashtechnologies.com/ pada bulan agustus 1999.&lt;br /&gt;o Telah dikembangkan juga Micro Payment Transfer Protocol (MPTP) http://www.w3.org/hypertext/WWW/TR/WD-mptp pada tahun 1995 yang di follow-up dengan berbagai paper tentang Common Markup for Web Micropayment Sistems (15 Maret 1999) http://www.w3.org/TR/WD-Micropayment-Markup/.&lt;br /&gt;o Intertrust http://www.intertrust.com/ pada awalnya bekerja pada sistem enkripsi untuk melindungi sistem pembayaran, tampaknya mereka saat ini mulai mengarah pada e-commerce security secara umum, seperti Secure Digital Music Initiatives http://www.intertrust.com/news/sdmi_index.html untuk industri rekaman.&lt;br /&gt;o NetBill http://www.netbill.com/ yang dikembangkan oleh team dari Carnegie Mellon yang pada awalnya akan di gunakan oleh Visa http://ganges.cs.tcd.ie/mepeirce/Project/Press/netvisa.html sekarang ini di adopsi oleh CyberCash dan dalam alpha testing.&lt;br /&gt;o PayWord and MicroMint http://theory.lcs.mit.edu/~rivest/RivestShamir-mpay.ps adalah sebuah paper dalam format postscript yang menjelaskan dua sistem sederhana micropayment yang di rancang oleh Ronald L. Rivest dan Adi Samir.&lt;br /&gt;o IdeaMarket http://www.ideamarket.com/ memberikan kemungkinan bagi pengguna untuk mencari content database dan menagih pembayarannya ke kartu kredit. Tentunya pola ini memberikan inspirasi bagi sebuah “World Wide Marketplace for Intellectual Property”.&lt;br /&gt;o IBM tentunya juga menawarkan micropayment wallet maupun server-nya http://www.hrl.il.ibm.com/mpay/&lt;br /&gt;o Netrights sedang mengembangkan Attribute http://www.attribute.com/ sebuah perangkat lunak yang di rancang untuk mengenali hak atas kekayaan intelektual (HAKI) pada media digital.&lt;br /&gt;o E-gold http://www.e-gold.com/ dengan fee yang relatif terjangkau, menyimpan account e-metal (seperti emas, perak, platina, palladium) yang anda beli. Di samping itu e-gold memungkinkan terjadinya transaksi antara pemegang account.&lt;br /&gt;o AuricWeb http://www.auricweb.com/ memungkinkan ISP untuk mendokumentasikan transaksi online di samping berbagai statistik user.&lt;br /&gt;o CyBank http://www.cybank.net/ mengadaptasi model pembayaran telepon dengan menggunakan kartu prabayar untuk pembelian di Internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metoda Pembayaran Menggunakan Uang Anonymous&lt;br /&gt;Metoda pembayaran yang terakhir ini adalah yang paling sulit untuk di implementasikan di bandingkan empat (4) metoda yang disebutkan terdahulu.&lt;br /&gt;Berbeda dengan metoda-metoda pembayaran yang sebelumnya yang umumnya terkait pada check, kartu kredit maupun pihak ketiga yang dalam proses-nya selalu ada proses pencatatan identitas pemakai. Hal ini umumnya tidak di sukai oleh banyak pemakai karena umumnya mereka ingin supaya identitasnya tidak diketahui dalam proses transaksi dagang yang dilakukan, oleh karena itu berusaha di kembangkan sebuah sistem seperti uang kertas yang kita kenal (atau di Internet dikenal sebagai uang anonymous). Hanya ada 3 inisiatif yang tercatat tapi juga belum berjalan dengan baik, yaitu:&lt;br /&gt;o Digicash http://www.digicash.com/ yang dikembangkan oleh Dr. David Chaum setelah bangkrut tahun 1998 sekarang dibeli oleh eCash http://www.ecashtechnologies.com/. ECash menggunakan uang nasional sebagai unit dalam account. Kita dapat melihat daftar bank yang mengeluarkan e-Cash http://www.ecashtechnologies.com/ecash/issuers/index.html di Australia, Austria, Jerman dan Swis.&lt;br /&gt;o NetCheque http://gost.isi.edu/info/netcheque/ adalah sebuah sistem pembayaran elektronik di rancang untuk Internet dikembangkan oleh Information Sciences Institute University of Southern California http://cwis.usc.edu/. NetCash http://nii-server.isi.edu/gost-group/products/netcash/ adalah kerangka kerja untuk uang elektronik yang sedang dikembangkan untuk bekerja dengan NetCheques.&lt;br /&gt;o PayMe http://www.w3.org/pub/Conferences/WWW4/Papers/228/ adalah kerangka konseptual yang berusaha mengkombinasikan anonymitas dari DigiCash dengan skalibilitas Netcash.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7530133021715287438-7807415278987553778?l=greatkidee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://greatkidee.blogspot.com/feeds/7807415278987553778/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7530133021715287438&amp;postID=7807415278987553778' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7530133021715287438/posts/default/7807415278987553778'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7530133021715287438/posts/default/7807415278987553778'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://greatkidee.blogspot.com/2008/12/mekanisme-pembayaran-yang-bisa.html' title='Mekanisme pembayaran yang bisa digunakan di Internet terutama untuk kebutuhan transaksi dagang seperti e-commerce'/><author><name>kidee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15846458578035204682</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_EYlqnptbOkI/ST1MfIIV-RI/AAAAAAAAAAg/UORBUQKzF80/S220/Dicky.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7530133021715287438.post-640940155319274680</id><published>2008-12-27T14:34:00.000-08:00</published><updated>2008-12-27T14:37:40.182-08:00</updated><title type='text'>Apa saja jenis e-commerce? &amp; mana yang lebih mudah untuk survive?</title><content type='html'>e-commerce jelas ada beberapa jenis ada yang sifatnya badan usaha ke end user (B2C), ada yang antar badan usaha (B2B), ada yang antar orang seperti iklan barus (C2C). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk dunia usaha pilihan utama-nya tinggal 2 yaitu B2C &amp; B2B. Hasil survey Markplus &amp; Swa di awal tahun 2000 tampak jelas bahwa dunia B2C sebetulnya suram bayangkan saja 90,1% responden tidak melakukan transaksi B2C artinya hanya 9,9% responden yang melakukannya. Dari 9.9% yang melakukan transaksi B2C 73,2% melakukan sekali lebih dari satu bulan, 17,0% melakukan sebulan sekali, 3,6% melakukan 2-3 minggu sekali dan 6,3% melakukan sekali seminggu. Belum lagi resiko fraud yang tingkat-nya mencapai 60-70%-an hasil analisa teman-teman di radioclik.com.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelas bahwa untuk survive di B2C ada beberapa trik yang harus dilakukan seperti mencheck ulang dengan cara menelepon si pemegang kartu kredit tentang pembelian yang dia lakukan dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebetulnya jika kita lihat peta e-commerce dunia, B2C juga tidak menarik – B2B jauh lebih menarik dibandingkan B2C. Data Forrester Research Inc. menunjukan transaksi B2B di tahun 1998  US$43 milyard dengan tingkat pertumbuhan 99% yang mencapai US$1.3 trilyun di tahun 2003. Sedangkan B2C bisa dilihat dari pembelanjaan iklan di Internet yang hanya US$ 2.8 Milyard di tahun 1998 dan meningkat ke US$ 22 Milyard di tahun 2004. Statistik Forrester Research Inc. ini menunjukan kesimpulan yang sederhana yaitu bahwa B2B akan jauh lebih menguntungkan dibandingkan B2C.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal B2B memerlukan peralatan yang jauh lebih sederhana daripada B2C, seseorang yang bermodalkan e-mail saja sudah cukup untuk melakukan transaksi B2B – tentunya penguasaan teknik marketing, penguasaan komunitas, knowledge management, knowledge base, aktifitas di mailing list yang sering saya bahas di berbagai kesempatan menjadi penting untuk survival B2B.&lt;br /&gt;"Onno W. Purbo"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7530133021715287438-640940155319274680?l=greatkidee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://greatkidee.blogspot.com/feeds/640940155319274680/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7530133021715287438&amp;postID=640940155319274680' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7530133021715287438/posts/default/640940155319274680'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7530133021715287438/posts/default/640940155319274680'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://greatkidee.blogspot.com/2008/12/apa-saja-jenis-e-commerce-mana-yang.html' title='Apa saja jenis e-commerce? &amp; mana yang lebih mudah untuk survive?'/><author><name>kidee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15846458578035204682</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_EYlqnptbOkI/ST1MfIIV-RI/AAAAAAAAAAg/UORBUQKzF80/S220/Dicky.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7530133021715287438.post-2973740276375737435</id><published>2008-12-27T08:30:00.000-08:00</published><updated>2008-12-27T16:35:09.155-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='e-commerce'/><title type='text'>Perlukah Bank Indonesia dalam Transaksi e-commerce Internet?</title><content type='html'>Barangkali judul yang lebih halusnya harusnya&lt;br /&gt;kematian otoritas bank Indonesia dalam dunia maya.&lt;br /&gt;Doakan saja pengamatan saya salah karena saya bukan&lt;br /&gt;orang moneter ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita melakukan perdagangan yang sebetulnya&lt;br /&gt;dibutuhkan adalah kepercayaan &amp; insentif&lt;br /&gt;yang memungkinkan transaksi yang dilakukan&lt;br /&gt;oleh issuer, consumer dan merchant - umumnya&lt;br /&gt;menggunakan uang (bank note) sebagai perantara&lt;br /&gt;yang dikeluarkan oleh bank sentral sebagai issuer.&lt;br /&gt;Tergantung kepada insentif yang ada bagi issuer, consumer&lt;br /&gt;dan merchant maka bank note tersebut akan digunakan.&lt;br /&gt;Di Indonesia kita mengenal uang kertas dalam bentuk Rupiah&lt;br /&gt;yang sudah sudah pasti dikeluarkan&lt;br /&gt;oleh Bank Indonesia. Apakah hal ini berlaku juga di Internet?&lt;br /&gt;terutama dengan mulai maraknya e-commerce?&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah bayangkan kalau ternyata melakukan transaksi&lt;br /&gt;dagang internasional menggunakan Rupiah ternyata&lt;br /&gt;lebih merugikan / merepotkan misalnya karena satu &amp; lain hal&lt;br /&gt;nilai Rupiah sulit stabil, persentase fee yang diambil bank-bank&lt;br /&gt;pada saat transaksi dagang elektronik lebih dari 10%,&lt;br /&gt;belum lagi masalah SIUP, NPWP di Indonesia yang bikin pusing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa tidak melepaskan diri dari birokrasi Indonesia&lt;br /&gt;dan melakukan transaksi sepenuhnya di menggunakan&lt;br /&gt;negara Internet misalnya? mungkinkah itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat dimungkinkan sekali menggunakan negara Internet.&lt;br /&gt;Ada banyak negara yang memungkinkan kita meregistrasi&lt;br /&gt;dengan mudah perusahaan virtual yang kita bangun di Internet.&lt;br /&gt;Yang diperlukan secara digital kan hanya digital certificate&lt;br /&gt;melalui Certificate Authority - yang bagi perorangan&lt;br /&gt;hanya perlu membayar dalam orde seratusan dollar, sedang&lt;br /&gt;bagi sebuah perusahaan butuh membayar seribuan dollar.&lt;br /&gt;Dengan digital certificate ini seseorang / sebuah perusahaan&lt;br /&gt;sudah bisa dikenal di Internet dengan registrasi perusahaan&lt;br /&gt;di negara-negara yang memudahkan kita untuk registrasi&lt;br /&gt;kalau SIUP &amp; NPWP ternyata mempersulit hidup kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya masalah keuangan, apakah kita perlu berkutat&lt;br /&gt;dengan rupiah yang alot buat di transaksikan di dunia&lt;br /&gt;digital? Ada beberapa tempat&lt;br /&gt;yang mereview payment scheme ini misalnya di http://www.w3c.org.&lt;br /&gt;Pada dasarnya mirip dengan dunia keuangan konsensional&lt;br /&gt;ada bentuk cash, chek dan kartu.&lt;br /&gt;Kalau mau ekstrim bagaimana kalau kita menggunakan bentuk lain&lt;br /&gt;dari uang tersebut (e-money) yang pada dasarnya hanya sebuah "value"&lt;br /&gt;yang di simpan dalam beberapa mekanisme teknologi - apakah itu&lt;br /&gt;berbentuk wallet (purse) atau prepaid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Implementasi e-wallet sedikitnya dua macam, ada wallet&lt;br /&gt;yang ditaruh di komputer card holder ada juga yg ditaruh di bank penerbit kartu (issuer).&lt;br /&gt;Untuk yang pertama card holder bisa menggunakan&lt;br /&gt;e-wallet yg sudah di approved oleh setco (bisa diliat di http://www.setco.org/cgi-bin/vsm.cgi) contoh yg lebih nyata bisa di download gratis dr http://www.mastercard.com/shoponline/wallet. Sementara bentuk yg kedua card holder harus mendownload plugin Active X untuk berhubungan dgn wallet yg ada di bank issuer (namanya jadi server wallet), untuk yg ini diimplementasikan sama globeset.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallet ini seperti real wallet, sering kita lihat&lt;br /&gt;di dompet org yg punya banyak brand kartu.&lt;br /&gt;Begitu juga e-wallet tsb mengakomodasi hal tsb.&lt;br /&gt;Tapi dalam e-wallet yg didownload adalah Digital Certificate yang&lt;br /&gt;bersesuaian dengan tiap kartu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Digital certificate itulah yang menyatakan bahwa pengguna kartu tsb adalah memang org yg sah. Kelebihannya jika di bandingkan transaksi B2C sekarang yang menggunakan SSL adalah keamanan yang lebih baik&lt;br /&gt;dengan penggunaan konsep public key infrastructure.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa jasa di Internet yang menarik untuk&lt;br /&gt;proses penagihan uang dalam proses transaksi e-commerce&lt;br /&gt;seperti www.clickbank.com, www.ccnow.com, &amp; www.authorize.net.&lt;br /&gt;Artinya ini akan menjadi saingan berat bagi sistem&lt;br /&gt;perbankan di Indonesia jika tidak memberikan insentif yang&lt;br /&gt;cukup banyak pengusaha kecil di Indonesia untuk menggunakan&lt;br /&gt;sistem perbankan di Indonesia sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya yang akan sangat menentukan nantinya&lt;br /&gt;dalam transaksi adalah insentif bagi penggunanya&lt;br /&gt;jika ternyata penggunaan transaksi di Internet&lt;br /&gt;hanya akan dikenakan fee yang sangat kecil&lt;br /&gt;misalnya 1-3% saja (hal ini telah mulai terjadi).&lt;br /&gt;Jika kita perhatikan benar-benar maka sebetulnya&lt;br /&gt;kita dapat mensetup perusahaan virtual di Internet&lt;br /&gt;yang dapat bekerja dan hidup dengan ketergantungan&lt;br /&gt;yang sangat minimal dengan sistem yang ada di Indonesia.&lt;br /&gt;Kemungkinan untuk melepaskan diri dari sistem finansial di Indonesia&lt;br /&gt;akan menjadi menarik dan akhirnya spread penggunaan&lt;br /&gt;e-money akan menjadi besar sehingga otoritas bank sentral&lt;br /&gt;yang mengatur kebijakan moneter menjadi dilangkahi&lt;br /&gt;oleh pasar yang sifatnya global dan lebih memudahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya ada konsekuensi-konsekuensi yang&lt;br /&gt;harus ditanggung bagi pemain global ini seperti&lt;br /&gt;masalah legal, proteksi konsumen dll. Tapi sebagian&lt;br /&gt;orang bersedia mengambil resiko tersebut dengan&lt;br /&gt;menikmati kemudahan yang diperoleh mengapa tidak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Onno W. Purbo"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7530133021715287438-2973740276375737435?l=greatkidee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://greatkidee.blogspot.com/feeds/2973740276375737435/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7530133021715287438&amp;postID=2973740276375737435' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7530133021715287438/posts/default/2973740276375737435'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7530133021715287438/posts/default/2973740276375737435'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://greatkidee.blogspot.com/2008/12/perlukah-bank-indonesia-dalam-transaksi.html' title='Perlukah Bank Indonesia dalam Transaksi e-commerce Internet?'/><author><name>kidee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15846458578035204682</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_EYlqnptbOkI/ST1MfIIV-RI/AAAAAAAAAAg/UORBUQKzF80/S220/Dicky.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7530133021715287438.post-6468285040107885405</id><published>2008-12-25T13:02:00.000-08:00</published><updated>2008-12-27T16:25:18.909-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='e-commerce'/><title type='text'>e-recruitment</title><content type='html'>Sebelum membahas lebih mendalam tentang e-recruitment, ada baiknya kita memahami filosofi dasar teknologi informasi itu sendiri. Pada dasarnya ada dua (2) manfaat besar yang akan diperoleh dari teknologi informasi, yaitu, (a) effisiensi dan (b) effektifitas (competitiveness). Di samping itu, teknologi informasi akan menyebabkan barrier ruang, waktu, birokrasi menjadi tumbang – system menjadi lebih datar / flat; salah satu konsekuensi yang akan berdampak pada e-recruitment adalah proses acknowledgement / sertifikasi / peer review / referee.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem apapun yang akan dibangun secara online akan sangat dipengaruhi oleh paradigma berfikir designer-nya. Tentunya paradigma ini kemungkinan akan berkembang / berubah dengan waktu, karena pengalaman di lapangan. Jika kita mengejar effisiensi proses link &amp; match, maka kemungkinan yang akan kita bangun sebuah sistem (biasanya berbasis database) yang memungkinkan kemudahan proses submission resume / cv, proses submission adanya lowongan kerja, serta search bagi pencari kerja &amp; pemberi kerja dengan kriteria tertentu yang digunakan sebagai parameter. Contoh kriteria dalam proses searching misalnya tingkat pendidikan, pengalaman kerja, penguasaan skill / pengalaman yang spesifik, riwayat gaji, referee, aktifitas organisasi profesional &amp; kemampuan bahasa asing. Beberapa situs pencari kerja yang mungkin lebih berbasis untuk mengejar effisiensi seperti http://www.karir.com, http://www.lowongan.net.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya hanya mengandalkan mekanisme database dari situs-situs tersebut pasti akan sulit menjamin kecocokan akan kemampuan si pencari kerja tersebut. Biasanya kita akan menelepon / menanyakan referensi ke tempat / rekan kerja yang lama tentang performance ybs. Mekanisme peer review, community acknowledgement, industrial certificate menjadi penting sekali untuk di masukan dalam mekanisme e-recruitment karena mekanisme ini yang nantinya akan lebih meyakinkan baik ke tenaga ahli (skilled worker) &amp; pemberi kerja. Sebetulnya, proses review juga berlaku bukan hanya untuk pencari kerja, tapi juga pemberi kerja – portfolio perusahaan menjadi penting untuk di lihat oleh pencari kerja. Pada akhirnya proses link &amp; match antara pencari kerja dan pemberi kerja menjadi sebuah proses win-win yang sejajar saling membutuhkan; tidak timpang lebih rendah ke arah skilled worker.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya hanya effisiensi saja tidak cukup dalam proses e-recruitment, seseorang pasti akan ingin maju dalam karir-nya. Alangkah indahnya jika proses e-recruitment pada akhirnya dapat di integrasi secara baik dengan proses pematangan skill seseorang. Hal ini tampak jelas pada komunitas vertikal seperti http://www.verticalnet.com yang membangun banyak komunitas vertikal dari berbagai bidang yang relatif spesifik, beberapa diantaranya dapat dilihat pada daftar berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Bidang Komunikasi:&lt;br /&gt;o Digital Broadcasting.com&lt;br /&gt;o Fiber Optics Online&lt;br /&gt;o Photonics Online&lt;br /&gt;o Premises Networks.com&lt;br /&gt;o RF Globalnet&lt;br /&gt;o Wireless Design Online&lt;br /&gt;o Wireless Networks Online&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Bidang Energi:&lt;br /&gt;o ElectricNet&lt;br /&gt;o Hydrocarbon Online&lt;br /&gt;o Oil and Gas Online&lt;br /&gt;o Power Online&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Lingkungan Hidup:&lt;br /&gt;o Pollution Online&lt;br /&gt;o Public Works.com &lt;br /&gt;o Safety Online&lt;br /&gt;o Solid Waste.com &lt;br /&gt;o Water Online&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Jasa Keuangan:&lt;br /&gt;o Property and Casualty.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Food/Packaging&lt;br /&gt;o Bakery Online&lt;br /&gt;o Beverage Online&lt;br /&gt;o Dairy Network.com&lt;br /&gt;o Food Ingredients Online&lt;br /&gt;o Food Online&lt;br /&gt;o Meat and Poultry Online&lt;br /&gt;o Packaging Network.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Foodservice/Hospitality&lt;br /&gt;o E-Hospitality.com&lt;br /&gt;o Foodservice Central.com&lt;br /&gt;o Grocery Central.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Kesehatan:&lt;br /&gt;o E-Dental.com&lt;br /&gt;o Home Health Provider.com&lt;br /&gt;o Hospital Network.com&lt;br /&gt;o Long Term Care Provider.com&lt;br /&gt;o Nurses.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Teknologi Tinggi:&lt;br /&gt;o ElectronicsWeb&lt;br /&gt;o Embedded Technology.com&lt;br /&gt;o Medical Design Online&lt;br /&gt;o Semiconductor Online&lt;br /&gt;o Test and Measurement.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Industri:&lt;br /&gt;o EC Online&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Industri Manufakturing:&lt;br /&gt;o Aerospace Online&lt;br /&gt;o Auto Central.com&lt;br /&gt;o Machine Tools Online&lt;br /&gt;o Metrology World.com&lt;br /&gt;o Plant Automation.com&lt;br /&gt;o Surface Finishing.com&lt;br /&gt;o Tooling Online&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Proses Manufakturing:&lt;br /&gt;o Adhesives and Sealants.com&lt;br /&gt;o Chemical Online&lt;br /&gt;o Pharmaceutical Online&lt;br /&gt;o Pulp &amp; Paper Online&lt;br /&gt;o TextileWeb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Ilmu Pengetahuan:&lt;br /&gt;o Bioresearch Online&lt;br /&gt;o Drug Discovery Online&lt;br /&gt;o Laboratory Network.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Jasa:&lt;br /&gt;o HR Hub.com&lt;br /&gt;o Logistics Online&lt;br /&gt;o Purchasing Network.com&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dalam komunitas vertikal ini, terjadi interaksi baik secara vertikal antara vendor / industri hilir &amp; hulu maupun horizontal termasuk forum-forum untuk continuing education para skilled worker.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sisi keilmuan menjadi sangat menguntungkan bagi seseorang untuk bergabung dalam komunitas vertikal ini karena semua vendor berlomba-lomba memberikan informasinya kepada anggota komunitas vertikal agar produknya dipakai oleh para skilled worker di tempat kerjanya. Tentunya ilmu yang melimpah ini menjadi sangat baik untuk membuka wawasan para pekerja ini. Di samping itu, keberadaan forum-forum diskusi di komunitas vertikal secara tersamar dapat menjadi medan untuk peer review seseorang yang akhirnya mengarah pada acknowledgement &amp; pengakuan akan ke ahlian seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya konsep yang lebih kompleks lagi untuk mengembangkan wawasan seseorang adalah knowledge management yang akan sangat powerfull jika di integrasikan dengan proses pendidikan jarak jauh &amp; e-recruitment yang pada akhirnya memberikan kesempatan yang sama bagi semua orang untuk memperoleh kesempatan kerja, pengetahuan &amp; informasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Onno W. Purbo"&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7530133021715287438-6468285040107885405?l=greatkidee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://greatkidee.blogspot.com/feeds/6468285040107885405/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7530133021715287438&amp;postID=6468285040107885405' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7530133021715287438/posts/default/6468285040107885405'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7530133021715287438/posts/default/6468285040107885405'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://greatkidee.blogspot.com/2008/12/e-recruitment.html' title='e-recruitment'/><author><name>kidee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15846458578035204682</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_EYlqnptbOkI/ST1MfIIV-RI/AAAAAAAAAAg/UORBUQKzF80/S220/Dicky.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7530133021715287438.post-8973374947612003831</id><published>2008-12-24T08:12:00.000-08:00</published><updated>2008-12-27T16:17:06.166-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='e-commerce'/><title type='text'>Migrasi ke e-commerce</title><content type='html'>Tulisan ini merupakan saduran bebas dari tulisan "migrating to e-commerce" oleh Benoit Marchal. Tulisan ini agak berbau Netscape, karena Benoit menulis di netscape. Tidak persis sama karena sebagian disesuaikan dengan kondisi di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah contoh klasik yang sering digunakan dalam e-commerce adalah amazon.com (http://www.amazon.com) sebuah toko buku maya di Internet yang demikian "sukses-nya" dalam menjual bukunya sehingga toko buku tradisional yang besar seperti Barnes and Noble merasa terancam. "sukses" memang diberikan tanda kutip disini karena kesuksesan utama dari toko buku amazon.com adalah harga penjualan saham yang demikian tinggi pada saat IPO (jual saham) maupun pergerakan sahamnya yang terus menanjak. Kalau diteliti lebih lanjut menurut laporan-laporan yang ada sampai saat ini amazon.com belum memperoleh keuntungan secara riil. Di satu sisi ide dan usaha internet ternyata berharga mahal, disisi lain harus berhati-hati karena harus dapat memilah mana yang riil mana yang maya :-) ...&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat ini mulai banyak enterpreneur online (cyberpreneur), termasuk pengusaha yang mapan berusaha terjun ke e-commerce, diantara e-toko yang bermunculan anda akan melihat pengusaha muda (startup companies) maupun pengusaha mapan. Mereka secara bersama-same berusaha membuka pasar baru di dunia cyber, umumnya pendekatan diantara keduanya akan berbeda di beberapa aspek yang sifatnya praktis. Pengusaha muda (startup) umumnya sangat antusias dengan fleksibilitas yang tinggi. Fleksibilitas tersebut juga tampak pada teknologi yang digunakan, startup companies dapat mengatur infrastruktur teknologi yang digunakan disesuaikan dengan e-toko mereka. Tidak demikian dengan pengusaha lama, mereka harus lebih berhati-hati terutama untuk menjaga nama baik mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini sebetulnya lebih di arahkan kepada pengusaha yang sudah mapan / lama yang ingin melakukan migrasi menuju e-commerce. Tulisan ini terutama di tujukan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang sering muncul pada para pengusaha mapan yang ingin masuk ke e-commerce.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita akan memulainya dengan overview dari e-commerce dan ilustrasi apa beda e-toko dengan situs web yang sering digunakan orang. Tentunya kita juga perlu melihat beberapa isu kritis di organisasi yang harus di ubah / di sesuaikan sebelum kita bisa masuk ke hal-hal yang sifatnya lebih teknis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepintas tentang e-commerce &lt;br /&gt;e-toko, e-mall, e-pasar pada dasarnya berbeda dengan situs web tradisional. Perbedaan mendasarnya memang bukan di sisi teknis, karena keduanya (e-toko dan web) menggunakan teknologi web yang sama, termasuk HTML / DHTML, Java, JavaScript dan CGI. Perbedaannya terutama pada tujuan situs tersebut maupun audience (pengunjungnya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Situs web tradisional terutama dibangun sebagai alat bantu pemasaran, pada dasarnya sebuah alat komunikasi modern. Tujuan / goal sebuah situs web adalah untuk menarik pengunjung, untuk meningkatkan awareness dari jasa &amp; produk, kesuksesan sebuah situs web ditentukan dari tinggi-nya hit rate. Sedang situs e-commerce tidak lagi merupakan alat pemasaran, mereka mengimplementasikan langkah lebih lanjutnya yang mempererat antara penjual dan pembeli. Hal ini akan terjadi pada saat si pembeli bukan hanya sekedar aware akan produk yang dijajakan tapi juga ingin membeli produk tersebut saat itu juga (on the spot). Berarti tujuan sebuah e-toko, e-mall adalah untuk menarik para pembeli, dan kesuksesan diukur dari nilai transaksi jual beli yang terjadi. Tekanan pada keuntungan yang langsung diperoleh yang membedakan antara situs web tradsional dan situs e-commerce.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena tujuan yang sangat berbeda tersebut, situs e-commerce biasanya dibangun oleh team yang jauh lebih besar. Situs web tradisional biasanya di rancang oleh bagian pemasaran atau advertising agency sebagai komplemen (bahkan kadang-kadang merupakan pengganti) kampanye konvensional seperti melalui TV, radio dan media cetak. Pada e-shop, e-mall team perancang mau tidak mau harus melibatkan banyak bagian yang lain seperti bagian penjualan (sales), untuk komplemen atau menggantikan jalur distribusi lain seperti reseller atau direct mail. Tentunya agak sulit memisahkan antara sisi komersial (sales) dengan sisi komunikasi (pemasaran) sering kali kita harus melakukannya secara bersamaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e-commerce meliputi sebuah kategori solusi yang sangat lebar. Akan sangat sulit membandingkan sebuah situs web sederhana dari seorang mahasiswa yang menjual shareware-nya melalui formulir registrasin sederhana, dengan sebuah e-toko yang lengkap seperti iPrint (http://www.iprint.com)? Sulit memang tapi jika kita perhatikan baik-baik akan terlihat beberapa hal yang sama, seperti semua e-toko cenderung menggunakan script di server (CGI, WAIS, servlets, dan masih banyak lagi) di samping itu juga umumnya bergantung pada database untuk menyimpan tidak hanya pesanan dan registrasi pembeli, tapi juga informasi produk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping hal teknis di atas, solusi e-commerce ternyata mempunyai wilayah cakupan geografis yang amat sangat beragam sekali. Umumnya enterpreneur internet masa lalu berargumentasi bahwa dengan e-commerce anda dapat mengglobal. e-commerce akan sangat berbeda bentuknya untuk membuka pasar yang sama sekali baru, ternyata e-toko yang sifatnya lokal seperti groceries, pizza juga dapat berusaha dengan baik di e-commerce.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebetulnya e-toko, e-mall dan e-pasar merupakan aplikasi web yang sangat rumit.Karena bertumpu pada database, e-toko ini sebetulnya bergantung pada teknologi yang telah banyak digunakan di Intranet. Sebagian besar teknologi &amp; berbagai teknik membangun intranet dapat digunakan langsung di e-toko. Kita akan lihat lebih lanjut bahwa, Netscape, Jatis maupun berbagai perusahaan yang menawarkan toolkit untuk merchant yang sangat memudahkan pengembangan e-toko, sebetulnya merupakan adaptasi dari produk yang hampir sama untuk keperluan pengembangan intranet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tantangan Bagi Organisasi &lt;br /&gt;Sebuah situs Web secara tradisional telah banyak menyebabkan hilangnya batas-batas departemen / bagian, seorang ahli dari departemen IT, bagian pemasaran dan disain grafis harus bekerjasama dengan erat untuk membangun situs web. Jika kita perhatikan secara seksama di lapangan, sering dijumpai bahwa mereka harus banyak belajar untuk bekerjasama. Dalam hal ini, e-commerce dapat dibayangkan sebagai sebuah tantangan yang jauh lebih besar lagi karena e-commerce akan melibatkan bagian penjualan, quality assurance, team support teknis / customer care unit ke dalam keseluruhan team. Di samping itu, e-commerce juga akan memberikan tekanan pada departemen IT karena harus mengintegrasikan e-toko yang ada dengan bagian accounting, gudang, maupun sistem pembayaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membangun sebuah situs e-toko merupakan pekerjaan yang sangat menuntut konsentrasi dan melelahkan, idealnya seluruh anggota team e-commerce harus mendedikasikan seluruh perhatiannya terutama di minggu-minggu pertama beroperasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami sudah tidak di Jakarta lagi - Kami di Cyber&lt;br /&gt;Jika team e-commerce sudah terbentuk, sekarang adalah waktunya untuk menggunakan kertas dan whiteboard melakukan orek-orek dan harus di warnai dengan diskusi, debat dan brainstorming.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan nomor satu yang akan ditanyakan kemungkinan besar adalah kepada siapa kita akan mentargetkan e-toko tersebut? e-commerce sering kali di asosiasikan dengan direct sales walaupun tidak harus demikian, tapi direct sales mungkin merupakan pendekatan yang OK juga. Banyak perusahaan secara tradisional menggunakan sistem reseller harus memutuskan apakah akan menggunakan model tersebut atau berpindah ke direct sales.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara harus mencari pola dan target e-toko, ada baiknya mengingat beberapa hal yang sangat penting yang harus diperhatikan dalam proses pengambilan keputusan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o Tidak semua perusahaan mempunyai infrastruktur yang cukup untuk mendukung direct sales. Umumnya direct sales berarti eceran dengan margin yang tinggi, yang berbeda dengan grosiran yang umumnya sedikit jumlah pesanan, tapi banyak barang yang dikirim.&lt;br /&gt;o Direct sales akan menaikan kebutuhan technical support dan customer care unit, maupun hal-hal seperti itu. &lt;br /&gt;o Direct sales mungkin akan membutuhkan perubahan cara bagian public relation / marketing berkomunikasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang harus di ingat dan di hayati benar adalah bisnis harus memimpin teknologi, jangan sebaliknya.Misalnya keputusan untuk melakukan direct sales harus berdasarkan kebutuhan bisnis jangan mentang-mentang secara teknologi sangat sederhana dan memungkinkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu alternatif untuk direct sales adalah mentargetkan reseller melalui e-toko. Banyak perusahaan melihat bahwa akan sangat efektif jika mereka dapat melakukan pengeffisienan hubungan mereka dengan reseller-nya melalui e-commerce. Pilihan yang lain adalah melakukan partnering dengan satu atau lebih reseller dan membiarkan mereka menangani pesanan yang diminta pelanggan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Produsen PC adalah contoh dari industri yang terlihat sekali pergeserannya dari indirect menuju direct sales. Sebetulnya sangat masuk diakal karena produsen PC telah memiliki bagian support dan pemeliharan di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dell &lt;http://www.dell.com/&gt; adalah sebuah situs direct sales yang kita tahu semua, dan Dell electronic shop merupakan pengembangan yang sangat natural dari strategi Dell. Di lain pihak, pada saat Compaq  &lt;http://www.compaq.com/&gt; yang dulunya menggunakan pola reseller dan VAR, pada saat mereka membuka e-toko maka struktur sales mereka harus di ubah secara radikal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Size yang tepat&lt;br /&gt;Sebuah pendekatan yang sangat populer untuk berbagai proyek IT adalah start dengan pilot poyek kemudian dikembangkan secara bertahap. Sebuah pilot proyek akan memberikan kesempatan untuk menguji pasar dan menggali pengalaman dengan teknologinya tanpa berhadapan dengan semua masalah sekaligus. Tentunya team e-commerce harus memutuskan besarnya pilot e-toko yang akan dibangun, jika pilot e-toko terlalu terbatas maka hasil yang akan diperoleh akan sangat berbeda dengan realitas sehingga tidak akan memberikan informasi yang bermanfaat. sebaliknya jika terlalu kompleks maka akan lebih sulit membangunnya menuju solusi akhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya menentukan komposisi yang cocok antara pilot proyek dan seterusnya akan sangat bergantung pada kekuatan masing-masing perusahaan. Pendekatan yang paling populer adalah menampilkan beberapa produk yang terbatas secara online dan secara bertahap membesarkan koleksi online. Pendekatan yang lain adalah menguji sistem dengan pembeli yang terbatas dan terpilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ekspektasi pembeli merupakan fokus utama dalam menentukan keputusan-keputusan ini. Sebuah toko yang mengkhususkan pada jenis produk tertentu mungkin akan membuka e-toko dengan katalog yang berisi sedikit produk, sedangkan pada sebuah perusahaan mail-order yang besar kemungkinan harus membuka pilihan yang lebih banyak. Tentunya pemilihan barang yang akan di dagangkan akan sangat dipengaruhi oleh suasana usaha yang ada, sebuah perusahaan mail-order kemungkinan harus fokus pada produk yang dikenal baik di masyarakat sebagai produk pilotnya. Sialnya, produk yang dikenal baik oleh masyarakat kemungkinan bukan sesuatu yang baik dari sisi teknologi informasi. Contoh-nya di pakaian, software merchant cukup pusing jika harus menangani berbagai perbedaan size dan warna atau kombinasi lain dari pakaian. Beberapa webmaster bahkan berdoa supaya memberikan produk yang lebih sederhana sebagai pilot produk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mensetup sebuah e-Toko &lt;br /&gt;Seperti dijelaskan sebelumnya, sebuah e-toko berbeda dengan situs web biasa karena perbedaan objektif  yang diembannya. Yang satu diarahkan untuk memperoleh pemasukan secara langsung dari penjualan, sedang sebuah situs web tradisional lebih di orientasikan kepada komunikasi. Hal ini selanjutnya akan menyebabkan beberapa perbedaan teknis dalam mensetup sebuah situs. Beberapa hal yang berkaitan dengan e-toko akan dicoba dibahas dibawah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesederhanaan dan Kemudahan &lt;br /&gt;Coba bandingkan sebuah katalog dengan brosur atau bentuk media marketing lainnya yang biasa kitab gunakan di dunia konvensional. Katalog biasanya mempunyai struktur yang berbeda. Katalog biasanya mempunyai index untuk kecepatan akses ke informasi, usaha yang serius biasanya diberikan untuk menjamin agar layout sebuah katalog menjadi jelas dan mudah dibaca. Secara alamiah, katalog lebih repetitif - ada elemen-elemen grafik yang di ulang di setiap halaman untuk memberikan petunjuk kepada pembaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang digunakan dalam katalog di dunia konvensional akan digunakan juga di dunia elektronik. Mereka mempunyai tujuan yang sangat berbeda dengan situs web yang murni untuk public relation, hal tersebut harus nampak pada layout situs. Kita terbiasa menggunakan pola situs multimedia yang banyak meggunakan animasi, suara, dan aplet Java. Karena sebuah e-toko harus melayani pembeli yang akan membeli secara langsung, maka sebuah e-toko harus bersih dan effisien agar dapat dibaca dengan cepat. Segala hal yang akan mengubah / mengganggu perhatian pembeli kepada produk tersebut harus dibuang jauh-jauh. Hal-hal ini bukan untuk merendahkan nilai estetika sebuah katalog, tapi memang untuk menekankan kejelasan dan kemudahan penggunaan. Grafik sebaiknya kecil dan repetitif. Lebih daripada sekedar situs web biasa, adalah sangat penting untuk menggunakan tombol dan label yang jelas dan mudah dimengerti. Tombol dengan teks lebihb disukai. Kita menginginkan agar pembeli memasukan pesanan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemrograman HTML yang pandai harus dilakukan secara efisien. Contohnya dapat kita lihat dibawah, adalah biasa untuk menampilkan hasil searching dalam bentuk tabel. Umumnya browser akan lambat untuk menampilkan tabel; browser harus men-download seluruh content sebelum bisa menampilkan tabel-nya. Oleh karena itu akan lebih effisien untuk menggunakan multiple / beberapa tabel. Pada contoh 1, browser tidak akan menampilkan apapun sampai daftar lengkap dari produk telah diterima oleh browser. Sedang pada contoh 2, pentampilan hasil search produk dalam bentuk tabel akan secepat waktu download. Memang untuk mengambil contoh 2 sebetulnya dibutuhkan waktu lebih lama daripada contoh 1, tetapi pengguna browser akan merasakan contoh 2 lebih cepat dan situs lebih responsive.&lt;br /&gt;Contoh 1. Cara lambat untuk menampilkan produk &lt;br /&gt;&lt;TABLE&gt;&lt;br /&gt;&lt;TR&gt;&lt;br /&gt;&lt;TD&gt;Pen&lt;br /&gt;&lt;TD&gt;High-quality pen at the right price.&lt;br /&gt;&lt;TD&gt;$1&lt;br /&gt;&lt;TR&gt;&lt;br /&gt;&lt;TD&gt;Pencil&lt;br /&gt;&lt;TD&gt;High-quality pencil at the right price.&lt;br /&gt;&lt;TD&gt;$1&lt;br /&gt;&lt;TR&gt;&lt;br /&gt;&lt;TD&gt;Blocknote&lt;br /&gt;&lt;TD&gt;Recycled paper.&lt;br /&gt;&lt;TD&gt;$2&lt;br /&gt;&lt;/TABLE&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh 2. Cara cepat untuk menampilkan produk &lt;br /&gt;&lt;TABLE&gt;&lt;br /&gt;&lt;TR&gt;&lt;br /&gt;&lt;TD WIDTH="100"&gt;Pen&lt;br /&gt;&lt;TD WIDTH="300"&gt;High-quality pen at the right price.&lt;br /&gt;&lt;TD WIDTH="50"&gt;$1&lt;br /&gt;&lt;/TABLE&gt;&lt;br /&gt;&lt;TABLE&gt;&lt;br /&gt;&lt;TR&gt;&lt;br /&gt;&lt;TD WIDTH="100"&gt;Pencil&lt;br /&gt;&lt;TD WIDTH="300"&gt;High-quality pencil at the right&lt;br /&gt;price.&lt;br /&gt;&lt;TD WIDTH="50"&gt;$1&lt;br /&gt;&lt;/TABLE&gt;&lt;br /&gt;&lt;TABLE&gt;&lt;br /&gt;&lt;TR&gt;&lt;br /&gt;&lt;TD WIDTH="100"&gt;Blocknote&lt;br /&gt;&lt;TD WIDTH="300"&gt;Recycled paper.&lt;br /&gt;&lt;TD WIDTH="50"&gt;$2&lt;br /&gt;&lt;/TABLE&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang akan dijual dan bagaimana caranya &lt;br /&gt;Kebanyakan e-toko di Internet menjual barang yang relatif murah, seperti barang konsumen biasa (seperti buku dan CD) atau barang operasional (seperti pena dan bloknote). Pembeli dapat browse atau memilih barang, memasukan barang yang dipilih ke virtual shopping cart. Setelah mereka selesai berbelanja, mereka perlu registrasi, membayar dengan kartu kredit atau bentuk e-uang yang lain, dan barang akan dikirimkan kepada mereka melalui kurir - atau, pada software, e-buku, e-artikel, e-lagu, mereka bisa mendownload produk tersebut secara langsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebetulnya e-commerce tidak terbatas pada barang berharga murah, jasa telah terbukti sangat populer. Banyak bank telah membuka cabang elektronik-nya. Berbagai industri jasa mulai bergerak online. Contoh, 1-800-MYLOGO &lt;http://www.1800mylogo.com/&gt; sebuah jasa disain telah memungkinkan logo di pesan secara online.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barang berharga tinggi seperti mobil dan rumah memang belum dapat dijual secara baik melalui media online. Akan tetapi media online dapat menjadi kanal pre-sales yang sangat baik sehingga merupakan versi enhanced dari situs pemasaran tradisional. Sebuah contoh yang baik dari kanal pre-sale adalah GM buy power &lt;http://www.gmbuypower.com/&gt;. Katalog mobil dan truk yang di produksi General Motors di tambahkan perbandingan dengan kendaraan yang sama dari kompetitor-nya yang semuanya dilakukan secara yang dilakukan secara independent. GM berargumentasi bahwa pembeli mobil berada dalam tekanan cukup berat, oleh karena itu mereka membantu para pembelinya dengan cara memberikan perbandingan dengan kompetitornya secara online. Sistem yang dibangun juga melibatkan sebuah fasilitas bulletin-board untuk mendorong pengunjung untuk berhubungan dengan dealer GM setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e-toko dan e-katalog merupakan solusi yang menarik dari sisi teknis karena beberapa adanya solusi dari berbagai vendor yang menawarkan merchant toolkit yang pada akhirnya sangat menekan usaha dana biaya pengembangan. Tentu saja jika anda seorang programmer sangat memungkinkan untuk memprogram katalog ini berupa kombinasi script di server (CGI, WAI, servlets dan lainnya) tapi feature utama seperti shopping cart, fasilitas search, browsing yang effisien, dan registrasi user (yang mungkin termasuk didalamnya validasi kartu kredit) sudah tersedia sebagai produk off-the-shelf. Karena paket-paket merchant toolkits telat termasuk semua fungsi di atas termasuk fasilitas manajemen pelaporan dan promosi, merchant toolkit akan sangat mempersingkat waktu implementasi. Beberapa toolkit yang populer seperti:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o Jatis (http://www.jatis.com) barangkali merupakan merchant toolkit yang cocok untuk usaha kecil menengah di Indonesia. Bahkan di sertai 25Mbyte Web hosting, 5 e-mail account dll dengan startup cost Rp. 2 juta relatif murah untuk membuat e-toko dibandingkan invest di Ruko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o Viaweb &lt;http://www.viaweb.com/&gt;, sebuah solusi untuk usaha kecil menengah termasuk didalamnya Webhosting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o ICat &lt;http://www.icat.com/ &gt;, sebuah solusi e-katalog kelas menengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o Netscape MerchantXpert &lt;http://home.netscape.com/products/commapps/merchantx.html&gt;, sebuah solusi high-end yang merupakan bagian dari keluarga aplikasi CommerceXpert &lt;http://home.netscape.com/products/commapps/index.html&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda memilih diantara produk-produk tersebut, yang penting untuk dilihat adalah kemampun integrasi produk / software tersebut dengan sistem yang ada. Hal ini akan dibahas dalam bagian selanjutnya.&lt;br /&gt;Pemenuhan Ekspektasi Pelanggan&lt;br /&gt;Perusahaan mapan yang melakukan migrasi ke e-commerce biasanya harus menghadapi masalah tambahan yaitu harus dapat memenuhi ekspektasi customer based mereka yang sudah ada. Sebuah strategi e-commerce yang sukses akan bertumpu pada kekuatan yang sudah ada di perusahaan dan meng-enhance apa yang dapat perusahaan itu berikan. Penanganan yang spesial diberikan untuk menjamin agar pelanggan yang sudah ada dapat dengan mudah mengakses produk-produk yang sudah familiar bagi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang lebih penting lagi, penanganan yang hati-hati harus di perhatikan agar servis level yang sama dapat diberikan secara online seperti hal-nya secara offline. Merchant toolkit biasanya sangat baik untuk manajemen dari promosi sampai penjualan, e-kupon, selebaran promosi dan sebagainya; merchant toolkit biasanya di arahkan untuk usaha yang berusaha untuk membedakan dengan yang lain melalui harga yang lebih aggressive. Di sisi lain, usaha yang lebih berkonsentrasi kepada servis personal tampaknya harus mengkombinasikan solusi merchant yang standar dengan aplikasi yang diarahkan untuk memenuhi kebutuhan personal masing-masing pelanggan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ada dua (2) pendekatan yang sering digunakan untuk memberikan jasa personal yang online. Pertama adalah membuka kepakaran internal perusahaan secara online melalui sistem pakar (expert system). Agak seram memang istilahnya, dalam bentuk yang sederhana sebetulnya sebuah sistem pakar adalah sebuah database informasi yang baik dengan kemampuan search, seperti GM Buy Power. Toko Dell online juga menggunakan pendekatan yang sama, dengan berbagai peringatan kemungkinan ketidak kompetibelan, seperti “This sound card is not supported by Windows NT”. Memasukan informasi ke sebuah sistem pakar memang akan memakan waktu, lebih enak memang meng-online-kan sumber-sumber in-house yang sudah ada daripada harus mengumpulkan informasi baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara yang ke dua adalah menggunakan agen software yang cerdas . Jangan terlalu takut dengan terminologi-nya, beberapa  produk software telah memasukan fasilitas untuk mengamati kebiasaan setiap pembeli secara personal dan memberikan rekomendasi secara personal. Agen software tersebut dapat juga memberitahukan pembeli jika produk yang dia sukai muncul. GrapeVINE http:///www.grapevine.com adalah agen software yang mampu untuk melakukan hal tersebut di atas. Beberapa software termasuk Netscape Compass server telah mengintegrasikan GrapeVINE di dalam-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya apapun pendekatan yang dipakai, semua sistem yang di sebutkan di atas mudah untuk di integrasikan dengan standar merchant toolkit. Yang penting adalah kita harus menyadari bahwa pembeli hanya akan kembali ke sebuah e-toko karena beberapa sebab seperti harga, kualitas jasa, convenience, dan sebagainya. Seninya adalah menemukan apa yang mereka suka dalam usaha / bisnis yang kita jalankan dan membangun itu. Itu lah e-commerce, tidak berbeda jauh dengan atau mungkin sama seperti tradisional commerce sebetulnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Integrasi dengan sistem yang sudah ada&lt;br /&gt;Barangkali aspek yang paling memusingkan adalah proses integrasi e-toko dengan sistem yang sudah ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e-toko tidak berdiri sendiri, dia di dukung oleh beberapa sistem informasi seperti billing, manajemen stok, accounting, dan manajemen panggilan dari pembeli (kalau anda melakukan direct sales menggunakan telepon). Kombinasi dari sistem ini dikenal sebagai back-end. Perusahaan startups lebih fleksible dalam memilih back-end yang digunakan di sesuaikan dengan fokus mereka di online. Sayangnya fleksibilitas ini kemungkinan besar tidak ada di dunia usaha yang sudah mapan, artinya harus mau tidak mau mengintegrasikan e-toko yang akan dibuat dengan back-end yang sudah ada / dimiliki sekarang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengintegrasikan aplikasi yang sudah lama ada dengan sistem web adalah pekerjaan-pekerjaan yang seringkali harus dilakukan oleh intranet developer. Harus diingat tingkat kepentingan integrasi ini cukup tinggi di e-toko karena tidak seperti di intranet, kegagalan di e-toko akan menyangkut image yang buruk ke media massa dan akhirnya hilangnya transaksi dagang.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Setiap organisasi telah mengembangkan sistem accounting dan billing yang unik yang merefleksikan budaya dan pasar dari organisasi tersebut. Back-end telah dikembangkan dalam waktu yang lama. Back-end berkembang dengan perusahaan, biasanya back-end tidak di disain untuk online commerce. Mengadaptasi sistem seperti ini biasanya memerlukan kemampuan untuk memecahkan beberapa masalah di bidang responsiveness, keamanan, konversi format, scalability dan banyak lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di atas semua pekerjaan tersebut biasanya ada saja hal-hal kecil yang menjengkelkan. Contohnya, sebuah perusahaan tidak dapat memberikan nomor referensi kepada pembeli online tanpa harus mengubah secara drastis back-end sistem mereka. Tentunya mereka akan sangat berkeberatan untuk melakukan perubahan tersebut. Solusi yang ditempuh akhirnya memberikan nomor referensi yang sifatnya sementara kepada pembeli online, dan mengkonfirmasikan kemudian melalui e-mail dengan nomor referensi yang sesungguhnya yang sudah di konfirmasikan ke back-end. Untuk menghindari kebingungan akhirnya digunakan kata “confirmation number” untuk membedakan nomor referensi yang sifatnya sementara tadi. Kejadian seperti ini bukannya tidak mungkin akan banyak terjadi dengan anda-anda yang sudah mempunyai sistem back-end yang mapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum ada dua pola utama pada saat kita mengintegrasikan sebuah sistem, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o Membuat sistem back-end dapat diakses secara online melalui e-toko, atau&lt;br /&gt;o Putuskan sama sekali e-toko dari back-end dan duplikasi data dari e-toko ke back-end dan sebaliknya secara batch.&lt;br /&gt;Tentunya, pilihan yang paling tepat akan sangat tergantung pada sistem yang ada. Umumnya perusahaan-perusahaan menginginkan back-end mereka dapat di akses secara online, akan tetapi mereka umumnya lebih suka solusi kedua yang memutuskan back-end dari online e-toko-nya karena lebih murah dan lebih mudah di implementasikan.&lt;br /&gt;Pendekatan Online&lt;br /&gt;Pada pendekatan online, e-toko mempunyai akses langsung ke database di back-end. Hal ini mempunya dua keuntungan utama yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o Sangat mungkin untuk memberikan servis yang lebih baik, seperti informasi stok yang real-time.&lt;br /&gt;o Sangat menekan biaya operasi sistem, karena tidak dibutuhkan intervensi manusia untuk menerima pesanan atau update harga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesulitan utama dalam pendekatan online ini adalah biaya dan keamanan. Keamanan adalah isu yang paling sakral dalam pendekatan online. Sedang dukungan back-end tidak hanya untuk e-toko-nya tapi juga untuk seluruh bagian dari perusahaan; oleh karena itu harus bisa di akses e-toko tersebut secara amat sangat aman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal lain yang akan membuat faktor biaya menjadi naik karena cepatnya obsolote perangkat lunak: back-end perlu secara periodik di upgrade dan di modifikasi. Responsiveness, seperti diterangkan terdahulu, sangat penting dalam e-toko; oleh karena itu back-end harus dapat memompa data secepatnya.Jika e-toko sukses, atau back-end sudah mulai overload karena banyak digunakan maka upgrade dan perubahan di back-end harus di lakukan supaya semua berjalan secara lancar efisien. Aplikasi server, seperti Netscape Application Server &lt;http://home.netscape.com/comprod/server_central/kiva/index.html&gt;, mungkin akan menolong dalam masalah ini dengan cara secara effisien memanaje hubungan ke back-end.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terakhir, pendekatan online memerlukan cukup banyak pekerjaan yang mahal terutama untuk customisasi. Oleh karena itu di sarankan untuk menggunakan menggunakan pendekatan modular seperti merchant toolkit yang seharusnya akan menekan biaya pengembangan – sangat tidak masuk di akal jika di satu sisi kita dapat menekan biaya, di sisi lain harus membiayai customisasi yang mahal. Sialnya, biasanya back-end tidak mempunyai semua informasi yang dibutuhkan oleh e-toko kita. Memang back-end mempunyai informasi tentang harga dan jumlah stok, tapi bagaimana dengan deskripsi produk, tip, dan gambar? Tentunya hal-hal ini akan membutuhkan customisasi yang membutuhkan biaya lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu sangat disarankan untuk memilih merchant toolkit yang fleksible dengan arsitektur yang modular.&lt;br /&gt;Pendekatan batch / offline&lt;br /&gt;Oleh karena hal-hal yang di sebutkan di atas, banyak perusahaan akhirnya memilih untuk memisahkan e-toko mereka dengan back-end. Data, seperti deskripsi produk dan informasi pesanan, di duplikasi di kedua lingkungan tersebut. Setiap sistem mempunya database masing-masing yang di optimasi untuk kebutuhan-nya. Keuntungan utama dari pendekatan off-line ini adalah masing-masing dapat berjalan dan berkembang sesuai dengan kebutuhan. Tidak ada kebutuhan untuk mengadaptasi back-end ke e-toko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kasus-kasus yang simpel bahkan data dapat di duplikasi secara manual. Pendekatan ini adalah yang dilakukan oleh Viaweb, dan memang berjalan dengan baik bagi target perusahaan Viaweb yaitu usaha kecil menengah (UKM). UKM dapat memasukan deskripsi produk menggunakan formulir yang ada di situs Viaweb, dan UKM dapat mengakses laporan online shopping.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses manual cocok untuk jumlah produk yang kecil dan tetap (statik), untuk jumlah produk yang lebih besar dan dinamik (berubah-ubah) dibutuhkan pendekatan yang lebih automatis. Alternatif yang populer adalah membangun proses meng-copy yang sifatnya batch secara periodik, proses ini akan secara automatis melakukan resinkonisasi antara e-toko dengan database di back-end. Tentunya proses sinkronsisasi ini membutuhkan pengembangan yang sifatnya custom. Jika merchant toolkit tidak secara eksplisit mendukung customisasi pada level ini, sangat mudah untuk membangun proses batch di atas PC kita. Kita tahu bahwa e-toko maupun back-end harus berjalan di atas PC, maka sangat mungkin jika masing-masing PC mengeksport kedua database mereka melalui sebuah Application Program Interface (API) terbuka seperti ODBC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pendekatan batch, jika secara benar di automasikan, dikombinasikan dengan keuntungan dari akses online kepada data dan keamanan yang baik maupun independensi diantara sistem. Konsekuensinya, banyak organisasi lebih suka pendekatan ini, bahkan untuk jangka panjang.&lt;br /&gt;Migrasi yang mudah&lt;br /&gt;Bagi perusahaan yang mapan dan ingin melakukan migrasi ke e-commerce akan menghadapi tantangan yang lebih banyak dibandingkan perusahaan startup – tentunya, pengalaman perusahaan mapan yang tahun-tahun itu umumnya dapat mengkompensasi tantangan yang akan di hadapi. Terima kasih karena adanya merchant toolkit yang bisa memudahkan untuk para usahawan untuk membangun e-toko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Onno W. Purbo"&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7530133021715287438-8973374947612003831?l=greatkidee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://greatkidee.blogspot.com/feeds/8973374947612003831/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7530133021715287438&amp;postID=8973374947612003831' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7530133021715287438/posts/default/8973374947612003831'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7530133021715287438/posts/default/8973374947612003831'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://greatkidee.blogspot.com/2008/12/migrasi-ke-e-commerce.html' title='Migrasi ke e-commerce'/><author><name>kidee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15846458578035204682</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_EYlqnptbOkI/ST1MfIIV-RI/AAAAAAAAAAg/UORBUQKzF80/S220/Dicky.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7530133021715287438.post-3114737718300911002</id><published>2008-12-23T19:06:00.000-08:00</published><updated>2008-12-27T16:08:21.062-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='e-commerce'/><title type='text'>Trade-Net: Sebuah Konsekuensi Internet bagi dunia Usaha / Bisnis.</title><content type='html'>Harus kita akui bersama bahwa perkembangan Internet di Indonesia terutama beberapa bulan belakangan demikian pesat dengan adanya usaha dari berbagai pihak untuk berkontribusi dalam bisnia dunia informasi ini. Belum lagi dengan dikeluarkannya ijin bagi paling tidak 16 Internet provider di Indonesia dan beberapa puluh lagi yang sedang menunggu ijin - akan menambah marak dunia bisnis informasi di Indonesia. Tiga aspek utama yang membangun keberadaan Internet, yaitu, Komputer (Computer), Komunikasi (Communication) dan Isi (Content) 3C di dunia informasi tampak secara serentak tumbuh di Indonesia.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt; Di sisi perkembangan bisnis komputer (Computer) tampak menunjuk prospek yang cerah seperti di analisa oleh Majalah SWA (Desember 1996) - komponen perangkat keras akan mendominasi konsentrasi dana dalam bisnis ini hingga mencapai hampir 70% dana yang berputar.&lt;br /&gt; Di sisi fasilitas komunikasi data (Communication), berbagai operator telekomunikasi telah secara serius membangun jaringan data untuk menjadi tulang punggung data nasional. Beberapa usaha yang patut diacungkan jempol antara lain, PT. Aplikanusa Lintas Arta yang berusaha mengembangkan jaringan Frame Relay 2Mbps di 17 kota di Indonesia, PT. Telekomunikasi Indonesia yang berusaha menggelar Servis Pasopati (B-ISDN 2Mbps) rencananya di 4-5 kota di Indonesia, PT. Pos Indonesia yang menggelar 22 node VSAT beberapa diantara dengan kecepatan 64Kbps untuk akses ke Internet, beberapa Internet Provider seperti IndoInternet dan Sistelindo yang mempunyai beberapa cabang di kota besar Indonesia. Belum lagi operator VSAT, seperti PT. Elektrindo Nusantara, PT. Aplikanusa Lintas Arta, PT. Citra Sari Makmur, PT. Primacom yang menggelar jaringan VSAT yang relatif murah. Beberapa diantaranya ada yang mampu dengan mudah &amp; murah ditumpangi traffic Internet, seperti usaha yang dilakukan PT. Elektrindo &amp; Lintas Arta.&lt;br /&gt; Perkembangan yang tidak kalah menarik adalah perkembangan di sisi Isi (Content) informasi yang digelar di saluran-saluran informasi ini. Beberapa puluh perusahaan di Indonesia telah mulai menggelarkan Web / Home Page perusahaan masing-masing di Internet, mulai dari Grup Bakrie, Grup Mulia, Grup Hotel Jayakarta, BII, BPIS, berbagai media massa (KOMPAS, Republika, SWA, dll) sampai TopFM &amp; Timelife Book, dsb. Hal ini menunjukan bahwa dunia bisnis telah secara serius melihat potensi pasar dunia informasi secara serius. Melihat statistik Web yang ada, traffic yang diakibatkan oleh Web / Home Pages ini sebesar 80-100Mbyte per hari dengan 70% traffic ternyata untuk konsumsi dalam negeri. Hal ini akan memperkuat perlunya jaringan tulang punggung data nasional.&lt;br /&gt; Ada beberapa hal yang cukup serius perlu dipikirkan secara bersama oleh para operator maupun pengusaha yang ingin bergerak di dunia usaha informasi ini. Hal yang sering menjadi kendala adalah masalah keamanan mentransmisikan data / informasi bisnis di saluran data umum. Sebagai contoh, nomor kartu kredit akan menjadi minat para pencuri informasi jika ditransmisikan tanpa security measure di saluran komunikasi umum. Belum lagi jika ingin dilakukan transaksi otomatis antara pihak supplier, distributor, pembawa barang dan penerima barang maupun sistem lainnya yang mensupport keberadaan sistem dagang (trade) secara elektronik seperti Bank, Bea Cukai, Pajak, dll.&lt;br /&gt; Menarik untuk mempelajari beberapa sistem Trade-Net berbasis teknologi informasi / Internet yang beroperasi, sebagai contoh di Singapura / Australia / Jepang proses "paperless work" yang dilakukan untuk melakukan import / export barang dapat dilakukan dalam jangka waktu tidak lebih dari lima (5) menit secara elektronik menghubungkan berbagai instansi yang berkaitan dengan usaha eksport / import. Bandingkan dengan Indonesia yang mungkin diperlukan waktu beberapa hari kalau tidak beberapa bulan. Hal ini menjadikan negara-negara tersebut menjadi sangat kompetitif dalam berdagang di era globalisasi mendatang dimana kecepatan arus informasi menjadi aset mutlak.&lt;br /&gt; Dalam pertemuan Asia Pasifik di Bangkok, Desember 1995 dan di Singapura, January 1996 penulis berkesempatan secara langsung berdiskusi dan bertukar pengalaman dengan rekan-rekan Asia Pasifik. Dari pengalaman banyak negara Asia Pasifik, agak berbeda dengan kondisi perkembangan Internet &amp; teknologi informasi di Indonesia, ternyata keberhasilan mereka banyak didorong justru oleh pihak pemerintah. Pemerintah dibantu berbagai pihak (termasuk perguruan tinggi) perlu barangkali untuk mengusahakan sebuah Electronic Data Interchange (EDI) Council - yang mengarahkan standarisasi pertukaran data bisnis secara aman. Contoh yang sangat menarik adalah usaha National Computer Board (NCB) pemerintah Singapura yang akhirnya menelurkan beberapa perusahaan swasta yang  merupakan spin-off.&lt;br /&gt; Berbagai bentuk EDI Council &amp; National Computer Board perlu di arahkan secara benar dengan dimotori oleh pakar-pakar teknologi informasi &amp; sebaiknya bukan oleh tenaga strukturil yang ada di Indonesia. Kepakaran &amp; tenaga fungsional menjadi penting artinya dalam bergerak di dunia informasi yang tidak lagi terikat pada dimensi birokrasi, dimensi ruang maupun dimensi waktu. Identifikasi pakar teknologi informasi di Indonesia sebetulnya dapat dengan mudah dilakukan dengan memonitor aktifitas Internet di  Indonesia.&lt;br /&gt; Keberhasilan sebuah sistem informasi sangat tergantung pada kemampuan kita bekerjasama antar instansi; di samping faktor manusia (SDM) sebagai kunci utamanya. Usaha secara bersama untuk membentuk EDI Council dan National Computer Board akan menjadi strategis untuk membentuk arah pembangunan jaringan informasi secara bersama. Standarisasi yang terbuka pada akhirnya akan memungkinkan Indonesia untuk bahu membahu maju secara bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Onno W. Purbo, Computer Network Research Group, PAU Mikroelektronika, Institut Teknologi Bandung."&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7530133021715287438-3114737718300911002?l=greatkidee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://greatkidee.blogspot.com/feeds/3114737718300911002/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7530133021715287438&amp;postID=3114737718300911002' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7530133021715287438/posts/default/3114737718300911002'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7530133021715287438/posts/default/3114737718300911002'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://greatkidee.blogspot.com/2008/12/trade-net-sebuah-konsekuensi-internet.html' title='Trade-Net: Sebuah Konsekuensi Internet bagi dunia Usaha / Bisnis.'/><author><name>kidee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15846458578035204682</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_EYlqnptbOkI/ST1MfIIV-RI/AAAAAAAAAAg/UORBUQKzF80/S220/Dicky.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7530133021715287438.post-7118136549957677868</id><published>2008-12-23T18:02:00.000-08:00</published><updated>2008-12-27T16:06:21.028-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='e-commerce'/><title type='text'>Think before you link.</title><content type='html'>Tulisan ini merupakan terjemahan bebas dari artikel dengan judul yang sama yang bisa di ambil di www.ecommerce-guide.com.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara murmer untuk mempromosikan situs yang kita miliki biasanya melalui link exchange. Pada dasarnya cara ini adalah sebuah perjanjian barter timbal balik antara 2 situs untuk saling memberikan link satu ke yang lain.. Dengan cara sedikit kreatif, kita dapat membentuk kerjasama barter seperti ini untuk pasar yang sangat spesifik. Misalnya kita merupakan distributor furnitur di Internet, kita bisa saja mengadakan link exchange dengan dengan distributor gorden, real estate, dlll. – jadi membuat semacam market place untuk target audience yang sama.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam memilih perusahaan yang akan diuntungkan dengan pola link exchange ada baiknya anda melakukan sedikit penelitian tentang perusahaan tersebut. Anda tidak akan di untungkan jika mengadakan link exchange dengan perusahaan yang kurang baik yang tidak pernah meng-update situs mereka &amp; membuat situs mereka menarik. Jadi pada dasarnya link exchange adalah sebuah kemitraan yang akan merefleksikan satu perusahaan pada perusahaan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah melakukan penelitian tentang perusahaan tersebut &amp; anda memutuskan untuk mengadakan link exchange, cobalah untuk menghubungi perusahaan tersebut tapi jangan sampai mengirimkan mail yang sifatnya impersonal karena akan di cuekin &amp; di anggap spam. Oleh karenanya kirim e-mail tersebut ke pengambil keputusan dengan permintaan yang spesifik tentang link exchange yang akan menguntungkan bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya buat sebuah daftar yang rapih dari link-link &amp; tambahkan di bawah dari halaman web anda. Anda biasanya menginginkan supaya pengguna Internet yang masuk situs anda membaca dulu content dari Web anda, sebelum mencapai bagian link exchange tsb. Sebaiknya jangan memberikan banyak sekali link ke luar situs anda di berbagai bagian dari halaman situs anda. Anda tentunya tidak menginginkan pengguna meng-clik keluar situs anda tidak lama setelah anda masuk ke situs anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa situs yang dapat membantu kemitraan untuk anda, salah satu diantara-nya adalah link-box.com (http://www.link-box.com/). Pada link-box mereka memperkenankan anda untuk memilih pasar yang spesifik dan juga diperkenankan untuk menyesuaikan link box yang ada untuk situs web anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk keterangan lebih lanjut tentang strategi &amp; teknik untuk berbagi link, ada baiknya beberapa artikel seperti http://www.internetday.com/archives/070500.html &amp;&lt;br /&gt;http://intday.internet.com/archives/060498.html&lt;br /&gt;"onno W.Purbo"&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7530133021715287438-7118136549957677868?l=greatkidee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://greatkidee.blogspot.com/feeds/7118136549957677868/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7530133021715287438&amp;postID=7118136549957677868' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7530133021715287438/posts/default/7118136549957677868'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7530133021715287438/posts/default/7118136549957677868'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://greatkidee.blogspot.com/2008/12/think-before-you-link.html' title='Think before you link.'/><author><name>kidee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15846458578035204682</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_EYlqnptbOkI/ST1MfIIV-RI/AAAAAAAAAAg/UORBUQKzF80/S220/Dicky.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7530133021715287438.post-8168359926895819905</id><published>2008-12-23T10:30:00.000-08:00</published><updated>2008-12-27T16:12:37.700-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='e-commerce'/><title type='text'>Valuasi dot.com - Komunitas vs. Hit Rate</title><content type='html'>Belakangan ini mulai hot-hot-nya perusahaan dot.com, banyak orang berusaha berkiprah, bermunculan, berinovasi dan berusaha untuk meyakinkan investor, pemodal ventura tentang ide dan inovasi yang dilakukan dengan harapan dapat dibeli dengan harga mahal oleh para pemodal tadi. Belum lagi yang menjual ide melalui bursa saham pada saat IPO, yang tampaknya seperti tinggi sekali nilai saham-saham mereka. Semua ini tentunya menambah panas para pengusaha untuk berusaha di Internet melihat demikian tinggi-nya nilai saham yang ada.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini terutama di tujukan untuk memberikan sedikit gambaran bagi anda-anda yang berusaha membangun sebuah usaha di Internet – agar dapat memperoleh value / nilai semaksimal mungkin bagi usaha anda. Tentunya saya harus akui terlebih dulu bahwa tulisan saya sangat subjektif sekali. Jadi mungkin akan dinilai menentang arus oleh beberapa rekan. Pertanyaan yang sering timbul antara lain, sebetulnya bagaimana sih menilai sebuah perusahaan di Internet? Apakah demikian besar harga sebuah perusahaan di Internet? Wajarkah harga yang diberikan? Seberapa wajar harga sebuah perusahaan di Internet?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemampuan menjawab pertanyaan tersebut sangat bergantung pada kemampuan seseorang dalam menguasai teknik-teknik valuasi sebuah perusahaan di Internet; yang merupakan teknik bagaimana cara yang betul untuk menilai sebuah perusahaan di Internet. Tentunya ada banyak teknik, parameter, asumsi dan argumentasi yang bisa diberikan untuk menilai / memberikan value terhadap sebuah perusahaan di Internet. Di sini saya tidak akan menerangkan teknik tersebut, karena saya sendiri sering kali tidak percaya pada teknik yang dikembangkan tersebut. Saya akan mencoba menggali instink para pembaca untuk secara bersama mencoba mengevaluasi perusahaan di Internet&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika perusahaan tersebut belum berbentuk, masih berbentuk ide saja – urusannya bisa berabe karena akan sangat sulit sekali untuk menilai sebuah angan-angan. Sangat sulit menentukan parameter yang paling baik untuk melakukan penilaian tersebut. Mari kita skip kondisi angan-angan ini, kita hanya akan membicarakan perusahaan yang sudah berjalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda sudah biasa bersosialisasi di Internet maka secara naluriah akan merasakan bahwa, internet merupakan media multimedia yang bersifat dua arah. Masyarakat informasi adalah masyarakat yang umumnya cukup berpendidikan dan berpenghasilan. Masyarakat jenis ini akan sangat menyukai servis yang sifatnya personal, customized yang berbeda dari satu user ke user yang lain. Masyarakat ini sangat tidak suka sesuatu yang massal yang seragam yang sama. Kemampuan mengenal karakteristik ini yang nantinya akan menentukan keberhasilan kita dalam menilai sebuah perusahaan internet apakah baik atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknik valuasi yang tradisional biasanya bertumpu  pada besaran-besaran yang sangat fisik sekali, seperti berapa hit rate, dari IP mana saja hit tersebut masuk, dari domain mana saja, berapa besar trafik yang di generate, file apa saja yang di akses dsb. Semua informasi ini memang dapat diperoleh dengan mudah dari log sheet yang ada di server kita. Dengan melakukan evaluasi dari log / catatan tersebut secara grafik kita dapat dengan mudah melihat besaran-besaran tersebut dan memprediksi trend-nya. Berdasarkan trend dan perbandingan dengan perusahaan serupa di Internet, kita dapat melakukan penilaian dari perusahaan tersebut. Teknik ini yang banyak dilakukan oleh teman-teman sekarang ini untuk melakukan penilaian sebuah perusahaan Internet, karena dapat dihitung dan dapat secara matematik di mapping ke nilai / harga perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang teknik yang sifatnya fisik seperti di atas lebih mudah dimengerti dan dilakukan. Hanya saja, hati kecil saya masih ada keraguan akan teknik tersebut. Karena dalam pikiran saya, pada akhirnya yang kita hadapi bukan sekedar komputer, server, hit rate, ip address, domain dsb – tapi manusia, komunitas, masyarakat, society. Seharusnya parameter yang lebih pasti adalah bila kita bisa mengidentifikasi manusia, komunitas, masyarakat yang berpartisipasi / difasilitasi / mengakses perusahaan Internet tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pribadi akan memberikan nilai +++ bagi sebuah perusahaan Internet yang aktif bersosialisasi dan memimpin masyarakat Internet di sekitar-nya di bandingkan daripada sebuah perusahaan Internet yang hanya sekedar mengandalkan Web dan berharap orang akan datang dan membuat hit pada Web mereka. Memang tidak mudah untuk bersosialisasi, berinteraksi dan memimpin masyarakat Internet karena kemampuan leadership sangat dibutuhkan, dibarengi dengan intelektualitas yang tinggi. Di Indonesia sendiri bisa di hitung menggunakan jari berapa orang / perusahaan yang mampu memimpin di dunia maya Indonesia – biasanya diantara kita saling mengenal satu sama lain, dan sering sekali bertemu dalam berbagai kesempatan seminar dan ceramah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin akan sulit sekali jika saya mewajibkan kemampuan untuk memimpin tersebut, komunitas dapat juga dibentuk dari kebutuhan, kebersamaan tanpa terlalu menekankan kemampuan memimpin. Contohnya, di beberapa portal seperti detik.com, astaga.com sudah mulai memberikan e-mail gratis yang harus registrasi lebih dulu dan memberikan informasi individu / latar belakang individu. Jelas sekali disini, komunitas menjadi lebih mudah di nilai dengan adanya informasi / latar belakang individu pengguna. Penilaian menjadi lebih sederhana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tinggal sekarang bagaimana tekniknya supaya individu menjadi tertarik untuk berkumpul di portal-portal tersebut. Sesuatu yang dinamik, kemampuan interaktif yang tinggi di sertai layanan individual, customised merupakan ciri khas utama yang akan menarik individu untuk berkumpul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan tulisan singkat ini dapat memberikan wawasan bagi rekan-rekan yang ingin membangun portal-nya. Semoga sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Onno W. Purbo"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7530133021715287438-8168359926895819905?l=greatkidee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://greatkidee.blogspot.com/feeds/8168359926895819905/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7530133021715287438&amp;postID=8168359926895819905' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7530133021715287438/posts/default/8168359926895819905'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7530133021715287438/posts/default/8168359926895819905'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://greatkidee.blogspot.com/2008/12/valuasi-dotcom-komunitas-vs-hit-rate.html' title='Valuasi dot.com - Komunitas vs. Hit Rate'/><author><name>kidee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15846458578035204682</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_EYlqnptbOkI/ST1MfIIV-RI/AAAAAAAAAAg/UORBUQKzF80/S220/Dicky.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7530133021715287438.post-4881599192569319532</id><published>2008-12-23T09:09:00.000-08:00</published><updated>2008-12-27T16:10:12.515-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='e-commerce'/><title type='text'>Usaha di Dunia Maya bagi Usaha Kecil &amp; Rumah Tangga</title><content type='html'>Data di DEPKOP (http://www.depkop.go.id) menunjukan adanya 38 juta usaha di Indonesia yang 98%-an di dominasi oleh usaha kecil menengah yang mempekerjakan 58 juta pekerja. Dalam dunia Industri ternyata di dominasi oleh industri kecil &amp; rumah tangga sekitar 2,7 juta industri (dengan 6 juta-an pekerja), sedang industri besar &amp; menengah hanya berjumlah 23.000 buah (dengan 4 juta pekerja). Memang industri rumah &amp; kecil ini hanya memutarkan 10% dari total uang yang berputar tapi menghidupi ebagian besar rakyat kecil yang ada di Indonesia seperti ditunjukan oleh laporan KOMPAS-BPS bulan Agustus 2000. Jelas bahwa pemberdayaan usaha &amp; industri kecil dan rumah tangga akan menjadi kunci bagi kelangsungan hidup sebagian besar rakyat Indonesia.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan selanjutnya adalah – mungkinkah teknologi informasi yang tampaknya demikian kompleks dapat digunakan untuk memberdayakan usaha kecil? Perlukah  mempunyai komputer untuk berpartisipasi di usaha melalui Internet? Perlukah penguasaan teknologi informasi yang canggih untuk usaha di Internet? Berapa biaya operasional bulanan yang harus dikeluarkan? Adakah cara yang sederhana untuk menarik pembeli / mitra melalui Internet? Perlukah kita menguasai bahasa Inggris dengan baik? – demikian sekelumit pertanyaan yang akan menghantui orang yang ingin terjun ke usaha di Internet tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepercayaan (trust)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam dunia usaha manapun, setiap orang akan berusaha untuk menjaga kelanggengan hubungan dengan mitra &amp; pelanggan. Hubungan baik ini hanya mungkin terjadi jika ada kepercayaan / trust / niat baik dari semua pihak yang terkait dalam transaksi usaha / dagang yang berlangsung. Dalam bahasa sederhananya, kerjaan biasanya datang dari teman – merupakan sebuah ungkapan sederhana &amp; benar adanya, walaupun jika dilakukan terlalu over dosis akan terasa nuansa KKN di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seni lanjutan yang perlu di kuasai adalah seni untuk meningkatkan / menjaga kepercayaan / trust / niat baik tersebut. Teknik tradisional yang sering digunakan untuk meningkatkan kepercayaan / trust / niat baik biasanya sangat sederhana, yaitu, silaturahmi, berdiskusi, ngobrol, berdialog, berinteraksi, tatap muka dll. Proses ini secara alamiah akan memungkinkan terjadinya pengertian yang mendalam akan berbagai hal antara pihak yang melakukan diskusi / dialog / silaturahmi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang kala proses perkenalan memegang kunci yang sangat strategis,  berbagai hal dilakukan untuk memberikan gambaran tingkat bonafiditas seseorang, mulai dari menggunakan kendaraan bermerek, kantor yang megah, mewah dll. Pada tingkat tradisional, impresi tersebut di bangun menggunakan minimal KTP, ijazah, surat lamaran, resume. Bagi perusahaan besar kadang kala perlu mengeluarkan prospektus, company profile, hasil audit dari akuntan publik dll. Kadang kala sogok meyogok pun dihalalkan pada saat perkenalan agar di loloskan dalam perolehan proyek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara konvensional di atas sebetulnya menjadi jantung dalam dunia usaha manapun termasuk usaha melalui Intrenet. Jadi kepercayaan / trust  kunci usaha di Internet. Pada  teknologi Internet tingkat lanjut, kita mengenal adanya Certificate Authority (CA), Registration Authority (RA), Publik Key Infrastructure (PKI) untuk memperkenalkan, mengauthentikasi, mengidentifikasi seseorang / sebuah perusahaan yang prosesnya didukung berbagai teknologi keamanan jaringan seperti Socket Secure Layer (SSL) dll. Effisiensi transaksi yang kemudian dikenal sebagai e-commerce dilakukan menggunakan Electronic Data Interchange (EDI), eXtensible Markup Languge (XML) dll. Bagi pembaca yang tertarik untuk melihat-lihat teknologi e-commerce yang lebih lengkap dapat melihatnya antara lain di http://ecommerce.internet.com, http://www.bogor.net/idkf/ jangan lupa mencari berbagai whitepaper di Internet. Apakah perlu bagi usaha kecil &amp; rumah tangga yang ingin berusaha di Internet untuk menggunakan semua teknologi yang rumit ini? Jawab singkatnya – tidak perlu! Ada banyak cara yang sederhana yang memungkinkan seseorang / pengusaha kecil untuk berkiprah &amp; memperlebar kemitraannya dengan sarana komunikasi &amp; interaksi Internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Modal dasar usaha kecil untuk masuk ke dunia maya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berapa modal? Berapa investasi? Spesifikasi Komputer yang perlu disiapkan? Jawab singkatnya – cukup dengan bermodal beberapa puluh ribu rupiah saja, usaha di Internet dapat dilakukan. Tentunya akan sangat ideal jika anda memiliki komputer sendiri di rumah, atau meminjam ke tetangga; akan tetapi tanpa itupun anda dapat berkarya di Internet. Beberapa teman saya bahkan hanya menggunakan komputer kelas 486 (kadang kala bekas) untuk melakukan usaha di Internet ini &amp; berhasil dengan lumayan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus terang, modal utama yang akan sangat mendominasi keberhasilan seseorang atau sekelompok orang untuk dapat survive di Internet bukan dari peralatan atau uang yang dimilikinya – akan tetapi niat, kegigihan, konsistensi &amp; kemauan keras untuk membaca dan belajar terus menerus. Tidak berbeda dengan kiat usaha di dunia nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana mungkin dengan modal hanya beberapa ribu rupiah seseorang dapat berkiprah di Internet? WARNET menjadi jawaban dari ini semua. Pada saat ini akses melalui WARNET sudah sedemikian murah hanya dengan Rp. 3000-5000 / jam seseorang dapat mengakses Internet tanpa perlu memiliki komputer &amp; telepon sendiri. Bahkan si penjaga WARNET sering kali dengan senang hati mengajari pelanggannya untuk menggunakan Internet. Bila kita membutuhkan informasi, sering kali bisa juga para penjaga WARNET ini membantu mencari informasi yang dibutuhkan tersebut. Pangkalan tetap para WARNET-ers ini berada di asosiasi-warnet@yahoogroups.com. Jika teknologi WARNET di terapkan di sekolah-sekolah, sebetulnya akses Internet dapat di tekan menjadi sekitar Rp. 5000-8000 / bulan / siswa; sehingga amat sangat murah bagi para siswa untuk mencari ilmu &amp; belajar mandiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biaya Ber-silaturahmi di Internet&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silaturahmi, dialog, diskusi adalah cara tradisional bahkan mungkin cara paling kuno untuk membangun kepercayaan / trust. Berbeda dengan dunia nyata dimana kita berada pada saat ini, proses silaturahmi, diskusi &amp; dialog membutuhkan biaya yang mahal &amp; amat sangat tidak effisien. Tidak percaya? Pernahkan kita mendengar adanya dialog nasional? Rekonsiliasi politik? Kompromi politik? Dengar pendapat? Soan dsb. yang memakan banyak uang untuk transportasi, untuk konsumsi para pengantar, ajudan dsb, belum waktu yang harus kita keluarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang pada hari ini ada jasa Pos yang mungkin hanya beberapa ribu rupiah saja untuk mengirimkan surat &amp; informasi penting dari satu tempat ke tempat lain. Memang pada hari jasa telepon yang pulsa lokal-nya sekitar Rp. 70-80 / menit &amp; akan naik sebanyak 40-50% dalam waktu dekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi apakah keuntungan yang bisa diperoleh dari Internet? Terus terang, biaya Internet saya per bulan adalah Rp. 40-60.000 / bulan dan biaya telepon saya sekitar Rp. 250.000 / bulan. Proses dialog yang dilakukan menghasilkan sekitar 600 surat (e-mail) / hari atau sekitar 18.000 surat / bulan yang dikirim ke ribuan orang ke seluruh dunia. Artinya biaya yang perlu dikeluarkan untuk bersilaturahmi dengan ribuan orang hanya sekitar Rp. 15 / surat. Gilanya, dengan biaya demikian murah surat yang dikirim hanya membutuhkan waktu beberapa menit kadang detik untuk mencapai tujuan sehingga jauh lebih cepat daripada jasa Pos yang membutuhkan waktu beberapa hari kadang beberapa minggu keluar negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lokasi diskusi di Internet bagi dunia usaha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat diskusi di Internet pada hari ini jumlahnya amat sangat banyak sekali (mungkin puluhan ribu buah). Bagi para pemain yang sering ngobrol di Internet akan terasa sekali manfaat dari disksui ini yang selain meningkatkan kepercayaan antar orang &amp; juga pada akhirnya menimbulkan berbagai transaksi yang menguntungkan bagi semua pihak yang berinteraksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yahoogroups.com (http://www.yahoogroups.com) merupakan salah satu tempat terbesar di Internet tempat pangkalan diskusi berbagai topik mulai dari politik, pendidikan jarak jauh, asosiasi warnet, bisnis, finansial, ketuhanan, rekreasi, sport, seni, kerajinan amat sangat banyak sekali &amp; setiap orang yang memiliki e-mail di yahoo.com (http://mail.yahoo.com) dapat membuat sendiri tempat diskusi-nya yang dapat terbuka ke semua orang di seluruh dunia untuk berpartisipasi. Perlu dicatat bahwa semua ini dilakukan secara gratis tidak perlu membayar apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknik yang perlu dikuasai untuk berpartisipasi dalam berdiskusi ini hanya kemampuan membaca &amp; menulis e-mail saja. Yang terus terang, amat sangat sederhana &amp; bahkan dapat dilakukan orang para senior kita yang usia-nya diatas 65 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk berpartisipasi / join sebuah mailing list cukup mengirimkan mail kosong ke nama-mailinglist-subscribe@yahoogroups.com jika kita sudah tahu nama-mailinglist-nya. Jika kita belum tahu nama mailing list yang kita minati, maka kita dapat dengan mudah mencarinya di http://www.yahoogroups.com. Beberapa contoh nama mailing list akan ditampilkan dibawah ini. Jika ternyata tidak ada, maka kita dapat membuat sendiri sebuah mailing list yang kita inginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah mailing list yang cocok untuk usaha kecil &amp; rumah tangga di Indonesia? Jawab singkatnya – amat sangat banyak. Contoh sederhana, kita semua tahu bahwa banyak sekali ibu-ibu di Tasikmalaya, di Padang yang berkarya di rumahnya melakukan usaha bordir yang hasilnya sebagian di jual secara lokal, sebagian lagi di jual ke manca negara melalui pusat pariwisata di Bali misalnya. Tentunya akan sangat menguntungkan sekali jika wawasan &amp; kemitraan para ibu ini dapat diberdayakan agar usaha rumah tangganya menjadi maju. Di yahoogroups.com ternyata tempat belajar, berteman, bermitra tentang bordir, menjahit dll amat sangat banyak dan banyak diminati orang baik beberapa tempat diskusi bahkan mempunyai anggota ribuan jumlahnya. Beberapa nama tempat diskusi mailing list tersebut antara lain TheBBD@yahoogroups.com, Elsasdesigns@yahoogroups.com, CravysEmbroideryShop@yahoogroups.com.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain teknik bordir, masih banyak yang lain yang berkaitan dengan ibu-ibu misalnya menjahit di sewing_about, sew-whats-new, Wadeslist, Lookin4designs, digitizewithus, newdesigns dsb. Bagi penggemar membuat Quilt juga ada tempat diskusi seperti quilting_about, scquilters, QuiltersMarket dsb. KitchenCraftnMore, freekidscraft, craftzone, makingfriends yang akan sengat menarik bagi para ibu muda dan putra-putri-nya dan tentunya masih banyak lagi semuanya di yahoogroups.com.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya bagi para pengrajin di Bali, Jogya, Jepara dsb juga terdapat banyak tempat diskusi yang mungkin akan membawa inspirasi dalam bekerjanya, misalnya, blacksmiths, Artist_blacksmith bagi pengrajin metal; furniture, woodworking, woodplace bagi penggemar &amp; pengrajin kayu / furnitur; jewelrymaking_about, jewelryarts, Wire_Wrap_Jewelry, jewelrytrends bagi para penggemar, pengrajin perhiasan – semua-nya dapat di ikuti melalui e-mail di yahoogroups.com. Tentunya mengerti sedikit membaca bahasa Inggris akan sangat membantu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pola usaha melalui silaturahmi di Internet&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk dapat berusaha di Internet melalui berbagai mailing list di atas yang perlu dilakukan sebetulnya tidak banyak. Setelah subscribe (berlangganan) ke mailing list yang kita tuju, maka mailbox akan terisi mail diskusi dari mailinglist yang di langgan. Dengan membaca &amp; mempelajari berbagai diskusi yang masuk maka secara naluriah kita akan mengenal medan yang ada di hadapan kita, siapa saja player utama dalam forum tersebut, bagaimana mekanisme usaha yang dilakukan dll. Proses pengenalan medan biasanya membutuhkan waktu agak lama, mungkin sekitar 6-12 bulan, jika kita termasuk peserta pasif. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita masih kurang PD (Percaya Diri), ada baiknya diskusi dilakukan secara perlahan dengan cara mengirimkan pertanyaan / komentar secara pribadi ke peserta diskusi yang lain. Dengan semakin meningkatnya PD anda dalam lingkungan yang baru ini, maka anda bisa saja mengirimkan mail langsung ke tempat diskusi / mailing list. Semakin banyak anda meresponds kepada rekan-rekan yang lain akan semakin baik untuk memperlihatkan eksistensi kita di forum diskusi dunia maya ini. Tentunya jangan sekali-sekali berbicara / meresponds sembarangan karena akan mengurangi kredibilitas kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kepercayaan / trust telah terbentuk dan semua orang tahu kelebihan yang anda miliki, biasanya berbagai permohonan usaha &amp; jasa akan Insya Allah datang secara perlahan kepada anda. Yang menarik, proses ini membutuhkan biaya yang sangat murah hanya beberapa puluh ribu rupiah per bulan jika dilakukan melalui WARNET; atau sekitar Rp. 40-60.000 / bulan jika dilakukan dari rumah dengan komputer sendiri. Strategi naif ini akan sangat cocok bagi usaha kecil &amp; rumah tangga yang bermodal pas-pasan. Tentunya kemampuan membaca bahasa Inggris akan banyak membantu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Onno W. Purbo"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7530133021715287438-4881599192569319532?l=greatkidee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://greatkidee.blogspot.com/feeds/4881599192569319532/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7530133021715287438&amp;postID=4881599192569319532' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7530133021715287438/posts/default/4881599192569319532'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7530133021715287438/posts/default/4881599192569319532'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://greatkidee.blogspot.com/2008/12/usaha-di-dunia-maya-bagi-usaha-kecil.html' title='Usaha di Dunia Maya bagi Usaha Kecil &amp; Rumah Tangga'/><author><name>kidee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15846458578035204682</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_EYlqnptbOkI/ST1MfIIV-RI/AAAAAAAAAAg/UORBUQKzF80/S220/Dicky.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7530133021715287438.post-5852560951080030685</id><published>2008-12-22T12:01:00.000-08:00</published><updated>2008-12-27T16:04:19.474-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='e-commerce'/><title type='text'>Potensi Pasar Internet Indonesia tahun 2009</title><content type='html'>Dalam banyak kesempatan, pertanyaan standar yang hampir selalu keluar adalah tentang potensi pasar Internet di Indonesia. Bagaimana struktur pasar-nya? Bagaimana income pengguna Internet di Indonesia? bagaimana cara terbaik untuk menarik mereka? Dsb dsb. Pertanyaan ini memang sangat standar sekali bagi rekan-rekan yang ingin melakukan usaha di Internet apakah itu e-commerce, membuat portal, bahkan membuat ISP.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang tidak ada data statistik yang resmi tentang potensi pasar tersebut. Data yang biasanya di suguhkan oleh APJII dan rekan-rekan biasanya. Subscriber Internet di Indonesia adalah sekitar 270-300.000 subscriber, dengan asumsi satu account digunakan oleh 3 orang maka akan diperoleh angka sekitar 1 juta pengguna. Sebagian besar berlokasi di Jakarta, sangat dimengerti sehingga hampir semua ISP praktis akan mempunyai basis di Jakarta sebelum mengembangkan cabangnya di kota-kota lain. Hanya sedikit ISP yang berbasis di luar Jakarta, seperti mitranet, melsa, elga dll. Karena biaya telekomunikasi yang tinggi dapat di mengerti juga bahwa para pengguna jenis ini umumnya adalah dari kalangan menengah ke atas yang mempuyai komputer &amp; telepon di rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus terang saya pribadi melihat informasi yang di suguhkan oleh kebanyakan rekan-rekan amat sangat terlalu pesimis. Mengapa demikian? Seperti kita tahu teknologi warung internet yang sangat memungkinkan untuk mengkaitkan beberapa komputer ke Internet menggunakan satu saluran telepon yang sama, bahkan dengan teknologi warnet dengan satu account di ISP dalam memberikan e-mail pada sejumlah pengguna yang praktis tidak terbatas menggunakan server seperti Linux, MDAEMON dll. Kurang ajarnya, sebagian besar WARNET, sekolah, perguruan tinggi, kantor-kantor khususnya yang kecil akan berlangganan account personal (perorangan) ke ISP untuk mengkaitkan seluruh jaringan yang ada. Memang cara berlangganan secara personal kemudian di share ke banyak orang adalah cara yang paling sederhana &amp; murah untuk dapat mengakses Internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan pada saat ini saja (bulan April 2000), kondisi WARNET adalah sekitar 70 di Bandung, 40 di Bogor, 70-80 di Jogya, &gt;100 di Jakarta. Dengan rata-rata 200-300 pelanggan setiap WARNET maka kita akan melihat pengguna WARNET sekitar 300-400.000 di seluruh Indonesia yang umumnya anak muda. Belum lagi seperti kita tahu bahwa ada 275 SMK (STM) di seluruh Indonesia yang telah terkait ke Internet hingga akhir tahun ini akan ada sekitar 750 SMK yang terkait yang semuanya di koordinasi oleh DIKMENJUR di dikmenjur@egroups.com. Dengan jumlah rata-rata 700 siswa / SMK, maka kita melihat sekitar 2 juta siswa SMK di Internet yang pada akhir tahun 2000 ini akan meningkat menjadi 3-4 juta siswa SMK di Internet Indonesia. Jika kita cukup jeli lagi, ada sekitar 150-200-an PTS/PTN seluruh Indonesia yang terkait ke Internet dengan rata-rata aktif user antara 1500-5000 pengguna, bisa kita bayangkan berapa ratus ribu orang dari pengguna perguruan tinggi saja. Belum termasuk pengguna TelkomNet Instant.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari perhitungan sederhana di atas terlihat bahwa sebetulnya pengguna Internet di Indonesia sebetulnya sangat banyak bisa antara 3-4 juta orang. Tapi memang sebagian besar adalah anak-anak ABG yang masih sangat muda, dan berjiwa muda. Tentunya cara penetrasi ke masyarakat ABG ini akan sangat lain terutama karena kantong mereka juga cekak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Onno W. Purbo"&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7530133021715287438-5852560951080030685?l=greatkidee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://greatkidee.blogspot.com/feeds/5852560951080030685/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7530133021715287438&amp;postID=5852560951080030685' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7530133021715287438/posts/default/5852560951080030685'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7530133021715287438/posts/default/5852560951080030685'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://greatkidee.blogspot.com/2008/12/potensi-pasar-internet-indonesia-tahun.html' title='Potensi Pasar Internet Indonesia tahun 2009'/><author><name>kidee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15846458578035204682</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_EYlqnptbOkI/ST1MfIIV-RI/AAAAAAAAAAg/UORBUQKzF80/S220/Dicky.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7530133021715287438.post-5989183266853729449</id><published>2008-12-22T09:39:00.000-08:00</published><updated>2008-12-27T15:58:23.034-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='e-commerce'/><title type='text'>Strategi Penetrasi e-commerce &amp; Dotcommers di Indonesia</title><content type='html'>Indonesia hari ini di servis oleh 40-an Internet Servis Provider (ISP) dari 130-an ISP lisensi yang ada. ISP Indonesia melayani sekitar 1,5 juta pengguna aktif. Mereka sebagian besar anak muda 20-30 tahun &amp; berpendidikan SMU ke atas. Apakah kondisi pasar ini menjadi potensial untuk melakukan e-commerce? Paling tidak survey yang dilakukan MarkPlus &amp; Swa di awal tahun 2000 menunjukan kurang dari 10% dari 1000+ responden yang melakukan pembelian melalui kartu kredit. &lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Dengan teknologi warung internet jika diimplementasikan ke pusat massa seperti sekolah, perkantoran, wartel, perguruan tinggi, pesantren, madrasah sebetulnya kita  dapat dengan mudah melihat 20-an juta pengguna Internet dalam waktu 2-3 tahun mendatang. Bahkan secara teknologi sebetulnya kita bisa menekan biaya akses Internet menjadi sekitar Rp. 10-30.000 / bulan / orang termasuk untuk keperluan SLJJ &amp; SLI menggunakan internet telepon. Untuk sebagian lembaga pendidikan tinggi kita dapat menekan biaya sampai sekitar Rp. 5000 / bulan / mahasiswa. Cerita akan menjadi lebih seru jika kita bisa mencapai target untuk memberikan akses internet kepada setiap orang di Asia Pasifik sebelum tahun 2005 seperti dicanangkan oleh Asia Pacific Summit Information Society di Tokyo bulan Oktober 2000 yang lalu dengan mengeluarkan Tokyo Declaration &amp; Action Plan. Bayangkan kita akan melihat paling tidak 150-an juta orang Indonesia di Internet tentunya akan menarik cerita ini. Dengan kondisi yang serba terbatas tentunya kita harus jeli dalam melakukan manouver agar survive dalam usaha yang dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai media massa maupun rangkaian seminar yang demikian gencar tentang e-commerce memang cukup mengangkat konsep e-commerce ke permukaan. Bahkan sering kali e-commerce hampir didaulatkan menjadi salah satu cara yang paling ampuh untuk berusaha di Internet. Lebih sial lagi, konsep e-commerce sering di campur adukan dengan media online kerane keberhasilan detik.com, astaga!com, satunet dll. Akhornya sering kita terjebak dalam pola fikir bahwa untuk sukses di Internet harus mempunyai portal yang memuat banyak berita, yang mempunyai banyak produk yang di tawarkan melalui Web, yang berhasil memotong / memperpendek rantai supply, yang terkait ke payment gateway yang dioperasikan oleh Bank. Belum lagi kompleksitas teknologi yang banyak di dengungkan mulai dari push technology, authentication, certificate authority (CA), digital signature, biometric authentication (finger print, voice recognation, muka, mata), XML, HTML, Storage Access Network (SAN) dll semua rasanya demikian kompleks untuk menjalankan e-commerce secara “baik” dan “benar”. Memang pola fikir demikian tidak ada salahnya terutama bagi mereka yang bermodal kuat, masalah utama yang menjadikan cerita e-commerce menjadi menantang karena ternyata pengguna Indonesia &amp; di dunia di dominasi anak muda - artinya bukanlah pasar yang mempunyai uang cukup banyak untuk dibuang untuk hal yang konsumtif. Di tambah sialnya cyberpreneur muda ini juga umumnya tidak mempunyai cukup uang / finansial yang kuat untuk menahan napas melawan portal besar yang jor-joran membagi servis-nya secara cuma-cuma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkinkah para dotcommers muda mampu bertempur melawan para pebisnis kawakan dari old economy? Mengapa tidak? Kenyataannya, saat ini tidak banyak orang yang betul-betul menguasai teknik untuk berusaha di Internet. Para pebisnis dunia lama-pun sebetulnya masih meraba-raba cara yang paling baik untuk melakukan penetrasi di dunia Internet. Dengan kondisi yang sama-sama sedang belajar ini sebetulnya kesempatan para dotcommers muda untuk survive sama dengan para pebisnis kawakan dari old economy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknologi memang bukan merupakan fokus utama dalam kesempatan ini. Saya yakin para pembaca mulai bisa merasakan bahwa e-commerce maupun media online bukan satu-satunya cara untuk bisa survive dalam dunia maya. Apalagi pengusaha e-commerce &amp; media online yang ada umumnya memposisikan pengguna sebagai konsumen, sehingga pengguna mengeluarkan uang untuk bertransaksi. Memposisikan pengguna lain sebagai konsumen mengandung konsekuensi finansial cukup besar untuk iklan &amp; promosi, untuk server multimedia, untuk membangun content yang bisa menarik pengguna lain untuk masuk dan mengikat dirinya ke fasilitas yang kita sediakan. Pola old economy tampaknya masih banyak tertanam di banyak dotcommers di Indonesia maupun di luar negeri yang umumnya berfikiran bahwa dotcommer harus menyediakan fasilitas untuk menarik demand. Pola supply created demand bukanlah pola yang baik untuk di ikuti oleh sebagian besar dotcommers muda yang umumnya kekurangan dana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat kenyataan bahwa banyak dotcommers / cyberpreneur yang survive dalam kehidupannya di Internet menunjukan bahwa ada model-model usaha selain e-commerce &amp; media online yang cocok bagi dotcommers muda yang bermodal pas-pasan. Berbeda dengan pola old economy yang sifatnya lebih top down dan supply created demand dengan konsekuensi finansial yang tinggi. Pada dotcommers muda dengan modal pas-pasan hampir dapat dipastikan untuk dapat survive harus membalikan paradigma menjadi demand created supply berbasis pola kemitraan yang tidak membedakan derajat seseorang sebagai supplier / produsen / konsumen. Memang pola kemitraan ini menyebabkan sistem menjadi lebih sosialis &amp; bersifat gotong royong akan tetapi sangat ampuh bagi dotcommers yang masih muda dan dana terbatas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memaksimalkan penguasaan medan di internet sedikit pengetahuan tentang prinsip dasar karakteristik Internet akan sangat membantu. Karakteristik Internet sangat berbeda dengan umumnya media massa yang lebih bersifat tayangan satu arah saja. Internet merupakan media yang sangat memungkin untuk melakukan interaksi yang sangat intensif dengan banyak orang sekaligus dalam waktu yang bersamaan. Kemampuan untuk mengeksploitasi karakteristik interaktif ini yang akan menjadi kunci survive seorang cyberpreneur di Internet; baik para veteran maupun dotcommers muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tambahan khusus untuk situasi Indonesia kita harus jeli mensiasati kondisi infrastruktur Internet yang demikian lambat, penggunaan teknologi multimedia yang mewajibkan infrastruktur berkecepatan tinggi akan menghalangi kita dalam melakukan penetrasi ke masyarakat internet di Indonesia yang kebanyakan hanya mampu membayar akses jasa yang sifatnya text based seperti e-mail. Kebanyakan para pengusaha kaya justru mengkonsentrasikan pada proyek mercusuar multimedia dan padat teknologi, hal ini bisa jadi nantinya merupakan kesalahan paling fatal yang tanpa di sadari dilakukan secara berulang. Itulah  paradigma supply created demand yang sering overshoot dalam membidik sasaran karena difokuskan pada penampilan fisik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan dunia fisik dimana kita berada &amp; bekerja yang  biasanya lebih mudah merepresentasikan hal yang sifatnya material fisik. Di Internet kita berenang dalam lautan informasi &amp; pengetahuan. Berbeda dengan dunia nyata yang lebih banyak di dominasi oleh kualitas material fisik yang kita miliki / kita hasilkan; dalam dunia Internet kebaikan / keberhasilan akan lebih di tentukan oleh kualitas informasi dan pengetahuan yang kita hasilkan dan kita sebarkan ke masyarakat melalui berbagai media termasuk melalui internet baik secara satu arah maupun interaktif dua arah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena semua pengusaha di Internet sebetulnya masih dalam taraf belajar, secara logika sederhana Internet pasti tidak hanya diperuntukan bagi orang / konglomerat yang bermodal kuat; atau orang dekat dengan kekuasaan dan perusahaan yang di dukung oleh banyak sekali pakar / ahli. Dunia Internet layaknya sebuah dunia kebebasan, tidak ada satu kekuasaan-pun termasuk para kroni-nya yang bisa menguasai dunia Internet secara utuh, sekedar kaya &amp; bermodal kuat tidak akan cukup untuk menguasai Internet; bahkan di bantu oleh ratusan konsultan / pakar dalam membangun situs di Internet tidak menjamin sama sekali. Lebih sial lagi berbagai teknik / strategi dotcommers yang mungkin sukses besar di luar negeri belum tentu cocok dengan Indonesia yang budaya &amp; infrastrukturnya lebih sederhana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi para veteran Internet Indonesia yang sudah bermain e-mail sejak tahun 1985-an secara naluriah akan dapat menentukan cara yang paling effektif dan halus tanpa melakukan pemaksaan untuk penetrasi ke dalam image para pengguna Internet yang ada di Indonesia. Masyarakat Internet sangat berbeda sekali karakteristik-nya dengan masyarakat umumnya di Indonesia yang relatif agak mudah untuk di arahkan, di gerakan, di kontrol oleh kekuasaan dll. Di Internet dengan komposisi pengguna yang umumnya berpendidikan dan masih muda menyebabkan kemapanan menjadi sesuatu yang tidak terlalu menguntungkan; kedinamisan justru yang akan menjadi hal yang sangat menarik di Internet. Ketidak mapanan ini yang akhirnya menjadi kunci utama bagi kaum muda dan orang yang dinamis untuk mengeksploitasi &amp; melakukan penetrasi di Internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhirnya bukan modal, bukan kekuasaan yang akan menentukan kemampuan seseorang / sekelompok orang untuk survive di Internet akan tetapi dinamika &amp; kemampuan berteman (networking). Keaktifan dalam berinteraksi dan berpartisipasi dalam komunitas pada akhirnya akan menjadi kunci keberhasilan utamanya. Contoh legendaris tentang ini adalah sistem operasi Linux  yang di awali keisengan Linus pada waktu dia masih mahasiswa. Linus melepaskan sistem operasinya secara cuma-cuma (gratis) ke masyarakat maya di Internet dan kemudian bersama-sama mengembangkan sistem operasi tersebut dengan bekerjasama dengan banyak orang di seluruh dunia. Komunitas terbentuk tidak ada batasan yang jelas antara  produsen, programmer, pengguna, konsumen semua sejajar bekerja bahu membahu saling tolong menolong untuk kebaikan bersama. Memang di awalnya terlihat kumuh akan tapi dalam selang waktu hampir 10 tahun akhirnya terbentuk komunitas yang sangat solid bahkan merupakan kompetitor yang  berbahaya bagi microsoft.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pola yang sangat mirip dengan gerakan Linux telah pula terjadi di Indonesia tepatnya di gerakan pengembangan warung Internet di Indonesia. Saat ini ada 1000+ Warung Internet di seluruh Indonesia dengan markas-nya di asosiasi-warnet@egroups.com yang di arsipkan di http://www.egroups.com. Berbagai informasi tentang warnet di Indonesia bisa dilihat di beberapa situs seperti http://www.detik.com/net/kolom-warnet, http://warnet.idaman.com &amp; http://www.natnit.net. Secara finansial sebetulnya tidak uang yang berputar dalam usaha Warnet di Indonesia telah mencapaian puluhan milyard rupiah bahkan dalam waktu dekat akan mendekatan ratusan milyard rupiah, sebuah perputaran uang yang tidak bisa di sepelekan oleh semua pihak. Sukur alhamdullillah saat ini tidak dikuasai &amp; di monopoli oleh siapapun. Berawal dari seminar WARNET yang pertama di ITB di akhir Januari 2000 terus berkembang ke berbagai diskusi di mailing list di Internet yang di sertai dengan berbagai aktifitas roadshow seminar, workshop di berbagai kota di Indonesia. Komunitas Warnet menjadi semakin kuat dengan terbentuknya Koperasi Warnet seperti di Bandung &amp; Surabaya untuk secara bersama menyewa bandwidth dalam kecepatan beberapa Mbps ke Internet untuk kemudian di pakai bersama oleh puluhan warnet di masing-masing kota. Belum lagi jika WARTEL bersedia di ajari untuk memberikan akses e-mail yang murah. Bukan mustahil paling tidak 20-an juta bangsa ini bisa mengakses Internet dengan biaya hanya Rp. 10-30.000 / bulan / orang termasuk di dalamnya biaya SLJJ, SLI yang murah karena menggunakan teknologi VoIP. Keberadaan komunitas Warnet ini sangat strategis untuk saling belajar, saling membantu, bergotong royong membangun jaringan termasuk secara bersama menawar kepada pihak Telkom, Indosat maupun POSTEL agar Warnet memperoleh posisi yang lebih baik. Belum lagi dihitung berapa banyak para sponsor, vendor yang dengan suka rela mengeluarkan uang juta-an rupiah untuk mensponsori berbagai acara seminar &amp; pemandaian bangsa ini agar pengusaha warnet semakin banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberadaan komunitas warnet yang demikian solid telah secara nyata menunjukan sebuah pola usaha di Internet yang sangat lain dari old economy. Komunitas yang saling tolong menolong, usaha kecil rumahan, teleworker mandiri yang bekerja sendiri, pengrajin metal di Bali yang mengekspor hasilnya ke Eropa, pengrajin bordir di Tasikmalaya yang mengekspor hasilnya ke luar negeri semua bernaung dalam komunitas-komunitas yang dibangun di atas infrastruktur warung internet yang banyak bertebaran. Secara umum semua merupakan komunitas usaha kecil yang saling bekerjasama untuk membangun sesuatu yang besar. Di Internet keberadaan jaringan, kenalan, teman, akses ke informasi &amp; pengetahuan menjadi aset yang luar biasa berharganya - jauh lebih besar daripada aset fisik yang biasa, karena di Internet kita lebih banyak berinteraksi dengan informasi &amp; pengetahuan dengan ketergantungan yang sangat minimal kepada tampilan / aset fisik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan kaget kalau kekuatan komunitas usaha kecil menengah ini jauh lebih besar daripada usaha-usaha biasa di old-economy. Bayangkan seorang cyberpreneur / dotcommer muda berpakaian sandal, jeans, celana pendek &amp; baju kaos saja mungkin berusia 20-25 tahun bekerja sendiri menggunakan peralatan PC atau laptopnya dilengkapi akses Internet bukan mustahil akan menghasilkan Rp. 5-10 juta / bulan tanpa perlu banyak keluar rumahnya untuk bekerja di kantoran. Tidak ada lagi kebutuhan untuk mencari kerja di perusahaan-perusahaan besar, bekerja kantoran yang harus datang tepat waktu di pagi hari dan pulang malam hari. Tak ada lagi ikatan terhadap waktu. Tidak perlu penampilan fisik yang terlalu wah dan mahal. Kedekatan dengan kekuasaan old economy tidak menjadi nilai tambah. Keberhasilan lebih banyak di tentukan oleh sedikit hal saja seperti kemauan untuk memberi yang terbaik untuk komunitas / masyarakat, kemauan bekerjasama, tingkat intelektualitas, luasnya wawasan &amp; pengetahuan - tidak lebih banyak dari hal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Internet, e-commerce, warung internet &amp; web memang menjadi alat bantu utama, akan tetapi bukan tujuan utama. Keberhasilan &amp; sukses lebih banyak di tentukan oleh kemauan  memberikan servis ke masyarakat banyak, bergotong royong, berinteraksi &amp; bekerjasama membangun komunitas. Saya yakin sebagian besar dari kita di Indonesia mempunyai kemampuan yang dibutuhkan untuk survive bahkan sukses dalam usahanya dibantu Internet. Semoga sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Onno W. Purbo&lt;br /&gt;Penulis Teknologi Informasi"&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7530133021715287438-5989183266853729449?l=greatkidee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://greatkidee.blogspot.com/feeds/5989183266853729449/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7530133021715287438&amp;postID=5989183266853729449' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7530133021715287438/posts/default/5989183266853729449'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7530133021715287438/posts/default/5989183266853729449'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://greatkidee.blogspot.com/2008/12/strategi-penetrasi-e-commerce.html' title='Strategi Penetrasi e-commerce &amp; Dotcommers di Indonesia'/><author><name>kidee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15846458578035204682</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_EYlqnptbOkI/ST1MfIIV-RI/AAAAAAAAAAg/UORBUQKzF80/S220/Dicky.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7530133021715287438.post-7783175625379064500</id><published>2008-12-22T08:36:00.000-08:00</published><updated>2008-12-27T15:38:45.369-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='e-commerce'/><title type='text'>Pasar Modal dan Internet : Peningkatan Investasi melalui kemudahan akses informasi</title><content type='html'>Khalayak umumnya mafhum bahwa Pemerintah dan pihak yang berwenang di negara manapun sangat berkepentingan dengan pengembangan pasar modal. Hal ini mengingat bahwa untuk meningkatkan pertumbuhan dibutuhkan dana yang tidak sedikit.&lt;br /&gt;Dengan tingkat pertumbuhan ekonomi sebesar 8 % setahun, target Repelita V dengan proyeksi investasi sebesar Rp. 850 trilyun, diharapkan bahwa kontribusi yang lebih besar yakni sekitar 70 % datang dari sektor  swasta. Dari porsi swasta tersebut diharapkan bahwa pasar modal akan memberikan presentase yang cukup besar.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Untuk menggairahkan minat investasi di pasar modal, seperangkat infrastruktur dan aturan main telah dipersiapkan antara lain dengan diberlakukannya Undang Undang Nomor 8 tahun 1995 tentang Pasar Modal sejak tanggal 1 Januari 1996. Pada bulan Agustus 1996 Bapepam bekerjasama dengan Capital Market Society telah pula menerbitkan “Cetak Biru Pasar Modal Indonesia” yang merupakan Rencana Pengembangan Lima Tahun (1996-2000). Di situ disebutkan antara lain lima strategi pengembangan pasar modal yang mencakup :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• meningkatkan kelangsungan hidup industri efek&lt;br /&gt;• menetapkan standar yang tinggi untuk keamanan dan kualitas jasa&lt;br /&gt;• mengupayakan agar biaya transaksi dan jasa tetap rendah&lt;br /&gt;• mensyaratkan ketaatan penuh terhadap prinsip keterbukaan&lt;br /&gt;• mempertahankan pasar yang wajar dan teratur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agaknya strategi ke empat yakni upaya mensyaratkan  ketaatan penuh terhadap prinsip keterbukaan berkaitan dengan prasyarat yang dituntut oleh pemodal untuk mendapatkan informasi mengenai perusahaan emiten berikut kinerjanya. Kalangan pemodal menginginkan akses yang lebih mudah terhadap informasi tentang perusahaan emiten, di lain pihak perusahaan juga berkepentingan dengan penyampaian informasi tentang kinerjanya. Di era teknologi ini, penyampaian informasi dapat dilakukan melalui berbagai macam media baik komunikasi secara personal seperti telepon dan faksimili maupun yang menjangkau liputan yang luas seperti media cetak (majalah, surat kabar) maupun elektronik (televisi, radio).  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalangan yang berkepentingan dengan penyebaran informasi, tidak terkecuali mereka yang berkecimpung di pasar modal, semakin banyak yang melirik Internet sebagai salah satu media penyampaian informasi. Di banding media elektronik konvensional lainnya, Internet diakui memiliki keunggulan dengan wilayah jangkauan seluruh dunia serta memliki segi interaktif. Banyak pihak percaya, bahwa dengan semakin berkembangnya teknologi informasi dan jumlah pemakai Internet yang terus meningkat setiap hari, media ini akan menjadi salah satu bagian dari “kebutuhan”  dan “santapan informasi” sehari-hari seperti halnya televisi, radio dan suratkabar. Dalam hal tertentu seperti untuk hubungan jarak jauh antar wilayah/negara, komunikasi via surat elektronik (eMail) jauh lebih murah ketimbang sambungan telepon misalnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di salah satu artikel New York Times edisi 11 Nopember yang lalu menggambarkan bagaimana pasar modal di sana memanfaatkan Internet secara luas. Informasi yang semula hanya tersedia untuk pemodal profesional saat ini dengan mudah diperoleh di Internet dengan sedikit atau tanpa biaya seperti harga saham, laporan analis, arsip perusahaan dari SEC (Securities and Exchange Comission), dan lain-lain. Di awal tahun ini, membeli atau menjual saham atau reksa dana juga dimungkinkan seperti  melalui Charles Schwab dan E Trade. Pemodal telah membuka lebih dari 100.000 electronic trading account, demikian menurut Forrester Research yang memprediksikan paling sedikit akan terdapat sembilan juta dalam waktu lima tahun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan pasar modal di negara kita? Dengan mengakses situs web beralamat di http://www.indoexchange.com, sejak bulan Oktober yang lalu  masyarakat dapat memantau perkembangan harga saham BEJ setiap saat (real-time). Situs web ini disponsori oleh Bapepam, Capital Market Society (CMS) dan Asosisasi Emiten Indonesia (AEI). Berangkat dengan konsep “one-stop service”  situs ini juga memuat berita terbaru setiap saat dari Kantor Berita Antara, informasi mengenai perusahaan emiten seperti Laporan Tahunan termasuk fasilitas e-mail ke perusahaan yang bersangkutan, laporan ekonomi/industri, laporan analis dari perusahaan efek dan lain-lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak pihak mengharapkan bahwa media seperti Internet ini akan dapat membantu meningkatkan pendanaan di pasar modal sekaligus menjaring minat pemodal lokal lebih banyak. Melalui media ini terbuka banyak kesempatan untuk informasi tentang apa dan bagaimana pasar modal kepada khalayak umum. Investasi di pasar modal diharapkan akan dapat menjadi salah satu alternatif investasi di samping bentuk investasi lainnya seperti deposito, tabungan dan lainnya.  Dengan kondisi geografis Nusantara yang terdiri dari berbagai pulau ini, penyebaran informasi melalui internet dipandang sebagai alternatif yang cukupmudah dan murah. Di masa mendatang tidak tertutup kemungkinan pertukaran informasi yang lebih canggih seperti transaksi pembelian saham melalui Internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti dikemukakan di awal tulisan ini, kontribusi swasta khususnya dari sektor pasar modal diharapkan menjadi salah satu motor penggerak ekonomi nasional di masa mendatang. Walaupun cukup berat tantangan yang dihadapi, para pelaku pasar modal umumnya optimis bahwa hal itu akan dapat dicapai melalui kerjasama dengan semua pihak. Penggunaan internet sebagai upaya penyebaran informasi hanyalah satu dari sekian banyak upaya yang tengah digarap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Eddy R. Darajat &amp; Scott D. Coffey, Pengamat Pasar Modal &amp; Internet.&lt;br /&gt;Onno W. Purbo, Pengamat Internet. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7530133021715287438-7783175625379064500?l=greatkidee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://greatkidee.blogspot.com/feeds/7783175625379064500/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7530133021715287438&amp;postID=7783175625379064500' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7530133021715287438/posts/default/7783175625379064500'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7530133021715287438/posts/default/7783175625379064500'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://greatkidee.blogspot.com/2008/12/pasar-modal-dan-internet-peningkatan.html' title='Pasar Modal dan Internet : Peningkatan Investasi melalui kemudahan akses informasi'/><author><name>kidee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15846458578035204682</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_EYlqnptbOkI/ST1MfIIV-RI/AAAAAAAAAAg/UORBUQKzF80/S220/Dicky.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7530133021715287438.post-8645943555801218</id><published>2008-12-21T15:34:00.000-08:00</published><updated>2008-12-27T15:35:58.339-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='e-commerce'/><title type='text'>Mulai Belajar e-commerce</title><content type='html'>Pertanyaan yang sering sekali saya terima belakangan ini terutama di sekitaran e-commerce, seperti “dimana saya bisa belajar e-commerce?” “apakah ada kursus bersertifikat tentang e-commerce?” “bagaimana cara mulai masuk ke dunia e-commerce?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan-pertanyaan di atas sangat wajar bagi sebagian besar pengguna Internet di Indonesia melihat potensi yang “besar” untuk berkecimpung lebih dalam dunia virtual khususnya di e-commerce. Akan tetapi karena mungkin kurang pengetahuan tentang berbagai hal yang berkaitan dengan e-commerce akhirnya menjadi kurang PD  … &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Filosofi dasar dalam media elektronik sebetulnya sangat sederhana. Pengalaman pribadi menunjukan bahwa rizki yang kita peroleh akan sebanding dengan alam &amp; ibadah yang kita berikan pada orang banyak. Semakin effisien cara kita beramal di dunia digital / internet akan semakin lancar rizki yang diperoleh. &lt;div class="fullpost"&gt;Internet sangat memungkinkan untuk mengeffisienkan proses membagi ilmu pengetahuan, amal &amp; ibadah sehingga akan bermanfaat untuk orang yang sangat banyak dalam waktu sekejap saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini saya coba memberikan sedikit cara yang sangat sederhana sekali untuk menaikan PD anda-anda untuk terjun ke dunia “e-commerce”. Saya disini tidak memaksakan bahwa e-commerce haruslah merupakan e-commerce yang kompleks yang merupakan transaksi dagang yang serba otomatis antar database yang dipasang di server merchant. Transaksi kartu kredit pengguna dengan server di merchant semua merupakan tingkat lanjut dari e-commerce yang diproteksi keabsahan-nya dengan certificate authority (CA) untuk menjamin ke aslian pengguna &amp; merchant-nya. Tidak, saya tidak akan memaksa semua ini … karena e-commerce dapat dilakukan dengan pola yang amat sangat sederhana sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus terang modal yang dibutuhkan hanya kemampuan bahasa inggris, kemauan membaca &amp; sedikit kemampuan untuk memakai Internet. Saya sarankan untuk melakukan pencarian di search engine di Internet seperti www.yahoo.com, www.infoseek.com, www.altavista.com gunakan keyword seperti FAQ e-commerce, whitepaper e-commerce, payment method, network security untuk mempelajari berbagai aspek yang berkaitan dengan e-commerce. Saya tidak akan membahas membahas e-commerce yang kompleks pada kesempatan ini tapi yang amat sangat sederhana sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baiklah, filosofi yang dipegang sebetulnya sangat sederhana sekali - seperti hal-nya segala bentuk transaksi dagang yang baik semua haruslah di landasi pada kepercayaan / “trust” … pembeli percaya pada penjual bahwa dia akan memberikan yang sesuai / cocok. Penjual juga percaya bahwa pembeli akan memberikan kompensasi yang sesuai dengan barang / jasa yang diambilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana strategi membangun kepercayaan tersebut? itu yang lebih penting teknologi  certificate authority, network security dll merupakan teknologi pendukung saja untuk membangun kepercayaan tersebut. Kalau kita perhatikan proses alamiah di dunia nyata bagaimana proses kepercayaan pada seseorang itu tumbuh? Biasanya berjalan dengan perlahan tidak secara langsung, mulai dari perkenalan masing-masing maupun informasi lainnya. Kadang memang akan lebih cepat dengan atribut yang biasa digunakan misalnya bentuk-bentuk tertentu berupa warung yang dapat diasumsikan dapat dipercaya untuk dilakukan transaksi dagang. Berbeda dengan kalau kita membeli barang dari iklan baris, kita akan lebih hati-hati lagi. Dilanjutkan dengan tanya jawab selanjutnya hingga akhirnya kepercayaan terbentuk dan transaksi dagang terjadi tanpa tekanan apapun dan keduanya merasa di untungkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah cara sederhana untuk membangun kepercayaan itu di Internet? Perlukan menggunakan CA, network security untuk membangun kepercayaan tersebut? memang untuk e-commerce tingkat lanjut anda membutuhkan teknologi yang relatif canggih untuk membangun kepercayaan tersebut, adakah sesuatu yang sederhana untuk membangun kepercayaan tersebut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman menunjukan bahwa partisipasi aktif dalam kegiatan diskusi, dialog &amp;  komunikasi dua arah adalah cara yang paling sederhana untuk membangun kepercayaan “trust” yang dibutuhkan dalam e-commerce tersebut. Diskusi &amp; komunikasi sangat mudah dan murah dilakukan menggunakan e-mail di Internet. Ikut aktif dalam mailing list di Internet, misal-nya e-commerce@itb.ac.id, mastel-e-commerce@egroups.com, warta-e-commerce@egroups.com, dan masih banyak lagi mailing list di Internet yang memungkinkan anda untuk berpartisipasi dan berdiskusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Start dengan membaca dulu cara rekan-rekan berdiskusi di mailing list yang bisa dilanjutkan dengan proses bertanya jika ada yang tidak di mengerti. Dengan semakin majunya pengetahuan yang kita miliki coba menjawab pertanyaan-pertanyaan dari rekan di mailing list. Pada tingkatan menjawab pertanyaan ini, kita sebetulnya sudah pada posisi produsen pengetahuan, diperlukan ketekunan mencari &amp; membaca berbagai pengetahuan sebelum kita dapat menjawab dengan baik dan tepat. Untuk dapat menjawab pertanyaan dengan baik dan tepat sebaiknya dari awal kita harus sudah membiasakan diri untuk menstrukturkan filling pengetahuan yang diperoleh dari Internet tersebut dalam folder-folder di komputer yang kita gunakan supaya mudah mencari berbagai pengetahuan tersebut. Filling system di PC akan sangat membantu dalam mencari pengetahuan dikemudian hari. Istilah keren-nya barangkali knowledge management.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah selanjutnya dapat berkembang pada pembangunan Frequenty Asked Questions (FAQ) dari berbagai pertanyaan yang muncul di mailing list. Jika kita cukup berbaik hati, alangkah baiknya jika ilmu pengetahuan yang sudah kita strukturkan dalam bentuk filling system / knowledge management tersebut bisa di masukan ke Web pribadi di Internet. Pada tingkatan ini, secara otomatis trust dari masyarakat kepada anda akan tumbuh – masyarakat akan memandang anda sebagai “pakar”. Masyarakat akan sangat melihat komitmen yang anda lakukan dalam bidang yang anda sukai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya semua tidak akan selesai hanya sekedar join mailing list, menjawab pertanyaan di mailing lsit, membuat FAQ, mempublikasi Web. Pada tingkatan ini maka secara langsung transaksi-transaksi “dagang” &amp; reward akan terjadi dengan sendiri-nya karena masyarakat percaya akan keahlian anda &amp; juga percaya akan komitmen yang diberikan. Tentunya transaksi “dagang” tersebut tidak harus berupa e-commerce yang kita kenal, sering kali hanya berupa pemesanan melalui e-mail.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang paling berat adalah jika anda mulai melakukan manouver-manouver untuk mengarahkan masyarakat ke sebuah tujuan tertentu. Menjadi moderator mailing list, mengarahkan komunitas yang ada untuk bergerak secara bersama-sama. Kata sederhananya memimpin masyarakat / komunitas. Tingkat ini membutuhkan komitmen yang lebih tinggi lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman menunjukan bahwa rizki sudah di atur dari atas sana. Menjawab pertanyaan di mailing list, membuat FAQ, membuat Web, memasukan tulisan ke detik.com, astaga.com, infokomputer.com yang semua bisa diakses secara gratisan (public domain) tampaknya sia-sia – tampaknya Allah itu maha adil &amp; tidak pernah salah menghitung. Semakian banyak orang yang di untungkan oleh kita, semakin effisien amal &amp; ibadah dilakukan maka hal yang sebanding akan diperoleh dari sisi rizki. E-commerce dll hanyalah perantara dari rizki yang akan diperoleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Onno W. Purbo"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7530133021715287438-8645943555801218?l=greatkidee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://greatkidee.blogspot.com/feeds/8645943555801218/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7530133021715287438&amp;postID=8645943555801218' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7530133021715287438/posts/default/8645943555801218'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7530133021715287438/posts/default/8645943555801218'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://greatkidee.blogspot.com/2008/12/mulai-belajar-e-commerce.html' title='Mulai Belajar e-commerce'/><author><name>kidee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15846458578035204682</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_EYlqnptbOkI/ST1MfIIV-RI/AAAAAAAAAAg/UORBUQKzF80/S220/Dicky.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7530133021715287438.post-3345598199162189510</id><published>2008-12-21T15:32:00.000-08:00</published><updated>2008-12-27T15:34:24.478-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='e-commerce'/><title type='text'>Model Usaha SOHO di Internet</title><content type='html'>Di sela-sela gegap gempita-nya usaha di Internet yang kaya teknologi informasi, ada e-commerce, marketplace, marketspace, e-bisnis, vertical network, horizontal market, yang di dukung banyak teknologi, ada wireless LAN, certificate authority (CA), registratation authority (RA), public key infrastructure (PKI), XML, HTML, HTTP, POP, SMTP, SMB, SSL, SET, RC4, DES, RSA  … apakah demikian sulitnya untuk berkiprah dalam dunia usaha di Internet?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkinkah seorang dapat berkiprah di Internet dengan modal niat baik? Kemauan yang kuat? Kemampuan untuk bekerja keras? Hubungan silaturahmi? Hubungan baik dengan teman? Kepercayaan (trust)? Rasanya untuk berkiprah di dunia nyata tidak banyak modal yang dibutuhkan, bahkan beberapa orang dengan bermodal dengkul-pun mampu untuk sukses di dunia nyata … mungkinkah pola dunia nyata yang sederhana dapat diterapkan di dunia maya?&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Small Office Home Office yang lebih dikenal sebagai SOHO barangkali menarik untuk di amati. SOHO adalah seseorang yang bekerja di rumah, tanpa perlu pergi ke kantor. Dalam bahasa sederhananya, rumah-nya ya kantor-nya. Rasanya hanya seniman / entertainer yang pada hari ini di Indonesia yang kebanyakan bekerja sendiri, kebanyakan jenis usaha profesional lainnya masih bergantung pada struktur perkantoran / badan supaya terasa lebih legitimate. Kebetulan model usaha SOHO saya jalani sendiri sebagai bekas pegawai negeri sipil (PNS) dan bekas dosen ITB yang sudah tidak mengajar dimana-mana &amp; praktis tidak bekerja dimana-mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam dunia Internet kita cukup beruntung, informasi bergerak dengan terlalu cepat. Konsekuensinya cukup menarik, birokrasi &amp; struktur yang biasanya menjenjang informasi menjadi runtuh. Substansi informasi menjadi lebih penting daripada penampilan secara fisik. Kepemilikan kantor yang mewah, mobil dinas mewah menjadi tidak relevan untuk menjerat klien / mitra di dunia maya. Jenjang &amp; derajat kepangkatan menjadi tidak relevan, manusia sejajar sama satu sama lain – memang masing-masing  memiliki kelebihan &amp; kekurangannya masing-masing. Networking yang win-win antar mitra menjadi dominan. Kemampuan intelegensia substantif menjadi salah satu kunci utama kesuksesan usaha di dunia maya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya tidak hanya intelegensia saja yang penting untuk sukses, pada akhirnya kelanggengan usaha kita di pertaruhkan. Seperti hal-nya dunia nyata kelanggengan usaha hanya mungkin terjadi jika ada kepercayaan (trust) dari mitra / partner / klien / pelanggan kita. Di dunia nyata trust sering di asosiasikan dengan bonafiditas, kemewahan dsb. Dalam dunia maya / SOHO, trust lebih banyak dibangun oleh profesionalisme, tepat waktu, tidak mengingkari janji yang lebih intangible sifatnya. Masuk akal memang, siapa yang bisa melihat penampilan kita sehari-hari di dunia maya? Oleh karenanya jangan kaget kalau melihat karakteristik pelaku Internet yang rata-rata santai &amp; terkesan informal, karena memang sehari-harinya bukan penampilan fisik yang memberi mereka nilai tambah yang besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seni lain-nya yang perlu kita kembangkan adalah teknik memperluas tali silaturahmi dan pertemanan. Pada akhirnya pekerjaan lebih banyak diperoleh karena hubungan teman, hubungan baik dengan mitra. Pada akhirnya, manusia akan mencari orang yang paling dapat dia percaya untuk menjalankan apa yang mereka inginkan. Adalah wajar jika seseorang tidak mau menyia-nyiakan uangnya dan merugikan diri sendiri, kecuali kalau KKN dibudayakan. Proses pembangunan kepercayaan ini secara sederhana dilakukan melalui silaturahmi dengan teman, mitra, partner tersebut. Kita beruntung dengan adanya internet, proses silaturahmi dapat dilakukan secara virtual tanpa perlu hadir secara fisik. Jadi sebetulnya tidak perlu kita “soan” secara fisik ke mitra / partner.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biaya silaturahmi ini tidak mahal, bayangkan saja saya yang setiap harinya menerima sekitar 600-an e-mail setiap hari membutuhkan biaya hanya Rp. 40.000 / bulan untuk ISP &amp; Rp. 250.000 / bulan untuk Telkom (kecuali nanti sesudah April dimana pulsa naik 40%). Tentunya biaya ini sebetulnya dapat ditekan menjadi Rp. 5000-20.000 / bulan / orang jika dilakukan di WARNET / di sekolah / di kampus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk silaturahmi substantif yang menjadi standar di kalangan netters adalah melalui mailing list di Internet. Mailing list secara sederhana merupakan tempat diskusi menggunakan fasilitas e-mail di Internet, kebanyakan dilakukan menggunakan servis yang diberikan oleh yahoogroups.com. Ada banyak sekali tempat diskusi yang di setup di yahoogroups.com kita dapat memilihnya tergantung topik yang kita sukai. Mulailah dari silaturahmi di mailing list Internet, tali pertemanan secara perlahan di bangun. Saya pribadi aktif di mailing list sejak tahun 1986-an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbasis pada rasa kepercayaan (trust) yang dibangun dari diskusi secara profesional setiap hari di mailing list, maka jangan kaget kalau suatu hari nanti ada orang-orang yang datang &amp; menawarkan pekerjaan-pekerjaan kepada anda. Semua terjadi tanpa perlu kita sulit-sulit mencari / melamar pekerjaan. Keaktifan dalam berbagai diskusi di mailing list Internet, kepercayaan (trust) &amp; tali persahabatan akan di bangun secara perlahan yang pada akhirnya akan mendukung pola kerja SOHO (di rumah). Tentunya kita harus memilih mailing list yang baik untuk ini semua, jangan memilih mailing list yang secara substansial tidak baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menarik untuk disimak bahwa semua ini dilakukan dengan modal minimal berupa niat dan akses ke WARNET. Dalam bentuk finansial membutuhkan Rp. 5000-300.000 / bulan tergantung cara / teknik kita mengakses Internet. Jika kita cukup pandai, sebetulnya semua proses dapat gratis bahkan memperoleh keuntungan finansial pada saat proses terjadi. Hal ini yang terjadi pada sebagian mahasiswa ITB yang menjadi anak didik saya dulu.&lt;br /&gt;"Onno w. Purbo"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7530133021715287438-3345598199162189510?l=greatkidee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://greatkidee.blogspot.com/feeds/3345598199162189510/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7530133021715287438&amp;postID=3345598199162189510' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7530133021715287438/posts/default/3345598199162189510'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7530133021715287438/posts/default/3345598199162189510'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://greatkidee.blogspot.com/2008/12/model-usaha-soho-di-internet.html' title='Model Usaha SOHO di Internet'/><author><name>kidee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15846458578035204682</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_EYlqnptbOkI/ST1MfIIV-RI/AAAAAAAAAAg/UORBUQKzF80/S220/Dicky.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7530133021715287438.post-1909040785835589750</id><published>2008-12-21T15:30:00.000-08:00</published><updated>2008-12-27T15:32:27.721-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='e-commerce'/><title type='text'>Model Usaha di Internet bagi si Naif</title><content type='html'>Di sela-sela gegap gempita-nya usaha di Internet yang kaya teknologi informasi, ada e-commerce, marketplace, marketspace, e-bisnis, vertical network, horizontal market, yang di dukung banyak teknologi, ada wireless LAN, certificate authority (CA), registratation authority (RA), public key infrastructure (PKI), XML, HTML, HTTP, POP, SMTP, SMB, SSL, SET  … apakah demikian sulitnya untuk berkiprah dalam dunia usaha di Internet?&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkinkah seorang Naif dapat berkiprah di Internet dengan modal niat baik? Kemauan yang kuat? Kemampuan untuk bekerja keras? Hubungan silaturahmi? Hubungan baik dengan teman? Kepercayaan (trust)? Rasanya untuk berkiprah di dunia nyata tidak banyak modal yang dibutuhkan, bahkan beberapa orang dengan bermodal dengkul-pun mampu untuk sukses di dunia nyata … mungkinkah pola dunia nyata yang sederhana dapat diterapkan di dunia maya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daripada mengada-ada, biar kita jadikan Onno Naif  sebagai objek penderita bahasan kali ini. Naif kebetulan berasal dari keluarga pegawai negeri sipil yang jelas tidak mempunyai banyak uang. Bermodalkan per-teman-an Naif dimasa SMA-nya di tahun 1980-an dapat menikmati mencoba komputer milik teman-teman-nya yang lebih kaya dari sisi finansial. Ilmu komputer, diperoleh Naif dari membaca manual komputer tersebut maupun buku-buku yang ada di toko buku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berguru dan terus mencari ilmu dilakukan tanpa mengenal lelah, para senior amatir radio yang kebetulan sedang hobby menyambungkan komputer ke radio untuk komunikasi data (yang kemudian hari kita kenal sebagai Internet). Radio yang digunakan dibangun sendiri dari tabung radio bekas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berlanjut ke perguruan tinggi, bermodalkan niat mulailah belajar sendiri komputer praktis, kebetulan di tahun tersebut tahun 1980-an awal komputer masih barang langka &amp; kebanyakan dosen tidak punya komputer sendiri. Yah kira-kira mirip lah dengan kondisi Internet saat ini yang menjadi barang langka di kalangan dosen perguruan tinggi tapi menjadi minat besar bagi banyak mahasiswa. Mulailah waktu itu di tingkat tiga, Naif bersama teman-teman-nya belajar bersama seminggu sekali tentang komputer, masing-masing menceritakan apa yang dipelajarinya masing-masing. Akhirnya dimasa mahasiswanya kelompok komputer ini beberapa kali mendapat proyek pekerjaan. Lumayanlah semasa mahasiswa-nya Naif sudah bisa membeli sendiri PC/XT dari hasil tabungan bekerja dengan ilmu yang diperoleh-nya secara gratisan dari membaca manual &amp; membaca buku-buku sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Onno W. Purbo"&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7530133021715287438-1909040785835589750?l=greatkidee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://greatkidee.blogspot.com/feeds/1909040785835589750/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7530133021715287438&amp;postID=1909040785835589750' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7530133021715287438/posts/default/1909040785835589750'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7530133021715287438/posts/default/1909040785835589750'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://greatkidee.blogspot.com/2008/12/model-usaha-di-internet-bagi-si-naif.html' title='Model Usaha di Internet bagi si Naif'/><author><name>kidee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15846458578035204682</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_EYlqnptbOkI/ST1MfIIV-RI/AAAAAAAAAAg/UORBUQKzF80/S220/Dicky.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7530133021715287438.post-7456489465206585906</id><published>2008-12-21T15:00:00.000-08:00</published><updated>2008-12-27T15:30:11.155-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='e-commerce'/><title type='text'>Membuat Certificate Authority (CA) Sendiri?</title><content type='html'>Salah satu kunci strategis dalam pembangunan e-commerce adalah keberadaan certificate authority (CA) &amp; registration authority (RA). Keberadaan CA, RA &amp; Public Key Infrastructure (PKI) akan menjadi kunci dalam menjaga kepercayaan (trust) dalam transaksi e-commerce yang semua serba otomatis. Tentunya bagi e-commerce yang sangat sederhana yang mengandalkan kepercayaan antar orang yang di bangun dengan cara silaturahmi, maka kemampuan untuk membangun CA &amp; RA sendiri menjadi tidak diperlukan sama sekali.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CA &amp; RA tidak hanya bisa digunakan di e-commerce, tapi juga dapat digunakan dalam proses authentikasi dalam proses-proses usaha internal perusahaan / institusi anda. Misalnya anda sebuah lembaga pendidikan keberdaan CA &amp; RA ini dapat digunakan untuk identifikasi mahasiswa persis seperti kartu mahasiswa yang bisa digunakan untuk meminjam buku, maupun kartu akses ke resource yang ada di lembaga pendidikan tersebut jika di masukan ke dalam smartcard. Tentunya ide yang sama bisa dikembangkan untuk berbagai aplikasi di berbagai dunia usaha, bahkan kalau agak nekad sebetulnya teknologi CA &amp; RA bisa saja digunakan sebagai pengganti passport kita keluar negeri yang nantinya berbentuk smartcard.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kunci utamanya barangkali terletak pada teknologi pendukung Certificate Authority &amp; Registration Authority tersebut. Pada kesempatan ini saya akan mencoba membuka wawasan para pembaca tentang keberadaan teknologi Ceritificate Authority (CA) &amp; Registration Authority (RA) yang sifatnya bebas menggunakan Apache-style licence yang artinya dapat secara bebas / gratis di ambil &amp; digunakan untuk kebutuhan komersial maupun non-komersial. Adapun perangkat yang saya maksud adalah OpenCA http://www.openca.org yang masuk dalam kategori masyarakat Open Source seperti Linux.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa fasilitas utama yang tersedia pada OpenCA tersebut antara lain adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Certification Authority (CA) saat ini dapat mengimport Requests, membuat daftar permohonan certificate, export certificate, archivie requests, melihat arsip requests, delete requests, issue certificates, verify RA operator identity, export CRL; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Registration Authorities (RA) Server dapat membuat daftar permohonan yang pending/deleted/archivied, approve requests, export requests ke removable media, import new certs dari removable media, import CRLs;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misi proyek OpenCA adalah sebuah usaha kerjasama untuk membangun struktur interface berkaitan dengan masalah keamanan &amp; administrative untuk managemen operasi digital sertifikat X.509, seperti, admission, verify, revocation, suspension dll. Oleh karena itu proyek tsb akan meliputi berbagai aspek dari solusi administrative untuk mengatur sertifikat digital dan akan menggunakan banyak perangkat lunak yang telah tersedia di antara komunitas Open Source. Dua tugas utama yang di emban oleh proyek OpenCA tersebut adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Mempelajari &amp; memperbaiki skema keamanan yang akan menggaransi model terbaik yang akan digunakan di CA.&lt;br /&gt;• Membangun perangkat lunak yang memudahkan setup &amp; manajemen sebuah CA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proyek OpenCA di lakukan oleh sukarelawan di beberapa penjuru dunia yang menggunakan Internet untuk berkomunikasi, merencanakan, dan mengembangkan OpenCA toolkit beserta dokumentasinya. Karena OpenCA bukan merupakan sebuah perangkat lunak saja tapi merupakan juga gabungan beberapa perangkat lunak yang sudah ada lebih dulu maka penurunan dan lisensi OpenCA tergantung pada banyak perangkat lunak yang tersedia di komunitas Open Source. Tentunya prasyarat untuk menggunakan setiap perangkat pendukung tersebut harus dihargai jika anda mengunakan OpenCA. OpenCA toolkit-nya sendiri kebetulan dibuat dari awal oleh team OpenCA dan lisensi yang digunakan adalah Apache-style yang berarti dapat secara cuma-cuma diambil dan dugunakan untuk keperluan komersial maupun non-komersial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tim into dari proyek OpenCA pada dasarnya sukarelawan. Tidak ada spesifikasi / prasyarat yang khusus sebagai sukarelawan kecuali keinginan yang sangat kuat untuk berkontribusi pada saat bergabung dengan proyek OpenCA tersebut dan paling tidak pengetahuan yang minimal tentang standar kriptografi yang saat ini digunakan. Proyek OpenCA di atur oleh tim inti pengembangan OpenCA yang terdiri dari programmer / developer yang aktif dan kontributor utama-nya. Setiap orang yang berminat untuk bergabung dalam tim OpenCA dapat bergabung pada mailing list debeloper yang tersedia di Internet pada http://www.openca.org/docs/mlists.shtml. Adapun mailing list yang di rancang untuk mendukung pengguna OpenCA adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;openca-users@openca.org&lt;br /&gt;openca-bugs@openca.org&lt;br /&gt;openca-announce@openca.org&lt;br /&gt;openca-devel@openca.org&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semuanya di atur dalam URL http://www.openca.org/docs/support.shtml. Manajemen mailing list dilakukan oleh listmaster@openca.org. Tim inti proyek OpenCA saat ini adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Individual  OpenCA Email  Main Target&lt;br /&gt;Massimiliano Pala madwolf@openca.org  Core Developer &amp; Project Manager&lt;br /&gt;Giovanni Faglioni giova@openca.org  Project Manager &amp; Core Developer&lt;br /&gt;Sergio Duretti  duretti@comune.mo.it Project Contacts Manager&lt;br /&gt;Miguel Armas  kuko@openca.org  Core Developer&lt;br /&gt;Victor R. Ruiz  rvr@openca.org  Core Developer&lt;br /&gt;Simos Xenitellis simos@openca.org  Docs Developer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perangkat lunak OpenCA &amp; pendukungnya dapat di ambil dari pusat situs FTP mereka di ftp://ftp.openca.org/. Adapun mirror resmi OpenCA ada di beberapa negara seperti di:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jepang  ftp://ftp.dti.ad.jp/pub/net/OpenCA&lt;br /&gt;Swis  ftp://sunsite.cnlab-switch.ch/mirror/OpenCA &lt;br /&gt;Jerman  ftp://ftp.pca.dfn.de/pub/pca/tools/openca/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paket perangkat lunak OpenCA yang terbaru adalah OpenCA-0.2.0-4.tar.gz yang di release pada tanggal 7 Juli 2000 versi yang terbaru adalah 0.2.0 patch 4. Pada paket perangkat lunak OpenCA yang sama beberapa modul tambahan seperti modul perl, patch OpenSSL dll belum di tambahkan dan dapat di ambil melalui FTP.  Adapun modul-modul tambahan tersebut adalah:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Paket     Versi Terakhir&lt;br /&gt;OpenCA-X509-0.8.42.tar.gz  0.8.42&lt;br /&gt;OpenCA-Tools-0.3.01.tar.gz  0.3.01&lt;br /&gt;OpenCA-TRIStateCGI-1.2.35.tar.gz 1.2.35&lt;br /&gt;OpenCA-SV-0.5.98.tar.gz  0.5.98&lt;br /&gt;OpenCA-REQ-0.4.29.tar.gz  0.4.29&lt;br /&gt;OpenCA-PKCS7-0.1.24.tar.gz 0.1.24&lt;br /&gt;OpenCA-OpenSSL-0.5.58.tar.gz 0.5.58&lt;br /&gt;OpenCA-DB-0.5.87.tar.gz  0.5.87&lt;br /&gt;OpenCA-Configuration-1.3.14.tar.gz 1.3.14&lt;br /&gt;OpenCA-CRR-0.0.2.tar.gz  0.0.2&lt;br /&gt;OpenCA-CRL-0.5.36.tar.gz  0.5.36&lt;br /&gt;Net-LDAPapi-1.42.tar.gz  1.42&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya bagi anda yang ingin langsung mencoba OpenCA dapat langsung mencoba snapshot-nya yang dibuat secara otomatis dari perangkat lunak versi development. Adapun snapshot terakhir dari pada bulan Agustus 2000 adalah: OpenCA-SNAP-20000718.tar.gz tertanggal 18 Juli 2000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda ingin mencoba merasakan penggunaan OpenCA dapat masuk ke bagian certificate services pada http://www.openca.org. Selamat mencoba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Onno W. Purbo"&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7530133021715287438-7456489465206585906?l=greatkidee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://greatkidee.blogspot.com/feeds/7456489465206585906/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7530133021715287438&amp;postID=7456489465206585906' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7530133021715287438/posts/default/7456489465206585906'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7530133021715287438/posts/default/7456489465206585906'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://greatkidee.blogspot.com/2008/12/membuat-certificate-authority-ca.html' title='Membuat Certificate Authority (CA) Sendiri?'/><author><name>kidee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15846458578035204682</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_EYlqnptbOkI/ST1MfIIV-RI/AAAAAAAAAAg/UORBUQKzF80/S220/Dicky.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7530133021715287438.post-3797361442039758570</id><published>2008-12-21T10:58:00.000-08:00</published><updated>2008-12-27T16:01:21.267-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='e-commerce'/><title type='text'>Pola Pemberdayaan Usaha Kecil Menengah</title><content type='html'>Usaha Kecil Menengah (UKM) barangkali merupakan salah satu andalan utama bagi ketahanan ekonomi sebuah negara. Terbukti di masa krisis dengan bertumbangan banyak usaha konglomerasi yang dililit hutang luar negeri, usaha kecil menengah terutama yang berorientasi eksport justru meraup keuntungan yang luar biasa. Sebagian lagi survive dengan berbagai cara karena kecilnya investasi &amp; modal yang berputar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemberdayaan usaha kecil menengah ini mungkin akan menjadi kunci utama supaya kemungkinan survive negeri ini menjadi lebih tinggi. Bahkan bukan mustahil memberdayakan para jebolan pegawai negeri yang departemennya di likuidasi untuk menjadi usahawan kecil &amp; menengah. Dengan Internet sebetulnya proses pemberdayaan tersebut menjadi sangat menakjubkan, dengan biaya yang kecil (sedikit) proses pemberdayaan UKM dapat dilakukan untuk banyak usahawan.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh pola pemberdayaan UKM yang saya lihat menarik dilakukan oleh pemerintah Amerika Serikat di Departemen Small Businesss Administration pada situs Web http://www.sba.gov/.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Departemen Small Bisnis Administation kira-kira sama dengan Departemen Koperasi dan Usaha Kecil &amp; Menengah yang ada di Indonesia. Hanya saja tampaknya agak berbeda jauh dari sisi strategi &amp; keseriusan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan yang dilakukan oleh Depkop. Jika kita nanti memperhatikan dengan seksama pola yang digunakan oleh Amerika Serikat tidaklah mengherankan jika usaha kecil mereka menjadi maju, karena betul-betul di berdayakan oleh pemerintahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampak pada gambar adalah tampilan situs Web http://www.sba.gov/. Jika anda melakukan surfing ke dalam situs tersebut, saya berani menjadi bahwa anda akan terkagum-kagum oleh demikian niatnya SBA di US ini memberdayakan UKM-nya. Pola pemberdayaan sangat kental sekali, fungsi regulator betul-betul terasa untuk melindungi si UKM. Di antara sekian banyak fasilitas yang ada – ada beberapa fasilitas utama yang saya pikir akan sangat menarik jika di sediakan untuk UKM kita di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perpustakaan barangkali yang bagian yang menarik di SBA. Di Perpustakaan di sediakan dalam bentuk softcopy berbagai jawaban dari pertanyaan-pertanyaan (Frequently Asked Questions – FAQ), berbagai formulir yang dibutuhkan oleh para pengusaha, berbagai peraturan &amp; perundangan yang berkaitan bagi UKM, berbagai catatan, berbagai statistik yang berkaitan dengan usaha yang mungkin dibutuhkan bagi sebuah UKM untuk berkembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian starting merupakan bagian yang akan sangat menarik bagi sebagian besar UKM pemula, template bisnis plan yang lengkap sekali bagi sebuah UKM sampai detail perhitungan maupun proposal lengkapnya sehingga sebuah UKM dapat melakukan perhitungan di awal tentang kemungkin survive-nya ke depan. Bahkan berbagai perangkat lunak yang dibutuhkan untuk misalnya accounting, dll dll tersedia secara cuma-cuma untuk di download dari situs SBA ini agar sebuah UKM dapat dengan mudah menjalankan usahanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi UKM yang membutuhkan financing / pendanaan juga di sediakan berbagai informasi yang dibutuhkan untuk pendanaan tersebut secara terbuka. Berbagai persyaratan yang perlu disiapkan di jelaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Transparansi yang sangat terbuka dari segala hal tampak sekali dilakukan oleh SBA di US. Kunci utama-nya sebetulnya kebiasaan untuk menyebarkan segala informasi yang ada secara terbuka ke masyarakat. Semoga saja pemerintah Indonesia dapat melakukan transparansi yang dibutuhkan bagi UKM di Indonesia. Alangkah indahnya hidup kita di Indonesia jika transparansi informasi dapat dilakukan sehingga tidak ada lagi bisnis spekulasi di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Onno W. Purbo"&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7530133021715287438-3797361442039758570?l=greatkidee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://greatkidee.blogspot.com/feeds/3797361442039758570/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7530133021715287438&amp;postID=3797361442039758570' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7530133021715287438/posts/default/3797361442039758570'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7530133021715287438/posts/default/3797361442039758570'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://greatkidee.blogspot.com/2008/12/pola-pemberdayaan-usaha-kecil-menengah.html' title='Pola Pemberdayaan Usaha Kecil Menengah'/><author><name>kidee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15846458578035204682</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_EYlqnptbOkI/ST1MfIIV-RI/AAAAAAAAAAg/UORBUQKzF80/S220/Dicky.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7530133021715287438.post-2732212369712118250</id><published>2008-12-21T10:52:00.000-08:00</published><updated>2008-12-27T14:59:08.777-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='e-commerce'/><title type='text'>Dari Media online menuju Knowledge Commerce</title><content type='html'>Strata data, informasi, pengetahuan dan kebijakan bagian dari strata kerangka dunia informasi. Nilai ekonomis ada di strata informasi dan pengetahuan.Strata kebijakan sangat mempengaruhi nilai strata dibawahnya tapi tidak bijak jika diperjual belikan. Transaksi ekonomi informasi kadang dibarengi transaksi uang dan barang telah dikenal sebagai media online maupun e-commerce yang mulai marak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih bebasnya kontrol kualitas &amp; isu keamanan menyebabkan perdagangan informasi seperti media online lebih marak dari e-commerce. Media online detik.com, astaga!com, satunet merebak. Tambah semarak lagi percaturan dengan adanya pers kampus seperti  kampusonline@egroups.com &amp; angkringan@egroups.com.Tentu tak terlupakan rekan-rekan AJI yang menambah marak independensi pemberitaan.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya disini kita masih bicara data, fakta &amp; informasi yang di akui sebagai komoditi yang sangat panas (bahkan mungkin paling panas) jika kita melihat maraknya media online. Media online telah diletakan pada rangking teratas di berbagai cache server di jaringan internet di kampus.Hit rate tinggi akhirnya mendongkrak harga saham media online.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat maraknya transaksi dunia informasi terutama media online, dengan logika sederhana, harusnya ada strata transaksi yang lebih tinggi daripada sekedar materi, data, fakta dan informasi yaitu strata pengetahuan (knowledge) yang harusnya mempunyai added value yang lebih tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum banyak memang portal “transaksi” pengetahuan (knowledge commerce), bentuk transaksi masih tradisional seperti dilakukan konsultan seperti mckinsey.com, ac.com, forrester.com. Secara akademis formal berbentuk pendidikan jarak jauh yang sekarang masih dilakukan secara konvensional. Platform IT &amp; internet sebetulnya memungkinkan percepatan transaksi informasi &amp; pengetahuan - platform ini harusnya mengubah paradigma proses pemberdayaan pembelajaran pengetahuan yang selama ini di anut. Media online menikmati kesuksesannya dengan hilangnya badan sensor dan DEPPEN, tidak demikian di strata pengetahuan. Badan akreditasi, ijazah masih menjadi momok bahkan tujuan utama. Platform IT &amp; internet memungkinkan disintermediasi badan akreditasi &amp; audit perantara sehingga proses akreditasi &amp; audit akan langsung oleh masyarakat. Evaluasi akreditasi audit pengetahuan seseorang akan dilihat dari kemampuan seseorang secara transparan oleh masyarakat luas dibantu oleh media elektronik, secara sederhana transaksi domain pengetahuan implisit, eksplisit di platform berbasis internet akhirnya akan memungkinkan proses audit masyarakat terhadap performance seseorang dilakukan dengan mudah. Konsep ijazah, akreditasi, ujian negara dipertanyakan - perlukah itu semua dalam platform e-millenium dengan society audit?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Knowledge commerce akan marak pada saat disintermediasi badan akreditasi &amp; audit terjadi dan keberadaan jumlah besar massa orang pandai di platform informasi yang memungkinkan society audit terjadi. Knowledge management akan menjadi portal utama dalam domain knowledge commerce; berbeda dengan portal media online yang kita kenal belakangan ini. Portal knowledge management harus mampu mengolah transaksi pengetahuan implisit antar manusia melalui media interaksi seperti mailing list yang berkonotasi community building, mengolah pengetahuan eksplisit berbentuk dokumen, hasil penelitian, tulisan yang terintegrasi dalam perpustakaan digital, dan yang terakhir pengetahuan yang potensial dalam bentuk hasil analisis terhadap data mentah maupun berbagai informasi yang tersebar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkinkah knowledge commerce dilakukan? cikal bakal knowledge commerce ada di Indonesia seperti team digital library ITB dipimpin Ismail Fahmi (digilib@itb.ac.id) yang terkait dalam jaringan 20+ perpustakaan. Perangkat lunak knowledge management ITB dilepaskan ke public domain sehingga dapat dicopy &amp; digunakan secara cuma-cuma jika anda mampu, mudah-mudahan dapat mendorong tumbuhnya knowledge commerce di Indonesia. Juga ada inisiatif knowledge management yang didukung oleh Yayasan Litbang Telekomunikasi Indonesia (YLTI).&lt;br /&gt;"Onno W. Purbo"&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7530133021715287438-2732212369712118250?l=greatkidee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://greatkidee.blogspot.com/feeds/2732212369712118250/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7530133021715287438&amp;postID=2732212369712118250' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7530133021715287438/posts/default/2732212369712118250'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7530133021715287438/posts/default/2732212369712118250'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://greatkidee.blogspot.com/2008/12/dari-media-online-menuju-knowledge.html' title='Dari Media online menuju Knowledge Commerce'/><author><name>kidee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15846458578035204682</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_EYlqnptbOkI/ST1MfIIV-RI/AAAAAAAAAAg/UORBUQKzF80/S220/Dicky.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7530133021715287438.post-5272015808863357696</id><published>2008-12-21T09:55:00.000-08:00</published><updated>2008-12-27T14:57:31.568-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='e-commerce'/><title type='text'>Main Saham Lewat Internet</title><content type='html'>Tertarik dengan dunia saham? Ingin mencobanya? Jangan terburu-buru, sebaiknya mencoba dulu kemampuan anda bermain saham di bursa saham virtual yang ada di internet. Sebetulnya apa sih bursa saham virtual itu? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bursa saham virtual adalah bermain saham secara virtual atau lebih mudahnya bermain saham bohong-bohongan. Bohong-bohongan karena  uang yang dipakai adalah uang virtual, seperti halnya kalau kita bermain monopoli. Tetapi saham yang diperjual belikan dan nilai-nilai sahamnya adalah nilai sebenarnya. Cukup realistis untuk merasakan untung &amp; rugi dunia bursa saham tetapi tanpa resiko finansial di sisi kita, kecuali membayar pulsa telepon &amp; ISP saja.&lt;div class="fullpost"&gt; Ada beberapa situs tempat latihan bermain saham di Internet, diantara sekian banyak situs yang patut dicoba adalah http://www.bursavirtual.com atau http://www.simulasisaham.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menggunakan ke dua situs latihan ini, pertama kali yang harus kita lakukan adalah mendaftarkan diri ke situs tersebut. Pada situs bursa virtual pendaftaran dilakukan secara  gratis. Segera setelah selesai mendaftar anda akan memperoleh modal virtual sebesar Rp 100 juta. Dana tersebut lumayan besar dan terasa cukup menyenangkan mempunyai modal awal 100 juta yang dapat dengan bebas dibelikan saham, walau hanya virtual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan bursa virtual, pada situs simulasi saham.com kita perlu merogoh kantong &amp; merelakan uang betulan sebesar Rp 50 ribu pada saat pembayaran. Cara pembayarannya sebetulnya tidak terlalu repot, karena uang tersebut dapat dibayarkan melalui klik bca (yang icon nya tersedia di situs tersebut). Jadi kalau sudah punya rekening  di bca (baik tabungan atau rekening koran) pembayaran dapat dilakukan dengan mudah. Dengan membayar uang pendaftaran tersebut, maka anda akan memperoleh fasilitas akses internet gratis dari link net (sampai dengan bulan desember 2001). Sayangnya tidak banyak kota-kota di Indonesia yang dapat menikmati akses internet dari Link Net .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peserta simulasi saham memperebutkan hadiah yang jumlahnya cukup meggiurkan. hadiah pertama Rp 50 juta dan jika bisa menjadi juara pertama selama 3 kali berturut-turut maka berhak atas mobil mercedez A140 . Tetapi karena pesertanya juga cukup banyak agak sulit juga menjadi pemenang pertama, apalagi sampai 3 kali berturut-turut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di situs bursa virtual, saham-saham yang dapat diperjual belikan adalah saham-saham yang terdaftar di bursa efek jakarta. Modal Rp. 100 juta dapat langsung dipakai untuk membeli saham-saham pilihan. Pada portfolio dapat dilihat saham-saham apa saja yang sudah menjadi milik anda, dan apakah anda memperoleh laba atau malahan rugi. Jika ingin mengikuti kompetisi (yang tentu saja ada hadiahnya) cukup klik icon kompetisi, maka anda akan langsung terdaftar sebagai peserta kompetisi . &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umumnya sebetulnya ke dua fasilitas di situs tersebut cukup menarik. Sialnya akses ke situs tersebut terasa cukup lambat, walaupun kami menggunakan akses Interet yang cukup cepat di daerah. Bisa di bayangkan ternyatadengan akses Internet yang cepat ternyata performance situs tersebut kurang baik, apalagi jika anda membukanya di rumah memakai modem 28 kbps dan akses internet yang alon-alon asal kelakon, jelas anda akan merasa frustasi .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang ingin lebih serius bermain saham ,ada baiknya jika mencari informasi tambahan seputar dunia saham di beberapa situs saham dan analisa saham. Situs yang cukup menarik dan membantu antara lain adalah: www.e-bursa.com, www.indofinanz.xom, www.jsxonline.com, www.mainsaham.com, www.indoexchange.com. Di situs-situs tersebut anda dapat memperoleh harga saham terakhir, dan rekomendasi dari beberapa pialang mengenai saham tersebut (buy, sell, hold). Anda juga dapat melakukan pengecekan terhadap suatu saham (laporan keuangan tahunan, quote detail, keterangan perusahaan, grafik, dll. ) yang bagi orang awam cukup membingungkan . Anda juga dapat berlangganan newsletter tentang pasar bursa &amp; keuangan dari berbagai situs di atas yang akan dikirimkan secara langsung ke alamat e-mail anda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan lupa untuk membuka beberapa media yang mengulas terutama mengenai ekonomi dan bisnis sebagai bahan informasi. Beberapa media yang dapat dipakai sebagai bahan informasi adalah: www.bisnis.com &amp; www.swanet.con, hanya sebagai tambahan saja, karena sebenarnya di situs-situs yang ada di atas juga memberikan informasi mengenai keadaan ekonomi atau ulasan dari suatu saham/perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, sekarang anda sudah siap untuk terjun di dunia saham &amp; bertransaksi secara virtual. Cobalah bermain selama satu atau dua bulan, dan sebagai penambah semangat berkompetisi, adakan  pengecekan secara berkala sampai dimana posisi ranking anda. Jika dalam beberapa bulan tersebut hasil yang anda peroleh cukup memuaskan, maka dapatlah dipikirkan untuk lebih serius terjun ke dunia jual beli saham.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk bermain secara serius, anda dapat mendaftarkan diri ke pialang yang ada di Indonesia lewat internet, coba buka beberapa situs: www.sinarmassekuritas.co.id, www.jsxonline.com, www.indofinanz.com, dll, atau anda dapat mendaftarkan diri ke perusahaan seskuritas yang ada di kota anda. Modal awal yang diperlukan untuk bermain saham ini adalah sekitar 2,5 juta sampai 25 juta rupiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya jika hasil yang diperoleh dari bermain saham secara virtual kurang menguntungkan,  barangkali rencana untuk mencari tambahan dana dari bermain saham patut anda pertimbangkan kembali. Berlatih &amp; membaca berbagai ulasan tentang kondisi pasar bursa, ekonomi makro &amp; kondisi bisnis akan sangat membantu anda agar jangan sampai yang tadinya mau untung jadi buntung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Metta &amp; Onno W. Purbo"&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7530133021715287438-5272015808863357696?l=greatkidee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://greatkidee.blogspot.com/feeds/5272015808863357696/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7530133021715287438&amp;postID=5272015808863357696' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7530133021715287438/posts/default/5272015808863357696'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7530133021715287438/posts/default/5272015808863357696'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://greatkidee.blogspot.com/2008/12/main-saham-lewat-internet.html' title='Main Saham Lewat Internet'/><author><name>kidee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15846458578035204682</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_EYlqnptbOkI/ST1MfIIV-RI/AAAAAAAAAAg/UORBUQKzF80/S220/Dicky.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7530133021715287438.post-8256750971391771845</id><published>2008-12-21T08:30:00.001-08:00</published><updated>2008-12-27T14:55:36.888-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='e-commerce'/><title type='text'>Kolapse-Nya Model Usaha B2C</title><content type='html'>Di awal tahun 2001, saham-saham dotcommers terutama B2C tampaknya kembali bermasalah dengan turun drastis-nya saham Yahoo.com di NASDAQ sampai menurunkan CEO &amp; Direktur Marketing mereka dari tampuk pimpinan. Yang disusul dengan berjatuhannya saham-saham media online lainnya seperti CNET dll. Dengar-dengar hal ini juga terjadi di Indonesia, beberapa teman dotcommers terpaksa mengurangi puluhan karyawannya.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus jatuhnya dotcommers ini biasanya ujung-ujungnya sederhana saja sih, yaitu UUD juga. Kebanyakan model bisnis B2C gagal mencapai target pemasukan untuk menutupi biaya operasional &amp; modal para dotcommers tsb. Yang terutama karena turunnya spending berbagai perusahaan untuk memasang iklan (banners ad) di berbagai portal tsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang harus di akui bahwa proses kolapse ini hanya terjadi model bisnis B2C, sedangkan B2B yang sifatnya transaksi antar perusahaan, antara pengrajin di Bali, di Jogya, di Jepara dengan distributor-nya di Eropa, di Amerika melalui e-mail yang sederhana saja justru tidak terpengaruh banyak dengan kondisi pasar modal NASDAQ dll. bahkan uang yang masuk jauh lebih besar daripada B2C ini. Bisnis akses Internet, seperti ISP, WARNET dll-pun tidak mengalami kolapse yang parah seperti B2C, memang mengalami penurunan karena kita harus membayar US$ untuk menyewa bandwidth ke Internet &amp; investasi PC-nya yang menjadi lebih berat dengan kondisi politik gunjang-ganjing belakangan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana kiat / cara menyelamatkan bisnis B2C yang sedang kolapse ini? Isu yang mendasari konsep usaha B2C sebetulnya sangat terkait dengan jumlah pengakses Internet di negara tsb, jumlah massa internet dan jumlah komunitas yang menempel ke portal B2C tersebut. Dalam bahasa dotcommers barangkali kunci-nya adalah kemampuan membangun komunitas, hanya pemimpin komunitas yang bisa survive dalam bisnis B2C di Internet. Sialnya menjadi pemimpin itu bukan pekerjaan yang gampang apalagi pada bangsa yang sudah 32 tahun terbiasa menunggu petunjuk Bapak di atas sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saya pikir kunci-nya harus pada baca-baca bukunya Prof. Sarlito (Psychology UI) khususnya tentang psychology massa. Juga membaca-baca tentang tentang psychological warfare &amp; information warfare di Internet, yang cukup banyak tersebar &amp; terbuka di situs-situs militer seperti di DoD (Department of Defence) US. Ilmu perang content ini yang akan sangat membantu dalam kita survive di dunia cyber terutama di B2C yang sifatnya menggerakan "massa". Kalau bisnis B2B yang sifatnya lebih pasti &amp; lebih besar duit yang berputarnya biasanya pemain-nya lebih banyak diam saja &amp; tidak listing ke bursa saham.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika masih gagal dalam menggalang massa di dunia maya, yang memang jumlah massa-nya masih sedikit sekali. Seperti di Indonesia massa Internet di Indonesia kan masih kurang dari 1% dari rakyat Indonesia, jadi masih sulit &amp; kurang memadai kalau kita hanya menggalang massa di Internet saja. Mau tidak mau kita harus melakukan strartegi-strategi hybrid, mengintegrasikan dunia maya dengan dunia nyata. Yah pada akhirnya tidak realistis jika kita menggantungkan diri 100% kepada pola usaha B2C di Internet yang nombok terus. Ada baiknya melakukan diversifikasi ke usaha lain yang paralel / menunjang usaha B2C di Internet-nya, misalnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Membuat organizer, misalnya B2C bidang travel ya membuat paket tour.&lt;br /&gt;• Membuat usaha paralel di dunia nyatanya, seperti LippoShop ternyata 80-90% transaksinya kan lewat telepon &amp; FAX bukan Internet seperti di akui oleh Pak Parapak. Bayangkan, kalau LippoShop mengandalkan 100% ke Internet bisa mati juga dia.&lt;br /&gt;• Membuat workshop &amp; training, terutama kalau bidang usahanya memang memungkinkan di sekitar ilmu pengetahuan (apa aja).&lt;br /&gt;• Membuat seminar &amp; talkshow, terutama kalau bidang usahanya memang di sekitar distribusi informasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kondisi massa di Internet masih sedikit, pada akhirnya tidak bisa 100% mengandalkan model usaha B2C di Internet. Paling ideal kalau bisa paralel di dua (2) dunia sekaligus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya masih percaya kunci-nya usaha B2C ada di  kemampuan utk menguasai psychology massa (Pak Sarlito), information warfare &amp; psychological warfare karena rekan-rekan B2C berhubungan langsung dengan massa / komunitas. Berbeda dengan model usaha B2B yang tidak berhubungan dengan massa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Onno W. Purbo"&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7530133021715287438-8256750971391771845?l=greatkidee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://greatkidee.blogspot.com/feeds/8256750971391771845/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7530133021715287438&amp;postID=8256750971391771845' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7530133021715287438/posts/default/8256750971391771845'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7530133021715287438/posts/default/8256750971391771845'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://greatkidee.blogspot.com/2008/12/kolapse-nya-model-usaha-b2c.html' title='Kolapse-Nya Model Usaha B2C'/><author><name>kidee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15846458578035204682</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_EYlqnptbOkI/ST1MfIIV-RI/AAAAAAAAAAg/UORBUQKzF80/S220/Dicky.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7530133021715287438.post-5152507381361881085</id><published>2008-12-20T11:52:00.000-08:00</published><updated>2008-12-27T14:53:51.843-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='e-commerce'/><title type='text'>Knowledge Commerce</title><content type='html'>Warung Internet makin marak, investasi kecil dengan kemungkinan RoI yang cepat menarik di simak di asosiasi-warnet@itb.ac.id. Keberadaan Warnet &amp; Internet Servis Provider (ISP) di Indonesia menjadi sangat penting bagi jasa di atas Internet seperti media online. Tanpa akses pengguna ke Internet akan matilah jasa di atas Internet. Tapi seperti hal-nya bisnis akses lainnya, ISP &amp; Warnet adalah bisnis dengan profit marginal. Bundling dengan servis lainnya yang akan menghidupi usaha akses secara keseluruhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jasa di atas Internet tidak kalah marak - ketiadaan regulator informasi memarakan media online di Indonesia di samping media cetak &amp; media elektronik. Media online detik.com, astaga!com, satunet dll merebak. Tambah semarak lagi dunia percaturan dengan penetrasi media dibantu rekan pers &amp; penerbitan kampus seperti&lt;div class="fullpost"&gt;  kampusonline@egroups.com, angkringan@egroups.com yang berbasis rekan mahasiswa. Juga tentu tak terlupakan rekan-rekan AJI yang menambah marak independensi pemberitaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya disini kita masih bicara data, fakta &amp; informasi. Data, fakta &amp; informasi di akui merupakan komodity yang sangat panas (bahkan mungkin paling panas) jika kita melihat maraknya media online. Jelas terlihat di cache server di kampus-kampus akan meletakan media online pada rangking teratas dari halaman web yang paling sering di akses oleh penguna Internet di Indonesia. Hit rate tinggi mendongkrak harga saham media online.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perdagangan materi dan jasa juga tak kalah menarik di e-commerce, e-bisnis menarik banyak pelaku untuk berkiprah di dalamnya. Lippo-e-net dan institusi setaranya mulai bergerak dengan roadshow-nya untuk membentuk komunitas. Memang belum seramai media online tapi cukup menjanjikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika diperhatikan dibawah bertumpu pada usaha / bisnis akses di ikuti oleh transaksi materi, data, informasi di atasnya. Dengan logika sederhana, harusnya ada strata transaksi yang lebih tinggi daripada sekedar materi, data, fakta dan informasi. Strata pengetahuan (knowledge) dan terakhir wisdom yang biasanya tidak diperdagangkan secara vulgar. Keduanya merupakan strata yang lebih tinggi daripada sekedar data, fakta &amp; informasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum banyak memang portal “transaksi” pengetahuan, bentuk transaksi masih tradisional seperti dilakukan konsultan seperti mckinsey.com, ac.dom, forrester.com. Atau secara akademis formal seperti pendidikan jarak jauh yang juga saat ini masih dilakukan secara konvensional. Platform internet berbasis teknologi informasi memungkinkan percepatan transaksi informasi &amp; pengetahuan – platform ini harusnya mengubah paradigma proses pemberdayaan pembelajaran pengetahuan yang selama ini di anut. Cepat atau lambat disintermediasi akan terjadi pada badan akreditasi &amp; audit perantara sehingga proses akreditasi &amp; audit akan langsung oleh masyarakat. Evaluasi akreditasi audit pengetahuan seseorang akan dilihat dari kemampuan seseorang secara transparant oleh masyarakat luas dibantu oleh media elektronik, secara sederhana transaksi domain pengetahuan implisit, eksplisit di platform berbasis internet akhirnya akan memungkinkan proses audit masyarakat terhadap performance seseorang dilakukan dengan mudah. Konsep ijazah, akreditasi, ujian negara menjadi kabur – perlukah itu semua? Dalam platform e-millenium yang memungkinkan society audit terjadi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Knowledge commerce menjadi komoditi yang panas pada saat disintermediasi badan akreditasi &amp; audit terjadi dan keberadaan jumlah besar massa orang pandai di platform informasi yang memungkinkan society audit terjadi. Knowledge management akan menjadi portal utama dalam domain knowledge commerce; berbeda dengan portal media online yang kita kenal belakangan ini. Portal knowledge management harus mampu mengolah transaksi pengetahuan implisit antar manusia melalui media interaksi seperti mailing list, mengolah pengetahuan eksplisit berbentuk dokumen, hasil penelitian, tulisan yang terintegrasi dalam perpustakaan digital, dan yang terakhir pengetahuan yang potensial dalam bentuk hasil-hasil analisis terhadap data mentah maupun berbagai informasi yang tersebar. Cikal bakal knowledge commerce sebetulnya telah tampak di Indonesia seperti yang dilakukan oleh team digital library ITB dipimpin Ismail Fahmi (digilib@itb.ac.id) yang terkait dalam jaringan 20+ perpustakaan, juga inisiatif knowledge management yang didukung oleh Yayasan Litbang Telekomunikasi Indonesia (YLTI).&lt;br /&gt;"Onno W. Purbo (onno@indo.net.id)"&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7530133021715287438-5152507381361881085?l=greatkidee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://greatkidee.blogspot.com/feeds/5152507381361881085/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7530133021715287438&amp;postID=5152507381361881085' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7530133021715287438/posts/default/5152507381361881085'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7530133021715287438/posts/default/5152507381361881085'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://greatkidee.blogspot.com/2008/12/knowledge-commerce.html' title='Knowledge Commerce'/><author><name>kidee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15846458578035204682</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_EYlqnptbOkI/ST1MfIIV-RI/AAAAAAAAAAg/UORBUQKzF80/S220/Dicky.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7530133021715287438.post-4698435356208519273</id><published>2008-12-20T08:50:00.000-08:00</published><updated>2008-12-27T14:52:22.308-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='e-commerce'/><title type='text'>Kebijakan e-commerce di APEC</title><content type='html'>Tulisan ini merupakan rangkuman beberapa hasil pertemuan negara-negara APEC tentang e-commerce &amp; perdagangan tanpa kertas (paperless) yang di adakan di Beijing, Tiongkok pada suhu –8 derajat pada tanggal 9-10 Februari 2001 di China International Electronic Commerce Center yang terletak agak di luar kota Beijing dan tampaknya merupakan wilayah baru yang dikembangkan untuk industri masa depan. Simposium APEC tingkat tinggi ini di buka oleh Mr. Shi Guangsheng, Meteri Luar Negeri &amp; Kerjasama Ekonomi, dan Mr. Wu Jichuan, Menteri Negara Indusrtri Informasi dan Dutabesar Australia di Cina.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bersama Indra Utoyo dari Telkom berkesempatan untuk mewakili Indonesia atas sponsor yang diberikan oleh pemerintah Australia (jadi bukan utangan Bank Dunia / IMF). Acara yang dihadiri sekitar 200-an peserta dari berbagai negara menampilkan 43 pembicara / makalah dari berbagai negara dalam tiga bidang utama, yaitu, infrastruktur pendukung e-commerce, kerangka hukum dan terakhir sumber daya manusia. Indra Utoyo terlibat di masalah infrastruktur sedang saya sendiri terlibat di masalah sumber daya manusia. Sayang tidak ada praktisi hukum Indonesia yang terlibat di legal framework padahal pihak Australia bersedia untuk mensponsori lima (5) pengamat Indonesia untuk berpartisipasi dalam acara tersebut, kesempatan tersebut hanya di isi oleh rekan dari INDAG &amp; POSTEL. Mungkin ada baiknya teman-teman di APEC Desk di berbagai departemen untuk lebih akrab berkoordinasi terutama menggunakan e-mail / mailing list seperti genetika@yahoogroups.com atau mastel-e-commerce@yahoogroups.com.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Target secara umum yang dicanangkan adalah mereka berharap e-commerce &amp; paperless trading bisa terjadi di negara maju pada tahun 2005 sedang negara berkembang (termasuk Indonesia) di targerkan untuk mampu berpartisipasi dalam e-commerce pada tahun 2010. Harus di akui bahwa prioritas &amp; persepsi masing-masing negara akan bisa berbeda jauh satu dengan lainnya tergantung tingkat kemajuan sosial &amp; budaya masyarakat di masing-masing negara. Dari berbagai ceramah yang diberikan rekan-rekan dari negara maju seperti Australia, Amerika &amp; Jepang biasanya berpegang pada asumsi bahwa masyarakat yang dihadapi relatif jujur, profesional &amp; pandai – sayangnya hal ini bukan gambaran umum di banyak negara berkembang, termasuk Indonesia. Yang cukup menyegarkan adalah James Goh – Regional Vice President, United Parcel System (UPS) yang secara eksplisit menyatakan kesediaan pihak swasta di dunia transportasi untuk membantu pemerintah terutama di negara berkembang untuk investasi infrastruktur e-commerce (EDI)-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita membahas secara garis besar berbagai hal / pengalaman di lapangan yang di ajukan oleh rekan-rekan negara lain dalam ke tiga (3) bidang tersebut. Dalam bidang Infrastruktur, isu utama-nya sebetulnya sangatlah klasik seperti penetrasi PC, penetrasi telepon di masyarakat. Tiongkok barangkali merupakan contoh paling fantastis dalam melakukan percepatan penetrasi teleponnya dari yang hanya beberapa juta saluran sambung di tahun 80-an, pada hari ini telah mencapai paling tidak sekitar 200 juta-an saluran sambungan. Belum lagi pengguna Internet di Tiongkok ini yang booming mencapai 20 juta pengguna. Semua di tunjang dengan berbagai gerakan yang cukup revolusioner, yang bisa kita lihat akibatkan dengan murahnya barang-barang buatan Tiongkok seperti kendaraan bermotor, peralatan komputer dll yang harganya rata-rata 50% dari harga pasaran di luar tiongkok. Belum lagi program pembrantasan korupsi yang tanpa kompromi dan telah berakibat minimal satu orang wakil menteri, dan beberapa pimpinan setingkat DIRJEN semua di hukum mati. Jack Ma bekas guru bahasa Inggris di Beijing sekarang CEO Alibaba.com barangkali merupakan salah satu bintang dalam acara tersebut. Ma telah berhasil menarik US$25 juta investasi ke portal Alibaba.com yang saat ini beranggotakan sekitar 250.000 registered user dari 200 negara di market place yang mereka bangun di Portal alibaba.com. Pada akhirnya pengembangan infrastruktur telekomunikasi maupun e-commerce merupakan seni tersendiri yang harus dibarengi oleh kebijakan pemerintah yang menunjang terjadi iklim industri telekomunikasi &amp; informasi yang baik, kualitas sumber daya manusia yang baik maupun keahlian dalam berbagai teknik telekomunikasi baik yang menggunakan kabel maupun tanpa kabel melalui satelit atau microwave terutama untuk mencapai daerah rural / terpencil dan juga di perkotaan yang tidak bisa diberikan servis oleh Telkom pada kecepatan tinggi. Di Indonesia masterplan untuk infrastruktur pendukung IT sebetulnya telah mulai di buat &amp; di rangkum oleh rekan-rekan di POSTEL dibawah koordinasi Pak Ismail Ahmad (ismail@postel.go.id) &amp; Pak Azhar Hasyim (azhar_hasyim@postel.go.id). Sebagian dari rencana strategis maupun rencana taktis yang akan digunakan untuk mengembangkan infrastruktur untuk memberdayakan masyarakat Internet di Indonesia dapat dibaca di beberapa artikel di detik.com. Salah satu hal yang paling menggembirakan adalah tidak akan ada pembatasan ijin ISP di Indonesia terutama untuk di luar jawa yang di sertai dengan kemudahan perolehan ijin ISP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bidang hukum (legal), bea cukai sebetulnya merupakan kunci utama selain teknologi e-commerce. Hampir semua negara menceritakan usaha yang tengah berlangsung untuk menurunkan tarif beacukai yang diharapkan bisa menghemat US$50 milyar per tahun bagi konsumen. Perjanjian penurunan tarif ini merupakan bagian dari kesepakatan WTO khususnya Information Technology Agreement (ITA). Komputer merupakan salah satu peralatan yang tarif beacukai-nya di nol-kan, sialnya DIRJEN PAJAK kemudian mengenakan PPnBM (Pajak Pertambahan Nilai Barang Mewah) kepada komputer sebesar 20% - yang tentu saja sangat merugikan bangsa Indonesia sendiri secara keseluruhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses e-commerce sendiri terutama di tujukan untuk mengeffisienkan transaksi dokumen, yang pada akhirnya akan mengeffisienkan transaksi barang. Masalah hukum (legal) e-commerce menjadi menarik dan “kompleks” karena dokumen dibuat di PC, di index di PC, digunakan dalam bentuk kertas (biasanya), di simpan &amp; di arsip dalam bentuk kertas / elektronik.  Revolusi e-bisnis mengembangkan proses bisnis yang baru, terlalu banyak informasi, kertas tidak bisa diterima, bergerak sangat cepat – akan tetapi harus ada pergeseran paradigma yang membutuhkan penerimaan, perubahan hukum, cara / prosedur yang baru, pola fikir yang baru dan terutama membutuhkan pemikiran yang bersih. Inisiatif Electronic Original yang di canangkan oleh Michael Baker dari AOEMA (michael.baker@aoema.org) mengusulkan beberapa langkah taktis terdiri dari lima (5) kesepakatan internasional untuk melakukan e-commerce yang baik, mulai dari penyimpanan informasi secara elektronik; kebijakan menggunakan e-mail untuk berkomunikasi; indentitas, tanda tangan digital &amp; hak cipta; penggunaan certificate authority; dan penggunaan kepercayaan pihak ke tiga. Langkah selanjutnya adalah Kebijakan untuk keamanan informasi, analisa resiko, infrastruktur keamanan yang mendukung transaksi e-commerce &amp; e-dokumen. Mengubah hukum dengan cara mengidentifikasi isu dan melakukan proses perubahan dengan mengacu hukum-hukum internasional yang berlaku seperti di APEC, Masyarakat Eropa &amp; US. Yang tidak kalah penting selanjutnya perlu pembentukan dewan penasehat yang profesional di bidangnya terutama pakar, publisher / redaksi, pakar hukum. Pemerintah harus menganalisa kelemahan hukum yang sudah ada saat ini, aktif dalam berbagai forum internasional untuk berkoordinasi dan membangun di atas pekerjaan yang pernah di kerjakan sebelumnya – jangan setiap kali membangun dari awal lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir adalah bidang sumber daya manusia yang kebetulan saya terlibat secara aktif. Pada prinsipnya semua negara APEC setuju bahwa Sumber Daya Manusia merupakan kunci utama keberhasilan kita dalam mengembangkan e-commerce di masing-masing negara. Sialnya, kebanyakan orang maupun pemerintah memberikan kesan mengangkat isu SDM sekedar basa-basi supaya terlihat manusiawi saja oleh negara lain, tanpa memberikan program &amp; budget yang betul. Pada dasarnya ada dua strategi umum yang perlu di jalankan di lapangan di samping kebijakan pemerintah yang kondusif. Pertama adalah masalah IT awareness / IT literacy untuk masyarakat banyak yang berfokus untuk meningkatkan kuantitas masyarakat IT. Kedua adalah pendidikan untuk IT profesional yang lebih di fokuskan pada peningkatan kualitas SDM profesional. Beberapa hal taktis yang bisa ditindak lanjuti oleh APEC dalam pemayarakatan IT misalnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Penggunaan e-mail sebagai alat komunikasi yang resmi antar pimpinan APEC maupun pejabat tingginya.&lt;br /&gt;• Penggunaan bahasa Inggris sebagai bahasa komunikasi antar negara. Sedang penggunaan bahasa lokal untuk komunikasi internal di negara masing-masing agar dapat menjangkau massa yang lebih besar.&lt;br /&gt;• Memberikan insentif bagi penulis muda untuk menuliskan pengetahuan mereka dalam bahasa lokal.&lt;br /&gt;• Mengadakan program training for trainers yang sifatnya kompetitif di antara negara APEC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa langkah taktis yang dapat dilakukan oleh APEC untuk memperoleh lebih banyak IT Profesional, terutama:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Meminta menteri pendidikan untuk memasukan IT kedalam kurikulum nasional.&lt;br /&gt;• Memasukan IT dalam segala jenjang pendidikan baik formal, non-formal maupun informal.&lt;br /&gt;• Encourge program sertifikasi IT yang berbasis di Industri, seperti MCP / MCSE pada Microsoft atau program serupa Cisco,  Linux dll.&lt;br /&gt;• Membangun market place untuk interaksi B2B antar pemain di APEC.&lt;br /&gt;Selain usaha yang dilakukan oleh APEC, sebetulnya masing-masing negara dapat juga memacu pertumbuhan SDM yang melek IT, misalnya dengan cara:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Mendorong tumbuhnya lembaga-lembaga pendidikan terutama di bidang IT. Sukur-sukur DIKNAS bisa memudahkan semua proses perijinannya.&lt;br /&gt;• Mendorong semua PTS, PTN untuk mempublikasikan hasil penelitiannya di publik, menggunakan GPL / copyleft.&lt;br /&gt;• Mendorong terbentuknya perpustakaan digital &amp; knowledge infrastruktur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk meningkatkan IT Literacy / IT Awareness ada beberapa hal yang bisa dilakukan secara swadaya masyarakat, misalnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Melakukan roadshow, seminar &amp; talkshow.&lt;br /&gt;• Mengaktifkan media interaksi melalui mailing list.&lt;br /&gt;• Mempublikasikan semua kebijakan &amp; regulasi pemerintah melalui Web yang bisa secara cuma-cuma di akses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Onno W. Purbo"&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7530133021715287438-4698435356208519273?l=greatkidee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://greatkidee.blogspot.com/feeds/4698435356208519273/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7530133021715287438&amp;postID=4698435356208519273' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7530133021715287438/posts/default/4698435356208519273'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7530133021715287438/posts/default/4698435356208519273'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://greatkidee.blogspot.com/2008/12/kebijakan-e-commerce-di-apec.html' title='Kebijakan e-commerce di APEC'/><author><name>kidee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15846458578035204682</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_EYlqnptbOkI/ST1MfIIV-RI/AAAAAAAAAAg/UORBUQKzF80/S220/Dicky.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7530133021715287438.post-7786812564604627678</id><published>2008-12-20T08:04:00.000-08:00</published><updated>2008-12-27T14:49:31.728-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='e-commerce'/><title type='text'>Internet bagi Usaha Kecil &amp; Menengah</title><content type='html'>Pada masa krisis ekonomi pada saat ini, dunia usaha tampak cukup goncang dengan perubahan yang cukup drastis dari nilai tukar Rupiah terhadap mata uang asing. Tampaknya usaha-usaha kecil, menengah, agribisnis yang lebih tahan terhadap perubahan nilai tukar Rupiah ini, kemungkinan karena kemampuan usaha tersebut utk memproduksi jasa / barang / produk lainnya tanpa terlalu tergantung pada produk asing.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat potensi yang ada pada usaha kecil &amp; menengah utk dapat survive dalam krisis moneter ini, tampaknya ada beberapa usaha utk membantu bidang usaha tersebut utk lebih effisien lagi dibantu dengan Teknologi Informasi. Pada kesempatan ini, saya akan mencoba me-review beberapa usaha yang sedang diusahakan utk berjalan, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Canada Indonesia Technology Network (CITN)&lt;br /&gt; Trade Point (Departemen Industri &amp; Perdagangan - INDAG)&lt;br /&gt; Gerombolan Wong-cilik@isnet.itb.ac.id&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya yakin ada beberapa usaha lain yang sedang diusahakan utk berjalan, seperti oleh Departemen Koperasi - Pak Adi Sasono paling tidak ada bercita-cita utk E-Commerce bagi usaha kecil &amp; menengah, maupun usaha-usaha swasta lainnya yang sifatnya lebih pada Internet Content Provider (ICP) tapi belum aktif melakukan community based participatory action activities.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerombolan Wong Cilik - berawal dari hasil ngobrol beberapa mahasiswa ITB yang tergabung dalam PUSAT TEKNOLOGI TEPAT GUNA (PUSTENA) MASJID SALMAN ITB dalam rangka membantu pesantren &amp; madrasah. Seluruh kegiatan dilakukan secara swadana / swadaya masyarakat &amp; bertumpu pada orang-orang yang sangat berdedikasi didalamnya. Ide awal para mahasiswa ini (seperti Arief, Soni dll) adalah berusaha membangun jaringan antar pesantren &amp; madrasah. Akhirnya berkembang menjadi usaha memenuhi penyaluran hasil bumi &amp; mendukung usaha yang dihasilkan para santri / pesantren melalui yayasan-yayasan pesantren tersebut. Kegiatan ini antara lain didukung oleh Pusat Dakwah Islam (PUSDAI) di Jawa Barat yang melibatkan sekitar 200-an pesantren di Jawa Barat. Juga beberapa jaringan pesantren besar seperti Pesantren Hidayatullah dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mailing list wong-cilik@isnet.itb.ac.id dibangun utk memfasilitasi tempat berdiskusi bagi para aktor pembangunan pesantren ini satu dengan lainnya. Selama ini proses diskusi dilakukan melalui telepon &amp; FAX yang menyebabkan biayanya cukup tinggi. Bagi pesantren-pesantren di daerah teknologi packet radio diusahakan digunakan karena biayanya yang relatif rendah dibandingkan dengan menyewa leased line / interlokal di Bandung. Teknologi tersebut sebagian dapat dilihat di http://xxx.itb.ac.id/~yc1dav/ . Mailing list ini merupakan salah satu mailing list yang cukup aktif diantara berbagai mailing list yang berorientasi pada bantuan bagi usaha kecil &amp; menengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Utk memfasilitasi proses diseminasi informasi maka saat ini sedang dibangun Web bagi keperluan Wong-Cilik di http://wong-cilik.itb.ac.id. Bagi rekan-rekan yang menyempatkan diri utk melakukan browsing ke Web tersebut, di situ menyediakan fasilitas bagi kita utk mendaftarkan produk maupun keahlian kita ke dalam Web supaya memudahkan terjadinya kerjasama diantara kita semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Canada Indonesia Technology Network (CITN) - dari namanya kita dapat memperkirakan bahwa kegiatan ini merupakan sebuah usaha yang melibatkan kerjasama Indonesia-Canada. Memang betul, kegiatan ini merupakan inisiatif National Research Council (NRC) Canada utk menjembatani usaha kecil &amp; menengah di Indonesia kepada dunia ilmu pengetahuan &amp; teknologi agar lebih kompetitif dalam era globalisasi. Secara teori, diharapkan CITN dapat membangun berbagai database &amp; jaringan komunikasi antara masyarakat-masyarakat ilmu pengetahuan &amp; teknologi (yang ada di dunia pendidikan, dunia penelitian seperti LIPI &amp; BPPT) dengan masyarakat di dunia usaha kecil &amp; menengah. Karena kita tahu bahwa dunia usaha kecil &amp; menengah kemungkinan besar sekali tidak dapat mengakses jaringan Internet, maka harus dilakukan interfacing melalui berbagai Lembaga Swadaya Masyarakat maupun Konsultan Pembangunan yang mendampingi usaha kecil &amp; menengah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CITN bermarkas di BPPT karena kerjasama antara NRC Canada dilakukan dengan Menristek. Pimpinan dilakukan oleh Dharma Setiawan (citnjkt@ibm.net) dalam mengkoordinasi kegiatan CITN ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara praktis, usaha utk membangun masyarakat dunia pendidikan &amp; penelitian dicoba diusahakan melalui beberapa mailing list, seperti:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Citn@itb.ac.id - diharapkan merupakan tempat diskusi umum &amp; terbuka dari CITN &amp; dapat di subscribe secara cuma-cuma melalui majordomo@itb.ac.id. Akan tetapi tampaknya masih belum banyak masyarakat yang mengetahui hal ini, sehingga akhirnya mailing list tersebut kurang aktif. Sebetulnya hal ini tidak terlalu bermasalah karena saat ini sudah banyak mailing list di Indonesia yang berkaitan dengan dunia pendidikan, seperti, indonesia-panel@itb.ac.id, ai3@itb.ac.id, sysop-l@itb.ac.id maupun database server yang berkaitan dengan dunia pendidikan, seperti, http://www.lib.itb.ac.id/ .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Citn-core@itb.ac.id - merupakan tempat berdiskusinya pada aktifis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang diharapkan dapat menjadi interface / lembaga pendamping dunia usaha kecil &amp; menengah dengan dunia teknologi informasi / Internet. Para LSM ini dari beberapa lembaga yang cukup aktif utk membantu usaha kecil &amp; menengah, seperti, Yayasan Mandiri, PUPUK, Telebiro dll. Mailing list ini cukup aktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Citn-ctn@itb.ac.id - merupakan mailing list tempat berdiskusi steering committee CITN di Indonesia dengan Steering Committee Canada Technology Network (CTN) di Canada. Disini interaksi dilakukan jika kita membutuhkan bantuan dari sisi teknologi yang tidak dapat ditangani oleh Indonesia. Sifat mailing list tertutup bagi umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CTN juga sedang berusaha utk membangun database &amp; Web server bagi kegiatannya, dari ITB kami akan membantu pengelolaan Web server tersebut. Pada saat tulisan ini dibuat, proses pembelian sedang dilakukan bagi Web tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya hanya berharap mudah-mudahan banyak orang / usaha kecil &amp; menengah yang mengetahui hal ini agar dapat memanfaatkan semaksimal mungkin kegiatan yang ada ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trade Point - merupakan inisiatif yang dimotori oleh PBB (United Nation) utk membantu usaha kecil &amp; menengah. Teknologi Electronic Data Interchange (EDI) digunakan dalam proses transaksinya. Karena EDI merupakan teknologi pertukaran message yang relatif low bandwidth, maka sebetulnya EDI ini menarik karena dapat menekan biaya transaksi secara keseluruhkan. Yang lebih menarik lagi, sebagian besar teknologi Trade Point dapat diperoleh secara hampir cuma-cuma dari rekan-rekan PUSDATA DEPRINDAG. Di Indonesia, Trade Point dicoba utk diaktifkan oleh rekan-rekan dari PUSDATA DEPRINDAG yang dimotori oleh Pak Putu@dprin.go.id, saat ini masih belum banyak rekan-rekan di Indonesia yang aktif menggunakan Trade Point tersebut. Web Trade Point Indonesia adalah di http://www.trade-point.or.id/ mudah-mudahan bisa menggugah rekan-rekan pembaca utk aktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sekian banyak pengalaman di lapangan dalam usaha memberdayakan usaha kecil &amp; menengah, yang menarik utk disimak bahwa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Usaha yang sifatnya proyek top-down dari pemerintah atau lembaga donor sering kali gagal dalam mensustain kegiatannya setelah dana habis. Rasa memiliki anggotanya umumnya sangat kurang.&lt;br /&gt; Usaha yang sifatnya inisiatif bottom-up, seperti wong-cilik@isnet.itb.ac.id, tampak bahwa keberhasilannya lebih nyata bahwa dapat menggulirkan roda usaha yang lebih jelas bagi usaha kecil &amp; menengah. Rasa memiliki anggota-nya umumnya sangat kental.&lt;br /&gt;"Onno W. Purbo"&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7530133021715287438-7786812564604627678?l=greatkidee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://greatkidee.blogspot.com/feeds/7786812564604627678/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7530133021715287438&amp;postID=7786812564604627678' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7530133021715287438/posts/default/7786812564604627678'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7530133021715287438/posts/default/7786812564604627678'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://greatkidee.blogspot.com/2008/12/internet-bagi-usaha-kecil-menengah.html' title='Internet bagi Usaha Kecil &amp; Menengah'/><author><name>kidee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15846458578035204682</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_EYlqnptbOkI/ST1MfIIV-RI/AAAAAAAAAAg/UORBUQKzF80/S220/Dicky.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7530133021715287438.post-6571549858668781445</id><published>2008-12-19T14:44:00.000-08:00</published><updated>2008-12-27T14:46:15.061-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='e-commerce'/><title type='text'>Fasilitas mata-mata link Web</title><content type='html'>Di dunia usaha di Internet menggunakan strategi saling bertukar link merupakan strategi yang paling sederhana &amp; murah untuk memperluas ruang lingkup audience. Dengan cara saling bertukar link maka jumlah pembaca dapat di naikan jumlahnya dengan cara yang mudah &amp; murah hanya karena ada kesepakatan antar situs untuk saling bertukar link. Memang ada resikonya yaitu sebagian potensial pembaca situs Web kita akan lari ke situs lain, ya masalah tsb adalah tinggal masalah kemampuan masing-masing Webmaster untuk menggunakan berbagai strategi untuk mencari pembaca yang loyal.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya bagi situs yang cukup kaya &amp; populer proses pertukaran link ini menjadi tidak balance. Artinya kadang kala kita harus membayar situs Web tsb untuk mau memasangkan link &amp; URL (Universal Resource Locator) kita di mereka. Dalam bahasa sederhananya, kita harus membayar iklan ke situs Web yang favourit ini supaya sebagian pembaca mereka mau menengok situs Web yang kita miliki. Bagi situs-situs yang masih belum kaya / favourit maka proses itu terjadi dengan cara yang lebih sederhana hanya berupa kesepakatan saja dan sifatnya barter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya ada beberapa resiko yang harus di tanggung dengan melakukan barter link ini, seperti nama kita bisa terbawa buruk kalau situs link kita ternyata melakukan hal-hal yang buruk. Hal lain yang mungkin terjadi adalah jika situs mitra kita ternyata tidak jujur dan tidak mencantumkan URL (Universal Resource Locator) dari situs kita di tempat mereka padahal kita sudah dengan hati besar mencantumkan URL mereka di tempat kita. Tentunya cara yang paling sederhana untuk mengantisipasi hal-hal yang kurang baik ini adalah dengan mencheck situs mitra kita tersebut secara periodik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara paling sederhana untuk mencheck secara periodik tanpa perlu kita bersusah payah secara manual melakukan checking adalah meminta bantuan ke link-spy.com (http://www.link-spy.com) yang akan melakukan tugas rahasia mencheck link ini atas nama anda. Servis ini akan bekerja secara rahasia dalam mode bawah tanah, memonitor dan memverifikasi apakah perjanjian kerjasama untuk barter link di penuhi. Untuk webmaster yang bandel akan dikirimkan e-mail yang sudah di set untuk mengingatkan mereka untuk melakukan servis reciprocal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara untuk mendapatkan servis tersebut cukup sederhana – sign up ke servis tersebut, masukan 10 URL yang harus melakukan barter link ke tempat anda di sertai e-mail address webmaster-nya untuk memfollow-up kalau-kalau mereka bandel, selanjutnya servis ini yang akan menhandel. Setiap kali anda memberikan referensi tentang link-spy.com ini ke orang lain maka anda akan memperoleh tiga (3) tambahan URL record yang bisa di track.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Servis ini karena sifatnya automatis maka akan membebaskan kita untuk mencheck barter link yang kita lakukan selama ini. Dengan cara ini kita bisa mengkonsentrasikan diri pada hal-hal lain yang sifatnya lebih positif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Onno W. Purbo"&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7530133021715287438-6571549858668781445?l=greatkidee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://greatkidee.blogspot.com/feeds/6571549858668781445/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7530133021715287438&amp;postID=6571549858668781445' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7530133021715287438/posts/default/6571549858668781445'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7530133021715287438/posts/default/6571549858668781445'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://greatkidee.blogspot.com/2008/12/fasilitas-mata-mata-link-web.html' title='Fasilitas mata-mata link Web'/><author><name>kidee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15846458578035204682</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_EYlqnptbOkI/ST1MfIIV-RI/AAAAAAAAAAg/UORBUQKzF80/S220/Dicky.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7530133021715287438.post-4505356891471620150</id><published>2008-12-19T14:42:00.000-08:00</published><updated>2008-12-27T14:44:19.413-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='e-commerce'/><title type='text'>E-business, apa dan bagaimana memulainya</title><content type='html'>Memiliki situs web perusahaan bagi sebagian orang dianggap merupakan langkah  dalam mewujudkan e-business bagi suatu usaha. Tidak ada yang salah dalam anggapan seperti itu. Dan wajar pula bila kemudian situs web tersebut direncanakan untuk dikembangkan dan dilengkapi dengan berbagai fasilitas untuk pada akhirnya menjadi sebuah sistem yang mampu melakukan transaksi ataupun kegiatan bisnis lainnya, karena situs web perusahaan atau homepage bagi perusahaan hanyalah tahapan paling awal dari suatu skenario panjang untuk bertransformasi menjadi suatu sistem e-business. Dan, proses transformasi sebuah situs web statis yang hanya merupakan bentuk digital company profile perusahaan menjadi sebuah sistem e-business yang handal, seringkali bukanlah hal yang sederhana. &lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan segera akan terasa kebutuhan untuk menggabungkan informasi dan aktivitas di web dengan sistem yang ada dan telah dijalankan dalam operasi bisnis sehari-hari. Informasi mengenai pesanan pembelian yang diterima melalui email untuk kemudian di entry ulang dalam modul penjualan dianggap tidak efisien dalam prakteknya, informasi ketersediaan suatu jenis produk yang ditampilkan di web sesuai dengan kondisi inventory yang sesungguhnya, merupakan sedikit contoh mengenai pentingnya keterpaduan antara situs web dengan sistem internal yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa hal yang perlu dicermati dalam perencanaan pembangunan sebuah sistem e-business yang benar-benar dapat menunjang operasi bisnis yang akan diletakkan dan dijalankan di atas infrastruktur yang dipersiapkan. Menjadi sebuah kesalahan besar - walaupun banyak terjadi pada beberapa perusahaan - apabila kemudian dianggap hal ini merupakan tanggung jawab bagian teknologi semata untuk mempersiapkan dan merancangnya. Setiap keputusan untuk pemilihan dan penggunaan suatu teknologi haruslah didasarkan atas kebutuhan dan aturan proses bisnis yang ada. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam mendesain suatu arsitektur e-business, perlu diperhatikan beberapa hal penting. Diantaranya adalah mengenai profil pelanggan atau customer profile, di sini sangatlah penting untuk mengenal secara lebih mendalam mengenai latar belakang, perilaku konsumsi maupun data-data penting lainnya untuk kemudian digunakan sebagai dasar dalam menentukan berbagai fasilitas dan kemudahan yang ingin ditawarkan. Dengan kemungkinan yang hampir tanpa batas di alam maya ini, tentunya interaksi yang menjadi kekuatan utama bisnis berbasis internet dibandingkan bisnis konvensional, haruslah dimanfaatkan semaksimal mungkin. Pendekatan personal atau customized menjadi pilihan utama saat ini, kemudahan untuk menawarkan produk dan jasa sesuai dengan selera dan kondisi tiap-tiap pelanggan memang harus didukung oleh suatu data profil pelanggan yang lengkap dan akurat, dan kadang data-data tersebut dikumpulkan dari berbagai sumber yang tersebar. Di sinilah kemudian peran perangkat lunak database dan utility untuk mengembangkannya menjadi sangat vital, pemilihan jenis dan vendor misalnya, tentu harus sejalan dengan pilihan preferensi untuk basis teknologi yang akan digunakan, dan pemilihan preferensi basis teknologi juga disesuaikan dengan strategi perusahaan secara global.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aturan bisnis atau business rule yang akan dijalankan dalam e-business ini juga memainkan peranan penting. Aturan yang sudah dibakukan akan sangat memudahkan dalam merancang sistem komputerisasi yang akan diangun. Aturan ini ada yang sifatnya eksplisit seperti “Jika pembelian minimal mencapai 100 unit, akan diberikan potongan harga 5 %” atau “ Untuk pembelian jenis produk A tersedia kesempatan untuk membeli jenis produk B dengan potongan harga 50 %” dan aturan - aturan sejenis lainnya. Ada juga aturan lain yang sifatnya implisit, “Karena klien A adalah perusahaan yang sudah lama menjalin hubungan bisnis, maka untuk pengiriman ke luar kota untuk kota-kota tertentu, tidak dikenakan biaya pengiriman”. Untuk aturan bisnis yang terakhir ini, sering kali sulit untuk software atau program komputer melakukan pengkondisian dan melakukan suatu proses tertentu, akhirnya akan lebih banyak peran manusia dalam proses pengambilan keputusan. Di sinilah peran perancangan perangkat lunak atau program yang akan dijalankan menjadi sangat penting. Biaya investasi yang dikeluarkan untuk pembangunan sebuah sistem yang memiliki kecerdasan tinggi juga akan sangat tinggi.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari dua hal tersebut, jelaslah bahwa pihak yang bertanggung jawab dalam hal operasi bisnis dan pihak yang bertanggung jawab dalam hal teknologi harus dapat berjalan seiring dan mempunyai kesamaan pandangan dalam merumuskan dan mengimplementasikan visi perusahaan secara keseluruhan. Setelah itu baru ditentukan langkah - langkah dan tahapan - tahapan yang diperlukan untuk pelaksanaan pembangunan sistem e-business secara lengkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa tahapan yang umumnya dilalui perusahaan menuju terciptanya suatu sistem e-business yang handal meliputi penyampaian informasi mengenai produk dan jasa serta profil perusahaan, menyediakan dukungan pelanggan atau customer support atas produk dan jasa yang dijual, memberikan fasilitas transaksi online, fasilitas interaksi dengan sentuhan personal dan pada akhirnya membangun komunitas di antara para pelanggan. Sejauh ini belum banyak perusahaan berbasis internet di Indonesia yang telah mencapai seluruh tahapan tadi, kebanyakan mereka baru sampai pada tahap memberikan fasilitas transaksi online, namun itupun jumlahnya baru sedikit dan fasilitas transaksi yang ditawarkan masih jauh dari sempurna. Dengan alasan klasik seperti kesiapan infrastruktur seperti proses perbankan maupun masalah keamanan bertransaksi di internet, hal ini sering dapat dimaklumi dan diterima begitu saja, padahal kedua hal tersebut hanyalah bagian kecil dari unsur - unsur yang diperlukan dalam menciptakan suatu proses e-business yang handal, itupun bukan tanpa solusi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah saatnya bagi para pemain dan pelaku bisnis yang mulai memasuki arena pertempuran e-business untuk lebih kreatif dan jeli dalam menyediakan dan menawarkan produk dan jasa mereka dengan bantuan teknologi internet ini. Transformasi dari bisnis konvensional ke digital bukan hanya sekedar menggunakan teknologi canggih, tetapi jauh lebih penting adalah nilai tambah yang dapat dihasilkan dengan penggunaan teknologi internet. Dengan tidak adanya lagi batasan geografis, peluang pasar yang begitu besar terpampang di depan mata harus dapat dimanfaatkan seluas - luasnya. Peluang pasar yang besar tidak akan berarti apa - apa jika kita tidak dapat menarik minat dan perhatian mereka terhadap produk dan jasa yang kita tawarkan, apalagi seiring dengan terbukanya pasar yang luas berarti juga terciptanya persaingan yang semakin ketat dengan para pesaing yang juga tidak lagi dibatasi secara geografis. Sehingga kata kunci yang dapat dihasilkan di sini adalah kenyamanan dan kepuasan pelanggan, dan untuk mencapai itu tidak hanya tergantung kepada teknologi - infrastruktur, perangkat keras maupun perangkat lunak - yang canggih semata, namun juga kejelian menerapkan model bisnis yang tepat untuk target pasar yang tepat serta inovasi yang jeli dan konsisten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adrianto Gani&lt;br /&gt;Managing Director - PT. Puspa Intimedia Internusa&lt;br /&gt;http://www.intimedia.com &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7530133021715287438-4505356891471620150?l=greatkidee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://greatkidee.blogspot.com/feeds/4505356891471620150/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7530133021715287438&amp;postID=4505356891471620150' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7530133021715287438/posts/default/4505356891471620150'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7530133021715287438/posts/default/4505356891471620150'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://greatkidee.blogspot.com/2008/12/e-business-apa-dan-bagaimana-memulainya.html' title='E-business, apa dan bagaimana memulainya'/><author><name>kidee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15846458578035204682</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_EYlqnptbOkI/ST1MfIIV-RI/AAAAAAAAAAg/UORBUQKzF80/S220/Dicky.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7530133021715287438.post-951891312706583767</id><published>2008-12-19T14:38:00.000-08:00</published><updated>2008-12-27T14:41:40.422-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='e-commerce'/><title type='text'>Dimana contoh e-commerce B2B di Internet?</title><content type='html'>Sebagian besar e-commerce yang banyak di gembar-gemborkan umumnya merupakan e-commerce tipe B2C (bisnis to customer). Wajarlah B2C memang sebetulnya kelas bisnis yang sifatnya retail yang perlu menarik massa; tentunya wajar-wajar saja kalau teman-teman yang masuk ke bisnis B2C ini memasang iklan-iklan besar-besaran di media massa. Kadang kala teman-teman ini kurang hati-hati atau menggunakan strategi yang salah sehingga yang terjadi akhirnya lebih banyak membakar uang percuma tanpa berhasil menarik massa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e-commerce B2B (bisnis to bisnis) merupakan pola yang jauh lebih menarik daripada e-commerce B2C. Dari berbagai research yang ada, tampak bahwa B2B menghasilkan transaksi yang jauh lebih besar daripada B2C. Nilai transaksi B2C umumnya hanya sekitar 10-20% dari pada B2B.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saya perhatikan ada dua (2) pola utama di B2B, yaitu yang berbasis komunitas &amp; yang berbasis teknologi untuk mengeffisienkan proses transaksi. Yang pertama yang berbasis komunitas biasanya dikenal sebagai market place umumnya merupakan komunitas yang sifatnya vertikal (dari hilir ke hulu). Dalam pola ini biasanya kita masih bisa melihat aktifitas mereka di Web &amp; biasanya merupakan pengembangan dari media online yang difokuskan pada komunitas bisnis tertentu yang mencakup strata dari hilir ke hulu. Contoh komunitas e-commerce B2B di Web dapat dilihat di yahoo (http://b2b.yahoo.com) dan yang saya paling suka adalah di verticalnet (http://www.verticalnet.com). Pola verticalnet sangat menarik sekali di situ sangat eksplisit sekali pola komunitas mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pola yang kedua adalah yang sifatnya sangat automated. Biasanya tidak terlalu terlihat di Web. Mereka melakukan e-commerce B2B sebagai kegiatan transaksi mereka sehari-hari yang dilakukan adalah mengotomasikan sistem di back-office seperti MIS &amp; ERP agar bisa langsung bertransaksi ke mitra-mitra-nya secara effisien. Disini digunakan teknologi yang mempercepat transaksi seperti Electronic Data Interchange (EDI), yang di tunjang teknologi security seperti Secure Socket Layer (SSL), Public Key Infrastructure (PKI). Authentikasi player dilakukan melalui digital signature &amp; certificate authority (CA). Semua ini di dokumentasikan dengan baik dalam bentuk standar yang terbuka di Internet. Biasanya pola ini dibutuhkan bagi mereka yang sering melakukan transaksi e-commerce B2B agar proses-nya menjadi effisien. Tentunya perlindungan hukumnya menjadi penting dalam bentuk cyberlaw.&lt;br /&gt;"Onno W. Purbo"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7530133021715287438-951891312706583767?l=greatkidee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://greatkidee.blogspot.com/feeds/951891312706583767/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7530133021715287438&amp;postID=951891312706583767' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7530133021715287438/posts/default/951891312706583767'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7530133021715287438/posts/default/951891312706583767'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://greatkidee.blogspot.com/2008/12/dimana-contoh-e-commerce-b2b-di.html' title='Dimana contoh e-commerce B2B di Internet?'/><author><name>kidee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15846458578035204682</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_EYlqnptbOkI/ST1MfIIV-RI/AAAAAAAAAAg/UORBUQKzF80/S220/Dicky.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7530133021715287438.post-8118588535860667224</id><published>2008-12-11T04:04:00.000-08:00</published><updated>2008-12-11T04:05:14.407-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='e-commerce'/><title type='text'>Bagaimana kita bisa percaya waktu dagang di Internet?</title><content type='html'>Pertanyaan ini merupakan pertanyaan yang sangat normal dalam semua proses perdagangan. Trust / kepercayaan memang menjadi kunci utama dalam segala bentuk usaha baik yang online maupun offline. Di dunia offline, trust dibangun dengan saling kenal baik, ada proses ijab kabul, ada yang pakai meterai, ada perjanjian dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pelaku perdagangan offline biasanya pengusaha di proteksi secara horizontal oleh hukum yang tertulis maupun hukum yang tidak tertulis (bersifat konsensus antar pemain) di samping proteksi secara vertikal oleh norma, nilai, value yang di anut oleh para pelakunya. Harmonisasi antara ketiga komponen ini (value, law &amp; konsensus) dipadukan dengan mekanisme-mekanisme pembangun kepercayaan akan secara total membangun seluruh proses kepercayaan secara keseluruhan di dunia offline.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebetulnya di dunia online, hal yang tidak berbeda jauh juga terjadi. Secara umum aspek pembangun kepercayaan ini bertumpu pada ketiga komponen proteksi yang ada yaitu value, law dan konsensus. Hanya saja karena di dunia online sulit untuk mentransfer hal fisik, maka pembangunan kepercayaan tentunya tidak menggunakan hal fisik seperti meterai, tanda tangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa cara yang bisa di tempuh yang paling sederhana adalah menggunakan media online hanya untuk berkomunikasi, berbicara dan bersilaturahmi untuk mempercepat proses kenal mengenali satu sama lain. Media mailing list di Internet adalah contoh sederhana penggunaan Internet untuk bersilaturahmi. Saling kenal  kemudian akan membentuk rasa percaya antar pelaku-nya, sedang transaksi lainnya menggunakan metoda yang biasa digunakan di dagang offline, misalnya transfer uang-nya ke teler di Bank, pakai ATM BCA untuk debet ke rekening langsung dll. Metoda hybrid ini adalah cara yang paling mudah dan lebih sering digunakan saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ingin agar semua proses dilakukan full secara online, maka tanda tangan digital akan menjadi kunci utama-nya. Hal ini dilakukan menggunakan mekanisme enkripsi-dekripsi kryptografi bertumpu pada kunci (key) yang dipegang oleh setiap pelaku. Proses ini dikenal dengan public key infrastructure (PKI), dimana setiap orang mempunyai private key yang dipegang sendiri, sedang orang yang lain dapat memegang kunci public milik kita. Kunci-kunci ini dapat digunakan untuk mensandikan (mengenkrip) seluruh  naskah, bisa juga digunakan untuk memberikan tanda tangan digital (digital signature) pada sebuah naskah / surat (e-mail).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya langkah selanjutnya adalah pengenalan identitas seseorang di Internet. Bahasa kasarnya mekanisme KTP di Internet. Hal ini dikenal sebagai CA – certificate authority di Internet. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7530133021715287438-8118588535860667224?l=greatkidee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://greatkidee.blogspot.com/feeds/8118588535860667224/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7530133021715287438&amp;postID=8118588535860667224' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7530133021715287438/posts/default/8118588535860667224'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7530133021715287438/posts/default/8118588535860667224'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://greatkidee.blogspot.com/2008/12/bagaimana-kita-bisa-percaya-waktu.html' title='Bagaimana kita bisa percaya waktu dagang di Internet?'/><author><name>kidee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15846458578035204682</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_EYlqnptbOkI/ST1MfIIV-RI/AAAAAAAAAAg/UORBUQKzF80/S220/Dicky.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7530133021715287438.post-1077978068313377168</id><published>2008-12-11T04:00:00.000-08:00</published><updated>2008-12-11T04:03:10.401-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='e-commerce'/><title type='text'>Apakah Certificate Authority?</title><content type='html'>Certificate Authority (CA) adalah badan di Internet yang memberikan tanda pengenal kepada seseorang, sebuah perusahaan dan menjamin bahwa orang / perusahaan tersebut bisa dipercaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mekanisme yang digunakan sebetulnya sederhana saja, CA akan mengeluarkan sebuah sertifikat digital yang menjelaskan nama, alamat, aset, dll dari badan / orang tersebut kemudian sertifikat digital tersebut di tanda tangani secara digital oleh CA di sertai tanda tangan digital dari badan / orang tersebut. Perhatikan disini bahwa naskah CA menggunakan tanda tangan digital, jelas disini bahwa tanda tangan digital tersebut menggunakan mekanisme yang dikenal di public key infrastructure (PKI).&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan menggunakan certifikat ini maka bisa dibuat sebuah “pipa komunikasi” yang tertutup antara pihak yang saling bertransaksi karena masing-masing memegang public key masing-masing. Bisa digunakan untuk mengotentikasi jati diri pihak lain di jaringan. Bisa dipakai untuk membuat dan memeriksa tanda tangan digital lawan transaksi. Bisa dipakai untuk surat ijin digital melakukan aktifitas tertentu, atau identifikasi digital. Bahkan jika cukup kreatif, sebetulnya bisa digunakan juga untuk proses-proses verifikasi yang sifatnya offline.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelas bahwa trust dibangun oleh sertifikat digital yang dikeluarkan oleh CA. Secara teori sebetulnya bisa membuat struktur pohon trust diantara para CA ini. Di Indonesia diusahakan dibangun CA bernama Indosign. Nah kondisi nyata di Internet pada akhirnya CA-CA ini harus di registrasi dalam browser Internet apakah itu dari Netscape atau Internet Explorer, sialnya ternyata hanya para kapitalis yang teregistrasi di browser Internet yang ada. Indosign tidak teregistrasi di browser Internet sebagai root CA. Saat ini CA beruntung yang teregistrasi adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o American Bankers Association Inc.&lt;br /&gt;o ANX Networks (by DST).&lt;br /&gt;o Certisign Certificadora Digital Ltda. (Brazil)&lt;br /&gt;o Deutch Telekom AG (Jerman).&lt;br /&gt;o Digital Signature Trust / DST / Zions First National Bank (Amerika)&lt;br /&gt;o Entrust (Amerika)&lt;br /&gt;o Equifax (Amerika)&lt;br /&gt;o GTE Cybertrust (Amerika), sekarang dimiliki Baltimore.&lt;br /&gt;o Keywitness (Canada)&lt;br /&gt;o National Retail Federation (by DST).&lt;br /&gt;o TC TrustCenter (Jerman)&lt;br /&gt;o Thawte (Afrika Selatan), sekarang dimiliki VeriSign.&lt;br /&gt;o VeriSign.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa kemampuan melobby untuk masuk ke browser Internet, maka pendirian CA menjadi percuma karena sangat terbatas sekali implikasinya. Artinya Indosign harus berusaha melobby developer browser Netscape &amp; IE agar IndoSign masuk ke browser untuk dikenal secara internasional. Sebuah usaha yang berat, mengingat reputasi Indonesia sebagai pembajak kelas kakap&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7530133021715287438-1077978068313377168?l=greatkidee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://greatkidee.blogspot.com/feeds/1077978068313377168/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7530133021715287438&amp;postID=1077978068313377168' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7530133021715287438/posts/default/1077978068313377168'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7530133021715287438/posts/default/1077978068313377168'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://greatkidee.blogspot.com/2008/12/apakah-certificate-authority.html' title='Apakah Certificate Authority?'/><author><name>kidee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15846458578035204682</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_EYlqnptbOkI/ST1MfIIV-RI/AAAAAAAAAAg/UORBUQKzF80/S220/Dicky.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7530133021715287438.post-4594496444799328410</id><published>2008-12-09T18:25:00.001-08:00</published><updated>2008-12-09T18:31:45.590-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='e-commerce'/><title type='text'>Mekanisme Pembayaran di Internet untuk e-commerce (onno W. Purbo)</title><content type='html'>Tulisan ini mencoba membahas beberapa mekanisme pembayaran yang bisa digunakan di Internet terutama untuk kebutuhan transaksi dagang seperti e-commerce. Referensi lebih lanjutnya sangat saya sarankan untuk membaca di beberapa tempat seperti:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o Tulisan Roy Davis tentang Money--Past, Present, and Future dari http://www.ex.ac.uk/~RDavies/arian/money.html.&lt;br /&gt;o Tulisan dari Institute of Finance and Banking di University of Göttingen berjudul Money and Payment Systems page di http://www.wiso.gwdg.de/ifbg/geld.html.&lt;br /&gt;o Tulisan tentang payment mechanisms designed for the internet yang di publihasikan oleh Network Payment Mechanisms and Digital Cash page  bisa diperoleh di http://ganges.cs.tcd.ie/mepeirce/Project/oninternet.html.&lt;br /&gt;o http://www.transaction.net/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau alternatif lain yang dapat digunakan adalah menggunakan search engine di Internet seperti yahoo, infoseek dll &lt;div class="fullpost"&gt;dengan menggunakan keyword seperti whitepaper, e-money, cash, e-commerce. Sebagian dari artikel ini merupakan terjemahan bebas dari http://www.transaction.net/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk / cara pembayaran yang digunakan di Internet umumnya bertumpu pada sistem keuangan nasional, tapi ada juga beberapa yang mengacu kepada keuangan lokal / masyarakat. Adapun klasifikasi berbagai mekanisme pembayaran tersebut dapat kita bagi dalam lima (5) mekanisme utama, seperti:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o Transaksi model-ATM, yang menyangkut hanya institusi finansial dan pemegang account yang akan melakukan pengambilan atau mendeposit uangnya dari account masing-masing.&lt;br /&gt;o Pembayaran dua pihak tanpa perantara, transaksi dilakukan langsung antara dua pihak tanpa perantara menggunakan uang nasional-nya.&lt;br /&gt;o Pembayaran dengan perantaraan pihak ke tiga, umumnya proses pembayaran yang menyangkut debit, kredit maupun check masuk dalam kategori ini.&lt;br /&gt;o Micropayment, dalam bahasa sederhananya adalah pembayaran untuk uang recehan yang kecil-kecil. Mekanisme Micropayment ini penting dikembangkan karena sangat diperlukan pembayaran receh yang kecil tanpa overhead transaksi yang tingi.&lt;br /&gt;o Anonymous digital cash, uang elektronik yang di enkripsi, di dahului oleh David Chaum dengan Digicash-nya (http://www.digicash.com). Uang elektronik menjamin privacy dari user cash tetap terjamin sama seperti uang kertas maupun coin yang kita kenal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya mari saya akan mencoba membahas secara garis besar beberapa inisiatif yang ada di dunia ini untuk beberapa metoda pembayaran yang disebut di atas. Pada kesempatan ini saya tidak akan membahas detail dari masing-masing inisiatif, saya sarankan untuk memasuki URL masing-masing &amp; membaca inisiatif yang ada. Bagi pembaca yang mendambakan sumber yang sifatnya netral saya sangat sarankan untuk mencari informasi tersebut di W3C (http://www.w3c.org), IETF (http://www.ietf.org).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metoda Pembayaran Dua Pihak Menggunakan ATM / Farecard&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa di antara inisiatif yang ada adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o Netfare http://www.netfare.com/ adalah sebuah farecard untuk digunakan dalam pembayaran dari pembelian informasi secara online.&lt;br /&gt;o Mondex http://www.mondex.com/mondex/cgi-bin/printpage.pl?fname=net.txt&amp;doctype=gate&amp;style=noframescash berusaha untuk downloading debit cash, online micropayment dan banyak lagi dari rumah.&lt;br /&gt;o Transactor MK2 http://gis.co.uk/products/tx2/index.htm menyediakan metoda yang mudah untuk mentransfer “value” atau informasi dari satu smartcards ke smartcard yang lain yang dapat digunakan dalam community currency smartcards atau sistem keuangan lainnya.&lt;br /&gt;o Ziplock http://www.portsoft.com/ memungkinkan vendor yang online untuk memberikan kode kunci untuk diberikan kepada pembeli produk mereka setelah pembayaran di verifikasi.&lt;br /&gt;o I-Escrow http://www.i-escrow.com/ akan membantu mem-verify dan mereserve uang untuk pembayaran online sampai pembeli menerima barang yang dibeli.&lt;br /&gt;o Netcard http://www.cl.cam.ac.uk/users/cm213/Project/ mengumpulkan banyak sekali informasi tentang ATM, jaringan berkecepatan tinggi, smartcard dan keamanan ATM.&lt;br /&gt;o E-cash http://www.ecashtechnolgies.com/ dibeli oleh digicash http://www.digicash.com pada bulan Agustus 1999, saat ini memberikan jasa pembayaran elektronik.&lt;br /&gt;o Atalla http://www.tandem.com/iBase.asp?PAGE=iAtalla yang baru saja di beli oleh Compaq menawarkan beberapa produk perangkat keras termasuk smartcard.&lt;br /&gt;Metoda Pembayaran Dua Pihak tanpa Perantara.&lt;br /&gt;Pada prinsipnya adalah jasa-jasa yang bersifat barter atau exchange / pertukaran. Jasa demikian sangat banyak di Internet kadang-kadang muncul kadang mati tentunya. Beberapa diantara jasa barter ini antara lain adalah: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o International Reciprocal Trade Association http://www.irta.net/ yang berusaha untuk memajukan industri jasa barter di dunia ini dan menaikan nilai tambah dari industrin jasa tersebut.&lt;br /&gt;o Habitat for Humanity http://www.habitat.org adalah organisasi yang membantu keluarga berpenghasilan rendah untuk menukar “keringat” mereka dengan rumah yang terjangkau.&lt;br /&gt;o Global Village Bank http://www.gvb.org/ memfasilitasi pertukaran jasa yang berkaitan dengan komputer / internet.&lt;br /&gt;o Global Resource Bank http://www.globalresourcebank.com/ berusaha menjaga kekayaan alam yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebetulnya masih banyak lagi perusahaan seperti itu, hanya mereka umumnya mencantumkan nomor 800 mereka – hal ini menunjukan bahwa transaksi melalui Internet belum tentu seaman cara transaksi yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metoda Pembayaran Melalui Tiga Pihak sebagai Perantara&lt;br /&gt;Ada beberapa metoda pembayaran yang dapat digunakan, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o Sistem pembayaran kartu kredit on-line.&lt;br /&gt;o Sistem pembayaran check on-line.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum ada beberapa mekanisme pembayaran yang berkembang terutama yang berkaitan dengan uang yang sifatnya lokal. Beberapa di antara-nya adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o LETS http://www.gmlets.u-net.com/ sebuah model dari sistem kredit yang dibangun masyarakat cyber. Selain itu LETS ternyata juga memfasilitasi kegiatan diskusi secara virtual di Internet yang di arsipkan di http://www.mailbase.ac.uk/lists-a-e/econ-lets/ -direktori berbagai aspek yang berkaitan dengan LETS dapat dilihat di http://www.transaction.net/money/lets/.&lt;br /&gt;o Time Dollars – sebuah model mekanisme / aktifitas yang di rancang untuk memonitor –yang diharapkan- untuk meng-encourage pertumbuhan jasa di masyarakat. Sangat di sarankan untuk melihat dari dekat hal-hal ini dalam The Time Dollar Institute http://www.timedollar.org/.&lt;br /&gt;o Security First Network Bank http://www.sfnb.com/ sebuah bank di Internet.&lt;br /&gt;o Jika ada perasaan tidak aman dalam melakukan transaksi online, maka sistem secure800 http://www.secure800.com/ dapat membantu mekanisme pembayaran melalui telepon bagi pembelian yang dilakukan secara online.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya mekanisme pembayaran online yang terkait dengan sistem kartu kredit, adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o 1ClickCharge http://www.1clickcharge.com/ menyediakan “super-thin client” (wallet / dompet) maupun membayar di awal blok dari micropurchases melalui kartu kredit.&lt;br /&gt;o Ada beberapa perusahaan memberikan servis micropayment yang bertumpu pada pihak ke tiga, termasuk di dalamnya:&lt;br /&gt;o Trintech http://www.trintech.com produk berupa NetWallet dan ezCard bertujuan untuk memberikan instrumen yang sederhana dan aman bagi pengguna e-commerce.&lt;br /&gt;o Trivnet http://www.trivnet.com WISP merchant server akan membebankan semua pembayaran micropayment ke account ISP pengguna.&lt;br /&gt;o iPIN http://www.ipin.com akan menagih pembelian content digital kepada account ISP pembeli.&lt;br /&gt;o Qpass http://www.qpass.com/ adalah sebuah sistem e-dompet yang lain yang akan menagih pada kartu kredit pembeli untuk sejumlah pembelian sekaligus supaya lebih murah biaya / overhead-nya.&lt;br /&gt;o Jika anda menjalankan cybercash server http://www.cybercash.com, maka orang akan mendownload dompet cybercash, dan kemudian mereka akan mengirimkan nomor kartu kredit mereka yang di enkripsi melalui Internet. Cybercash juga memberikan servis cybercoin http://www.beta.cybercash.com/ yang akan dibicarakan lebih lanjut dalam bagian micropayment.&lt;br /&gt;o IBM http://www.hrl.il.ibm.com/mpay/ juga memberikan servis berupa dompet &amp; server micropayment.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o Netscape http://www.netscape.com/ memberikan beberapa produk dari secure server http://www.netscape.com/directorysecurity/index.html. Mengingat Netscape adalah browser yang cukup dominan di Internet, maka produk mereka tentunya sudah terintegrasi dengan baik ke browser pada klien komputer yang memungkinkan berbagai solusi yang menarik.&lt;br /&gt;o Cybersource http://www.cybersource.com/ yang dipimpin oleh orang-orang yang menjalankan software.net http://www.software.net/ - juga memberikan jasa untuk pemrosesan kartu kredit real-time http://www.cybersource.com/service/ccard.htm.&lt;br /&gt;o Open market http://www.openmarket.com/ juga memberikan produk secure server dan berbagai perangkat lunak untuk transaksi.&lt;br /&gt;o ICverify http://www.icverify.com/ membuat perangkat lunak untuk memproses transaksi melalui kartu kredit atau ATM / kartu debit.&lt;br /&gt;o Outreach http://www.outreach.com/ memungkinkan merchant untuk memproses transaksi kartu kredit secara realtime &amp; online.&lt;br /&gt;o Ziplock http://www.portsoft.com/ akan memungkinkan vendor online untuk memberikan kunci kepada produk yang mereka kirim kepada pembeli yang hanya dapat dibuka pada saat pembayaran melalui kartu kredit di verifikasi.&lt;br /&gt;o Sistem AuricWeb http://www.auricweb.com/ memungkinkan ISP untuk mencatat semua transaksi online.&lt;br /&gt;o CyBank http://www.cybank.net/ menggunakan kartu prabayar untuk pembelian di Internet.&lt;br /&gt;o SecureProcess http://www.atsbank.com/ dapat melayani Electronic Funds Transfer (EFT) yang real-time, transaksi ACH maupun pembayaran melalui kartu kredit secara online.&lt;br /&gt;o Sales Associate http://salesassociate.com/ dapat membantu menjadi host dan memanage “virtual storefront” untuk anda&lt;br /&gt;o .eVend  http://www.evend.com/ dapat membantu proses authentikasi kartu kredit secara online.&lt;br /&gt;o Paylink http://www.paylinx.com/ mengembangkan dan menjual server pembayaran melalui kartu kredit secara real-time.&lt;br /&gt;o SET http://www.visa.com/cgi-bin/vee/sf/press.html?2+0 adalah spesifikasi transaksi data elektronik yang aman yang dikembangkan oleh Visa dan Mastercard menggunakan metoda enkripsi http://www.rsa.com/set/ yang dikembangkan oleh RSA. http://www.mastercard.com/set/#down berisi dokumen lengkap tentang SET.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya yang masih terkait dengan metoda pembayaran yang melibatkan pihak ke tiga sebagai perantara adalah dengan menggunakan metoda check online. Beberapa di antara mereka adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o CheckFree http://www.checkfree.com/ adalah sebuah sistem pembayaran secara elektronik yang telah dikembangkan sejak 1981, sistem tersebut mempunyai sebuah pembayaran tanpa check (checkless) yang dapat digunakan dari sebuah PC.&lt;br /&gt;o Verifone http://www.verifone.com/ adalah sebuah perusahaan yang membuat sistem pembayaran secara elektronik. Mereka juga mengembangkan sistem internet bagi pembeli, retailer maupun institutsi finansial.&lt;br /&gt;o FSTC Electronic Check Project http://www.fstc.org/ juga berusaha untuk mengembangkan sistem check yang ada seperti yang kita kenal sekarang ini ke dalam bentuk Web.&lt;br /&gt;o Brand’s Cash http://ganges.cs.tcd.ie/mepeirce/Project/Mlists/brands.html berusaha mengembangkan metoda enkripsi pendukung pembayaran check online.&lt;br /&gt;o Electronic Funds Clearinghouse, Inc. http://www.efunds.com/ berusaha untuk mengembangkan teknologi Electronic Funds Transfer (EFT) ke dalam bisnis online.&lt;br /&gt;o NetCheque http://nii-server.isi.edu/info/NetCheque/ menyediakan akunting server untuk memproses check secara online.&lt;br /&gt;o NetChex http://www.netchex.com/ dan Online Check System http://www.onlinecheck.com/ telah mengembangkan sebuah sistem untuk jasa registrasi dan verifikasi check secara online.&lt;br /&gt;o Jika anda ada waktu mungkin ada baiknya mencheck inisiatif-inisiatif seperti Secure Electronic Transaction (SET) http://www.visa.com/cgi-bin/vee/nt/ecomm/security/set.html?2+0 yang dipelopori oleh Visa / Mastercard, iKP: sebuah keluarga protokol dari pembayaran yang aman di Internet http://www.zurich.ibm.com/Technology/Security/extern/ecommerce/iKP.html iKP dikembangkan oleh IBM. Juga ada baiknya melihat-lihat apa yang dikembangkan oleh Sun Internet Commerce Group http://www.incog.com/.&lt;br /&gt;o Redi-Check http://www.redi-check.com/ memungkinan bagi pengguna untuk menggunakan pre-authorized check secara online.&lt;br /&gt;o PaymentNet http://www.paymentnet.com/Home.htm akan membantu anda dalam menghandle transaksi melalui kartu kredit maupun kartu debit secara online.&lt;br /&gt;o TipJar http://www.tipjar.com/ juga merupakan sebuah sistem pembayaran perantara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metoda pembayaran Micropayment&lt;br /&gt;Salah satu tantangan utama dalam mekanisme pembayaran di Internet adalah bagaimana cara kita untuk menangani pembayaran-pembayaran yang kecil-kecil atau istilah sederhananya bagaimana kita menangani recehan atau cepe-an. Karena tidak mungkin kita menggunakan sistem pembayaran melalui kartu kredit biasa karena overhead cost-nya menjadi terlalu tinggi. Oleh karena itu dikembangkan beberapa mekanisme pembayaran online di Internet bagi pembayaran-pembayaran mikro (receh) tadi, antara lain adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o 1ClickCharge http://www.1clickcharge.com/ pengguna dapat men-download “super thin client” (bahasa awamnya dompet atau wallet) dan memblock sebuah alokasi untuk pembelian mikro (recehan) tadi dengan menggunakan kartu kredit. Pada tanggal 1 Desember 1999, 1ClickCharge mengumumkan maksudnya untuk me-release metoda “post-delivery content management” pada kuartal ke dua di tahun 2000.&lt;br /&gt;o Qpass http://www.qpass.com/ adalah sebuah sistem wallet juga yang akan membebankan pembayaran ke kartu kredit pembeli untuk sejumlah total pembelian tertentu. Konsep yang dikembangkan akan membebaskan merchant dari beban setiap kali melakukan transaksi yang biasanya dikenakan dalam sistem online micropayment. Contoh menarik penggunaan Qpass dilakukan oleh New York Times untuk mengumpulkan donasi secara online melalui Internet bagi orang-orang yang tak mampu.&lt;br /&gt;o Trintech http://www.trintech.com/ adalah sebuah perusahaan yang berbasis di Dublin &amp; Silicon Valley, Trintech memberikan jasa NetWallet dan ezCard, yang bertujuan untuk memberikan pengguna sebuah instrument pembayaran e-commerce yang sederhana tapi aman.&lt;br /&gt;o WiSP merchant server dari Trivnet http://www.trivnet.com/ memungkinkan merchant untuk menagih pembelian recehan (micropayment) dari pengguna langsung kepada account ISP-nya. Pengguna tidak lagi perlu men-download wallet dsb.&lt;br /&gt;o iPIN http://www.ipin.com/ akan menagih pembayaran dari pembelian digital content kepada ISP account dari si pembeli. Pada bulan September 1999, iPIN telah mengadakan perjanjian dengan beberapa perusahaan musik digital untuk menangani pembayaran dari pembelian musik mereka secara online.&lt;br /&gt;o Millicent http://www.millicent.digital.com/ adalah sebuah sistem mikropayment yang dikembangkan oleh Digital Equipment Corp, yang sekarang dimiliki oleh Compaq. Sistem ini beroperasi pada bulan Juni 1999 di Jepang dengan dompet yang dapat berisi 1000 yen dan pembayaran sekecil-kecil-nya 5 yen.&lt;br /&gt;o Clickshare http://www.clickshare.com/ adalah sebuah sistem micropayment yang di jalankan oleh penerbit lokal di pantai timur amerika serikat. Dibutuhkan sebuah server seharga US$1,995 untuk menjadi penerima micropayment tersebut.&lt;br /&gt;o Digicash http://www.digicash.com/ salah satu perusahaan yang menjanjikan di bidang e-cash walau akhirnya bangkrut di bulan November 1998. Perusahaan ini dibeli oleh eCash Technologies Inc. http://www.ecashtechnologies.com/ pada bulan agustus 1999.&lt;br /&gt;o Telah dikembangkan juga Micro Payment Transfer Protocol (MPTP) http://www.w3.org/hypertext/WWW/TR/WD-mptp pada tahun 1995 yang di follow-up dengan berbagai paper tentang Common Markup for Web Micropayment Sistems (15 Maret 1999) http://www.w3.org/TR/WD-Micropayment-Markup/.&lt;br /&gt;o Intertrust http://www.intertrust.com/ pada awalnya bekerja pada sistem enkripsi untuk melindungi sistem pembayaran, tampaknya mereka saat ini mulai mengarah pada e-commerce security secara umum, seperti Secure Digital Music Initiatives http://www.intertrust.com/news/sdmi_index.html untuk industri rekaman.&lt;br /&gt;o NetBill http://www.netbill.com/ yang dikembangkan oleh team dari Carnegie Mellon yang pada awalnya akan di gunakan oleh Visa http://ganges.cs.tcd.ie/mepeirce/Project/Press/netvisa.html sekarang ini di adopsi oleh CyberCash dan dalam alpha testing.&lt;br /&gt;o PayWord and MicroMint http://theory.lcs.mit.edu/~rivest/RivestShamir-mpay.ps adalah sebuah paper dalam format postscript yang menjelaskan dua sistem sederhana micropayment yang di rancang oleh Ronald L. Rivest dan Adi Samir.&lt;br /&gt;o IdeaMarket http://www.ideamarket.com/ memberikan kemungkinan bagi pengguna untuk mencari content database dan menagih pembayarannya ke kartu kredit. Tentunya pola ini memberikan inspirasi bagi sebuah “World Wide Marketplace for Intellectual Property”.&lt;br /&gt;o IBM tentunya juga menawarkan micropayment wallet maupun server-nya http://www.hrl.il.ibm.com/mpay/&lt;br /&gt;o Netrights sedang mengembangkan Attribute http://www.attribute.com/ sebuah perangkat lunak yang di rancang untuk mengenali hak atas kekayaan intelektual (HAKI) pada media digital.&lt;br /&gt;o E-gold http://www.e-gold.com/ dengan fee yang relatif terjangkau, menyimpan account e-metal (seperti emas, perak, platina, palladium) yang anda beli. Di samping itu e-gold memungkinkan terjadinya transaksi antara pemegang account.&lt;br /&gt;o AuricWeb http://www.auricweb.com/ memungkinkan ISP untuk mendokumentasikan transaksi online di samping berbagai statistik user.&lt;br /&gt;o CyBank http://www.cybank.net/ mengadaptasi model pembayaran telepon dengan menggunakan kartu prabayar untuk pembelian di Internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metoda Pembayaran Menggunakan Uang Anonymous&lt;br /&gt;Metoda pembayaran yang terakhir ini adalah yang paling sulit untuk di implementasikan di bandingkan empat (4) metoda yang disebutkan terdahulu.&lt;br /&gt;Berbeda dengan metoda-metoda pembayaran yang sebelumnya yang umumnya terkait pada check, kartu kredit maupun pihak ketiga yang dalam proses-nya selalu ada proses pencatatan identitas pemakai. Hal ini umumnya tidak di sukai oleh banyak pemakai karena umumnya mereka ingin supaya identitasnya tidak diketahui dalam proses transaksi dagang yang dilakukan, oleh karena itu berusaha di kembangkan sebuah sistem seperti uang kertas yang kita kenal (atau di Internet dikenal sebagai uang anonymous). Hanya ada 3 inisiatif yang tercatat tapi juga belum berjalan dengan baik, yaitu:&lt;br /&gt;o Digicash http://www.digicash.com/ yang dikembangkan oleh Dr. David Chaum setelah bangkrut tahun 1998 sekarang dibeli oleh eCash http://www.ecashtechnologies.com/. ECash menggunakan uang nasional sebagai unit dalam account. Kita dapat melihat daftar bank yang mengeluarkan e-Cash http://www.ecashtechnologies.com/ecash/issuers/index.html di Australia, Austria, Jerman dan Swis.&lt;br /&gt;o NetCheque http://gost.isi.edu/info/netcheque/ adalah sebuah sistem pembayaran elektronik di rancang untuk Internet dikembangkan oleh Information Sciences Institute University of Southern California http://cwis.usc.edu/. NetCash http://nii-server.isi.edu/gost-group/products/netcash/ adalah kerangka kerja untuk uang elektronik yang sedang dikembangkan untuk bekerja dengan NetCheques.&lt;br /&gt;o PayMe http://www.w3.org/pub/Conferences/WWW4/Papers/228/ adalah kerangka konseptual yang berusaha mengkombinasikan anonymitas dari DigiCash dengan skalibilitas Netcash. &lt;br /&gt;Sumber : Onno W.Purbo&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7530133021715287438-4594496444799328410?l=greatkidee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://greatkidee.blogspot.com/feeds/4594496444799328410/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7530133021715287438&amp;postID=4594496444799328410' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7530133021715287438/posts/default/4594496444799328410'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7530133021715287438/posts/default/4594496444799328410'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://greatkidee.blogspot.com/2008/12/mekanisme-pembayaran-di-internet-untuk_09.html' title='Mekanisme Pembayaran di Internet untuk e-commerce (onno W. Purbo)'/><author><name>kidee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15846458578035204682</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_EYlqnptbOkI/ST1MfIIV-RI/AAAAAAAAAAg/UORBUQKzF80/S220/Dicky.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7530133021715287438.post-3324644478627573517</id><published>2008-12-08T19:11:00.000-08:00</published><updated>2008-12-08T19:17:10.879-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Komputer'/><title type='text'>Tips dan Cara Memperbaiki Windows XP Tanpa Instalasi Ulang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_EYlqnptbOkI/ST3i5byetgI/AAAAAAAAAA4/zAjwjRdHjYw/s1600-h/bsod.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_EYlqnptbOkI/ST3i5byetgI/AAAAAAAAAA4/zAjwjRdHjYw/s320/bsod.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5277623814687995394" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat yang belum bisa untuk install ulang OS di Computernya dan blum tau gimana cara memperbaiki kesalahan-kesalahan dan eror yang terdapat pada OS Windows Xp, dibawah ini ada cara-cara dan tips untuk memperbaikinya jika OS Windows XP di PC anda ngulah tanpa perlu melakukan Instalasi ulang ;)&lt;br /&gt;Memperbaiki Instalasi ( Repair Install )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Windows XP Anda rusak (corrupted) dimana Anda tidak mempunyai sistem operasi lain untuk booting,&lt;br /&gt;Anda dapat melakukan perbaikan &lt;div class="fullpost"&gt;instalasi (Repair Install) yang bekerja sebagaimana setting (pengaturan)&lt;br /&gt;yang awal.  Kemudian …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Pastikan Anda mempunyai kunci (key) Windows XP yang valid.&lt;br /&gt;    * Keseluruhan proses akan memakan waktu kurang lebih 1/2 atau 1 jam, tergantung spek komputer Anda.&lt;br /&gt;    * Jika Anda dimintai password administrator, sebaiknya Anda memilih opsi perbaikan (repair) yang kedua,&lt;br /&gt;      bukan yang pertama.&lt;br /&gt;    * Masukkan CD Windows XP Anda dan lakukan booting dari CD tersebut.&lt;br /&gt;    * Ketika sudah muncul opsi perbaikan kedua R=Repair, tekan tombol R&lt;br /&gt;      Ini akan memulai perbaikan.&lt;br /&gt;    * Tekan tombol F8 untuk menyetujui proses selanjutnya “I Agree at the Licensing Agreement”&lt;br /&gt;    * Tekan tombol R saat direktori tempat Windows XP Anda terinstal. Biasanya C:\WINDOWS&lt;br /&gt;      Selanjutnya akan dilakukan pengecekan drive C: dan mulai menyalin file-file.&lt;br /&gt;      Dan secara otomatis restart jika diperlukan. Biarkan CD Anda dalam drivenya.&lt;br /&gt;    * Berikutnya Anda akan melihat sebuah gambar “progress bar” yang merupakan bagian dari perbaikan,&lt;br /&gt;      dia nampak seperti instalasi XP normal biasanya, meliputi “Collecting Information, Dynamic Update,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Preparing Installation, Installing Windows, Finalizing Installation&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Ketika ditanya, klik tombol Next&lt;br /&gt;    * Ketika ditanya untuk memasukkan kunci, masukkan kunci (key) Windows XP Anda yang valid.&lt;br /&gt;    * Normalnya Anda menginginkan tetap berada dalam nama Domain atau Workgroup yang sama.&lt;br /&gt;    * Komputer akan restart.&lt;br /&gt;    * Kemudian Anda akan mempunyai layar yang sama sebagaimana pengaktifan sistem ketika instalasi normal.&lt;br /&gt;    * Register jika Anda menginginkannya (biasanya tidak diperlukan).&lt;br /&gt;    * Selesai ;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang Anda bisa log in dengan account Anda yang sudah ada.&lt;br /&gt;NTOSKRNL Rusak atau Hilang (Missing or Corrupt)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda mendapati pesan error bahwa “NTOSKRNL not found” / NTOSKRNL tak ditemukan, lakukan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Masukkan CD Windows XP dan booting dari CD tersebut.&lt;br /&gt;    * Pada saat muncul opsi R=Repair yang pertama, tekan tombol R.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Tekan angka sesuai dengan lokasi instalasi Windows yang ingin diperbaiki yang sesuai.&lt;br /&gt;    * Biasanya #1&lt;br /&gt;    * Pindahlah ke drive CD Drive Anda berada.&lt;br /&gt;    * Tulis: CD i386&lt;br /&gt;    * Tulis: expand ntkrnlmp.ex_ C:\Windows\System32\ntoskrnl.exe&lt;br /&gt;    * Jika Windows XP Anda terinstal di tempat lain, maka ubahlah sesuai dengan lokasinya.&lt;br /&gt;    * Keluarkan CD Anda dan ketikkan EXIT&lt;br /&gt;    * Selesai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HAL.DLL Rusak atau Hilang (Missing or Corrupt)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda mendapatkan error berkenaan dengan rusak atau hilangnya file hal.dll, ada kemungkinan&lt;br /&gt;file BOOT.INI mengalami salah konfigurasi (misconfigured).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Masukkan CD Windows XP dan booting dari CD tersebut.&lt;br /&gt;    * Pada saat muncul opsi R=Repair yang pertama, tekan tombol R.&lt;br /&gt;    * Tekan angka sesuai dengan lokasi instalasi Windows yang ingin diperbaiki yang sesuai.&lt;br /&gt;    * Biasanya #1&lt;br /&gt;    * Tulis: bootcfg /list&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menampilkn isi/masukan pada file BOOT.INI saat ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Tulis: bootcfg /rebuild&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memperbaiki konfigurasi dari file BOOT.INI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Keluarkan CD Anda dan ketikkan EXIT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Direktori \WINDOWS\SYSTEM32\CONFIG rusak atau hilang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda mendapatkan error dengan tulisan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    “Windows could not start because the following files is missing or corrupt&lt;br /&gt;    \WINDOWS\SYSTEM32\CONFIG\SYSTEM or \WINDOWS\SYSTEM32\CONFIG\SOFTWARE”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Masukkan CD Windows XP dan booting dari CD tersebut.&lt;br /&gt;    * Pada saat muncul opsi R=Repair yang pertama, tekan tombol R.&lt;br /&gt;    * Tekan angka sesuai dengan lokasi instalasi Windows yang ingin diperbaiki yang sesuai.&lt;br /&gt;    * Biasanya #1&lt;br /&gt;    * Masukkan password administrator jika diperlukan.&lt;br /&gt;    * Tulis: cd \windows\system32\config&lt;br /&gt;    * Berikutnya tergantung di bagian mana letak terjadinya kerusakan:&lt;br /&gt;    * Tulis: ren software software.rusak ATAU ren system system.rusak&lt;br /&gt;    * Berikutnya lagi juga tergantung di bagian mana letak terjadinya kerusakan:&lt;br /&gt;    * Tulis: copy \windows\repair\system&lt;br /&gt;    * Tulis: copy \windows\repair\software&lt;br /&gt;    * Keluarkan CD Anda dan ketikkan EXIT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NTLDR atau NTDETECT.COM tak ditemukan (NTLDR or NTDETECT.COM Not Found)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda mendapati error bahwa NTLDR tak ditemukan saat booting:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Untuk partisi tipe FAT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silakan Anda melakukan booting dari disket Win98 Anda dan salinlah file NTLDR atau NTDETECT.COM&lt;br /&gt;dari direktori i386 ke drive induk/akar (root) C:\&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.  Untuk partisi tipe NTFS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Masukkan CD Windows XP dan booting dari CD tersebut.&lt;br /&gt;    * Pada saat muncul opsi R=Repair yang pertama, tekan tombol R.&lt;br /&gt;    * Tekan angka sesuai dengan lokasi instalasi Windows yang ingin diperbaiki yang sesuai.&lt;br /&gt;    * Biasanya #1&lt;br /&gt;    * Masukkan password administrator jika diperlukan.&lt;br /&gt;    * Masukkan perintah berikut, dimana X: adalah alamat drive dari CD ROM Anda (Sesuaikan!).&lt;br /&gt;    * Tulis: COPY X:\i386\NTLDR C\:&lt;br /&gt;    * Tulis: COPY X:\i386\NTDETECT.COM C:\&lt;br /&gt;    * Keluarkan CD Anda dan ketikkan EXIT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SELESAI, Moga bisa ngebantu yang lainnya ;)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7530133021715287438-3324644478627573517?l=greatkidee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://greatkidee.blogspot.com/feeds/3324644478627573517/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7530133021715287438&amp;postID=3324644478627573517' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7530133021715287438/posts/default/3324644478627573517'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7530133021715287438/posts/default/3324644478627573517'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://greatkidee.blogspot.com/2008/12/tips-dan-cara-memperbaiki-windows-xp.html' title='Tips dan Cara Memperbaiki Windows XP Tanpa Instalasi Ulang'/><author><name>kidee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15846458578035204682</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_EYlqnptbOkI/ST1MfIIV-RI/AAAAAAAAAAg/UORBUQKzF80/S220/Dicky.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_EYlqnptbOkI/ST3i5byetgI/AAAAAAAAAA4/zAjwjRdHjYw/s72-c/bsod.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7530133021715287438.post-5445424080008094509</id><published>2008-12-08T08:04:00.000-08:00</published><updated>2008-12-09T18:32:38.642-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='e-commerce'/><title type='text'>Indonesia e-commerce pada tahun 2010 (Onno W. Purbo)</title><content type='html'>Proses sosialisasi e-commerce / IT di Indonesia hanya bisa berhasil jika pemerintah, swasta &amp; berbagai lapisan masyarakat di Indonesia dapat menggunakan e-mail sebagai media komunikasi yang formal. Demikian salah satu kesimpulan utama yang bisa di petik dari Simposium APEC tingkat tinggi tentang e-commerce &amp; perdagangan tanpa kertas (paperless trading) 9-10 Februari 2001 yang di buka oleh Mr. Shi Guangsheng, Meteri Luar Negeri &amp; Kerjasama Ekonomi, dan Mr. Wu Jichuan, Menteri Negara Indusrtri Informasi dan Dutabesar Australia di Cina. Atas sponsor pemerintah Australia (bukan utangan Bank Dunia / IMF) saya berkesempatan untuk hadir dalam Simposium tersebut di adakan di China International Electronic Commerce Center yang terletak agak di luar kota Beijing dan tampaknya merupakan wilayah baru yang dikembangkan untuk industri masa depan. &lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Target yang ingin dicapai dari keseluruhan proses tersebut adalah sangat sederhana, kita menginginkan e-commerce &amp; paperless trading dapat menjadi realita di negara maju APEC pada tahun 2005, sedang bagi negara berkembang APEC (termasuk Indonesia) di targetkan pada tahun 2010 harus bisa berpartisipasi dalam mekanisme perdagangan yang effisien tersebut. Sayang tidak ada praktisi hukum Indonesia yang terlibat di legal framework padahal pihak Australia bersedia untuk mensponsori lima (5) pengamat Indonesia untuk berpartisipasi dalam acara tersebut, kesempatan tersebut hanya di isi oleh rekan dari INDAG &amp; POSTEL.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin ada baiknya teman-teman di APEC Desk di berbagai departemen untuk lebih akrab berkoordinasi terutama menggunakan e-mail / mailing list seperti genetika@yahoogroups.com atau mastel-e-commerce@yahoogroups.com. Sosialisasi e-mail adalah yang minimal harus di lakukan di masing-masing departemen di pemerintahan maupun di berbagai lapisan masyarakat sebelum kita terbang menuju tatanan e-commerce yang lebih pasti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus di akui memang pola fikir, cara pandang masing-masing negara berbeda satu sama lain terutama karena tingkat kemajuan sosial &amp; budaya masyarakat di masing-masing negara. Rekan-rekan dari negara maju seperti Australia, Amerika &amp; Jepang biasanya berpegang pada asumsi bahwa masyarakat yang dihadapi relatif jujur, profesional &amp; pandai. Sialnya, hal ini bukan gambaran umum di banyak negara berkembang, termasuk Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga (3) isu utama menjadi pokok bahasan selama simposium, (1) masalah infrastruktur, (2) masalah hukum / legal dan (3) sumber daya manusia. Dalam bidang Infrastruktur, isu utama-nya sebetulnya sangatlah klasik seperti penetrasi PC, penetrasi telepon di masyarakat. Tiongkok barangkali merupakan contoh paling fantastis dalam melakukan percepatan penetrasi teleponnya dari yang hanya beberapa juta saluran sambung di tahun 80-an, pada hari ini telah mencapai paling tidak sekitar 200 juta-an saluran sambungan. Belum lagi pengguna Internet di Tiongkok ini yang booming mencapai 20 juta pengguna. Semua di tunjang dengan berbagai gerakan yang cukup revolusioner di bidang industri, yang bisa kita lihat akibatnya dengan murahnya barang-barang buatan Tiongkok seperti kendaraan bermotor, peralatan komputer dll yang harganya rata-rata 50% dari harga pasaran di luar tiongkok. Belum lagi program pembrantasan korupsi yang tanpa kompromi dan telah berakibat minimal satu orang wakil menteri, dan beberapa pimpinan setingkat DIRJEN semua di hukum mati. Pada akhirnya pengembangan infrastruktur telekomunikasi maupun e-commerce merupakan seni tersendiri yang harus dibarengi oleh kebijakan pemerintah yang menunjang terjadi iklim industri telekomunikasi &amp; informasi yang baik, kualitas sumber daya manusia yang baik maupun keahlian dalam berbagai teknik telekomunikasi baik yang menggunakan kabel maupun tanpa kabel melalui satelit atau microwave terutama untuk mencapai daerah rural / terpencil dan juga di perkotaan yang tidak bisa diberikan servis oleh Telkom pada kecepatan tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia masterplan untuk infrastruktur pendukung IT sebetulnya telah mulai di buat &amp; di rangkum oleh rekan-rekan di POSTEL dibawah koordinasi Pak Ismail Ahmad (ismail@postel.go.id) &amp; Pak Azhar Hasyim (azhar_hasyim@postel.go.id). Sebagian dari rencana strategis maupun rencana taktis yang akan digunakan untuk mengembangkan infrastruktur untuk memberdayakan masyarakat Internet di Indonesia dapat dibaca di beberapa artikel di detik.com. Salah satu hal yang paling menggembirakan adalah tidak akan ada pembatasan ijin ISP di Indonesia terutama untuk di luar jawa yang di sertai dengan kemudahan perolehan ijin ISP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bidang hukum (legal), bea cukai sebetulnya merupakan kunci utama selain teknologi e-commerce. Penurunan tarif cukai &amp; effisiensi kepabeanan merupakan trend utama. Estimasi penghematan US$50 milyar per tahun bagi konsumen diperkirakan bisa diperoleh dari berbagai effisiensi cukai. Perjanjian penurunan tarif ini merupakan bagian dari kesepakatan WTO khususnya Information Technology Agreement (ITA). Komputer merupakan salah satu peralatan yang tarif beacukai-nya di nol-kan, sialnya DIRJEN PAJAK kemudian mengenakan PPnBM (Pajak Pertambahan Nilai Barang Mewah) kepada komputer sebesar 20% - yang tentu saja sangat merugikan bangsa Indonesia sendiri secara keseluruhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebijakan / langkah pasti yang perlu di ambil masing-masing negara di usulkan oleh Michael Baker dari AOEMA (michael.baker@aoema.org) yang terdiri dari lima (5) kesepakatan internasional untuk melakukan e-commerce yang baik, mulai dari penyimpanan informasi secara elektronik; kebijakan menggunakan e-mail untuk berkomunikasi; indentitas, tanda tangan digital &amp; hak cipta; penggunaan certificate authority; dan penggunaan kepercayaan pihak ke tiga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir adalah bidang sumber daya manusia yang kebetulan saya terlibat secara aktif. Pada prinsipnya semua negara APEC setuju bahwa Sumber Daya Manusia merupakan kunci utama keberhasilan kita dalam mengembangkan e-commerce di masing-masing negara. Sialnya, kebanyakan orang maupun pemerintah memberikan kesan mengangkat isu SDM sekedar basa-basi supaya terlihat manusiawi saja oleh negara lain, tanpa memberikan program &amp; budget yang betul. Pada dasarnya ada dua strategi umum yang perlu di jalankan di lapangan di samping kebijakan pemerintah yang kondusif. Pertama adalah masalah IT awareness / IT literacy untuk masyarakat banyak yang berfokus untuk meningkatkan kuantitas masyarakat IT. Kedua adalah pendidikan untuk IT profesional yang lebih di fokuskan pada peningkatan kualitas SDM profesional. Beberapa hal taktis yang bisa ditindak lanjuti oleh APEC dalam pemayarakatan IT misalnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Penggunaan e-mail sebagai alat komunikasi yang resmi antar pimpinan APEC maupun pejabat tingginya.&lt;br /&gt;• Penggunaan bahasa Inggris sebagai bahasa komunikasi antar negara. Sedang penggunaan bahasa lokal untuk komunikasi internal di negara masing-masing agar dapat menjangkau massa yang lebih besar.&lt;br /&gt;• Memberikan insentif bagi penulis muda untuk menuliskan pengetahuan mereka dalam bahasa lokal.&lt;br /&gt;• Mengadakan program training for trainers yang sifatnya kompetitif di antara negara APEC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa langkah taktis yang dapat dilakukan oleh APEC untuk memperoleh lebih banyak IT Profesional, terutama:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Meminta menteri pendidikan untuk memasukan IT kedalam kurikulum nasional.&lt;br /&gt;• Memasukan IT dalam segala jenjang pendidikan baik formal, non-formal maupun informal.&lt;br /&gt;• Encourge program sertifikasi IT yang berbasis di Industri, seperti MCP / MCSE pada Microsoft atau program serupa Cisco,  Linux dll.&lt;br /&gt;• Membangun market place untuk interaksi B2B antar pemain di APEC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain usaha yang dilakukan oleh APEC, sebetulnya masing-masing negara dapat juga memacu pertumbuhan SDM yang melek IT, misalnya dengan cara:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Mendorong tumbuhnya lembaga-lembaga pendidikan terutama di bidang IT. Sukur-sukur DIKNAS bisa memudahkan semua proses perijinannya.&lt;br /&gt;• Mendorong semua PTS, PTN untuk mempublikasikan hasil penelitiannya di publik, menggunakan GPL / copyleft.&lt;br /&gt;• Mendorong terbentuknya perpustakaan digital &amp; knowledge infrastruktur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk meningkatkan IT Literacy / IT Awareness ada beberapa hal yang bisa dilakukan secara swadaya masyarakat, misalnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Melakukan roadshow, seminar &amp; talkshow.&lt;br /&gt;• Mengaktifkan media interaksi melalui mailing list.&lt;br /&gt;• Mempublikasikan semua kebijakan &amp; regulasi pemerintah melalui Web yang bisa secara cuma-cuma di akses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses sosialisasi e-commerce / IT di Indonesia hanya bisa berhasil jika pemerintah, swasta &amp; berbagai lapisan masyarakat di Indonesia dapat menggunakan e-mail sebagai media komunikasi yang formal. Demikian salah satu kesimpulan utama yang bisa di petik dari Simposium APEC tingkat tinggi tentang e-commerce &amp; perdagangan tanpa kertas (paperless trading) 9-10 Februari 2001 yang di buka oleh Mr. Shi Guangsheng, Meteri Luar Negeri &amp; Kerjasama Ekonomi, dan Mr. Wu Jichuan, Menteri Negara Indusrtri Informasi dan Dutabesar Australia di Cina. Atas sponsor pemerintah Australia (bukan utangan Bank Dunia / IMF) saya berkesempatan untuk hadir dalam Simposium tersebut di adakan di China International Electronic Commerce Center yang terletak agak di luar kota Beijing dan tampaknya merupakan wilayah baru yang dikembangkan untuk industri masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Target yang ingin dicapai dari keseluruhan proses tersebut adalah sangat sederhana, kita menginginkan e-commerce &amp; paperless trading dapat menjadi realita di negara maju APEC pada tahun 2005, sedang bagi negara berkembang APEC (termasuk Indonesia) di targetkan pada tahun 2010 harus bisa berpartisipasi dalam mekanisme perdagangan yang effisien tersebut. Sayang tidak ada praktisi hukum Indonesia yang terlibat di legal framework padahal pihak Australia bersedia untuk mensponsori lima (5) pengamat Indonesia untuk berpartisipasi dalam acara tersebut, kesempatan tersebut hanya di isi oleh rekan dari INDAG &amp; POSTEL.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin ada baiknya teman-teman di APEC Desk di berbagai departemen untuk lebih akrab berkoordinasi terutama menggunakan e-mail / mailing list seperti genetika@yahoogroups.com atau mastel-e-commerce@yahoogroups.com. Sosialisasi e-mail adalah yang minimal harus di lakukan di masing-masing departemen di pemerintahan maupun di berbagai lapisan masyarakat sebelum kita terbang menuju tatanan e-commerce yang lebih pasti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus di akui memang pola fikir, cara pandang masing-masing negara berbeda satu sama lain terutama karena tingkat kemajuan sosial &amp; budaya masyarakat di masing-masing negara. Rekan-rekan dari negara maju seperti Australia, Amerika &amp; Jepang biasanya berpegang pada asumsi bahwa masyarakat yang dihadapi relatif jujur, profesional &amp; pandai. Sialnya, hal ini bukan gambaran umum di banyak negara berkembang, termasuk Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga (3) isu utama menjadi pokok bahasan selama simposium, (1) masalah infrastruktur, (2) masalah hukum / legal dan (3) sumber daya manusia. Dalam bidang Infrastruktur, isu utama-nya sebetulnya sangatlah klasik seperti penetrasi PC, penetrasi telepon di masyarakat. Tiongkok barangkali merupakan contoh paling fantastis dalam melakukan percepatan penetrasi teleponnya dari yang hanya beberapa juta saluran sambung di tahun 80-an, pada hari ini telah mencapai paling tidak sekitar 200 juta-an saluran sambungan. Belum lagi pengguna Internet di Tiongkok ini yang booming mencapai 20 juta pengguna. Semua di tunjang dengan berbagai gerakan yang cukup revolusioner di bidang industri, yang bisa kita lihat akibatnya dengan murahnya barang-barang buatan Tiongkok seperti kendaraan bermotor, peralatan komputer dll yang harganya rata-rata 50% dari harga pasaran di luar tiongkok. Belum lagi program pembrantasan korupsi yang tanpa kompromi dan telah berakibat minimal satu orang wakil menteri, dan beberapa pimpinan setingkat DIRJEN semua di hukum mati. Pada akhirnya pengembangan infrastruktur telekomunikasi maupun e-commerce merupakan seni tersendiri yang harus dibarengi oleh kebijakan pemerintah yang menunjang terjadi iklim industri telekomunikasi &amp; informasi yang baik, kualitas sumber daya manusia yang baik maupun keahlian dalam berbagai teknik telekomunikasi baik yang menggunakan kabel maupun tanpa kabel melalui satelit atau microwave terutama untuk mencapai daerah rural / terpencil dan juga di perkotaan yang tidak bisa diberikan servis oleh Telkom pada kecepatan tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia masterplan untuk infrastruktur pendukung IT sebetulnya telah mulai di buat &amp; di rangkum oleh rekan-rekan di POSTEL dibawah koordinasi Pak Ismail Ahmad (ismail@postel.go.id) &amp; Pak Azhar Hasyim (azhar_hasyim@postel.go.id). Sebagian dari rencana strategis maupun rencana taktis yang akan digunakan untuk mengembangkan infrastruktur untuk memberdayakan masyarakat Internet di Indonesia dapat dibaca di beberapa artikel di detik.com. Salah satu hal yang paling menggembirakan adalah tidak akan ada pembatasan ijin ISP di Indonesia terutama untuk di luar jawa yang di sertai dengan kemudahan perolehan ijin ISP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bidang hukum (legal), bea cukai sebetulnya merupakan kunci utama selain teknologi e-commerce. Penurunan tarif cukai &amp; effisiensi kepabeanan merupakan trend utama. Estimasi penghematan US$50 milyar per tahun bagi konsumen diperkirakan bisa diperoleh dari berbagai effisiensi cukai. Perjanjian penurunan tarif ini merupakan bagian dari kesepakatan WTO khususnya Information Technology Agreement (ITA). Komputer merupakan salah satu peralatan yang tarif beacukai-nya di nol-kan, sialnya DIRJEN PAJAK kemudian mengenakan PPnBM (Pajak Pertambahan Nilai Barang Mewah) kepada komputer sebesar 20% - yang tentu saja sangat merugikan bangsa Indonesia sendiri secara keseluruhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebijakan / langkah pasti yang perlu di ambil masing-masing negara di usulkan oleh Michael Baker dari AOEMA (michael.baker@aoema.org) yang terdiri dari lima (5) kesepakatan internasional untuk melakukan e-commerce yang baik, mulai dari penyimpanan informasi secara elektronik; kebijakan menggunakan e-mail untuk berkomunikasi; indentitas, tanda tangan digital &amp; hak cipta; penggunaan certificate authority; dan penggunaan kepercayaan pihak ke tiga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir adalah bidang sumber daya manusia yang kebetulan saya terlibat secara aktif. Pada prinsipnya semua negara APEC setuju bahwa Sumber Daya Manusia merupakan kunci utama keberhasilan kita dalam mengembangkan e-commerce di masing-masing negara. Sialnya, kebanyakan orang maupun pemerintah memberikan kesan mengangkat isu SDM sekedar basa-basi supaya terlihat manusiawi saja oleh negara lain, tanpa memberikan program &amp; budget yang betul. Pada dasarnya ada dua strategi umum yang perlu di jalankan di lapangan di samping kebijakan pemerintah yang kondusif. Pertama adalah masalah IT awareness / IT literacy untuk masyarakat banyak yang berfokus untuk meningkatkan kuantitas masyarakat IT. Kedua adalah pendidikan untuk IT profesional yang lebih di fokuskan pada peningkatan kualitas SDM profesional. Beberapa hal taktis yang bisa ditindak lanjuti oleh APEC dalam pemayarakatan IT misalnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Penggunaan e-mail sebagai alat komunikasi yang resmi antar pimpinan APEC maupun pejabat tingginya.&lt;br /&gt;• Penggunaan bahasa Inggris sebagai bahasa komunikasi antar negara. Sedang penggunaan bahasa lokal untuk komunikasi internal di negara masing-masing agar dapat menjangkau massa yang lebih besar.&lt;br /&gt;• Memberikan insentif bagi penulis muda untuk menuliskan pengetahuan mereka dalam bahasa lokal.&lt;br /&gt;• Mengadakan program training for trainers yang sifatnya kompetitif di antara negara APEC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa langkah taktis yang dapat dilakukan oleh APEC untuk memperoleh lebih banyak IT Profesional, terutama:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Meminta menteri pendidikan untuk memasukan IT kedalam kurikulum nasional.&lt;br /&gt;• Memasukan IT dalam segala jenjang pendidikan baik formal, non-formal maupun informal.&lt;br /&gt;• Encourge program sertifikasi IT yang berbasis di Industri, seperti MCP / MCSE pada Microsoft atau program serupa Cisco,  Linux dll.&lt;br /&gt;• Membangun market place untuk interaksi B2B antar pemain di APEC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain usaha yang dilakukan oleh APEC, sebetulnya masing-masing negara dapat juga memacu pertumbuhan SDM yang melek IT, misalnya dengan cara:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Mendorong tumbuhnya lembaga-lembaga pendidikan terutama di bidang IT. Sukur-sukur DIKNAS bisa memudahkan semua proses perijinannya.&lt;br /&gt;• Mendorong semua PTS, PTN untuk mempublikasikan hasil penelitiannya di publik, menggunakan GPL / copyleft.&lt;br /&gt;• Mendorong terbentuknya perpustakaan digital &amp; knowledge infrastruktur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk meningkatkan IT Literacy / IT Awareness ada beberapa hal yang bisa dilakukan secara swadaya masyarakat, misalnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Melakukan roadshow, seminar &amp; talkshow.&lt;br /&gt;• Mengaktifkan media interaksi melalui mailing list.&lt;br /&gt;• Mempublikasikan semua kebijakan &amp; regulasi pemerintah melalui Web yang bisa secara cuma-cuma di akses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses sosialisasi e-commerce / IT di Indonesia hanya bisa berhasil jika pemerintah, swasta &amp; berbagai lapisan masyarakat di Indonesia dapat menggunakan e-mail sebagai media komunikasi yang formal. Demikian salah satu kesimpulan utama yang bisa di petik dari Simposium APEC tingkat tinggi tentang e-commerce &amp; perdagangan tanpa kertas (paperless trading) 9-10 Februari 2001 yang di buka oleh Mr. Shi Guangsheng, Meteri Luar Negeri &amp; Kerjasama Ekonomi, dan Mr. Wu Jichuan, Menteri Negara Indusrtri Informasi dan Dutabesar Australia di Cina. Atas sponsor pemerintah Australia (bukan utangan Bank Dunia / IMF) saya berkesempatan untuk hadir dalam Simposium tersebut di adakan di China International Electronic Commerce Center yang terletak agak di luar kota Beijing dan tampaknya merupakan wilayah baru yang dikembangkan untuk industri masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Target yang ingin dicapai dari keseluruhan proses tersebut adalah sangat sederhana, kita menginginkan e-commerce &amp; paperless trading dapat menjadi realita di negara maju APEC pada tahun 2005, sedang bagi negara berkembang APEC (termasuk Indonesia) di targetkan pada tahun 2010 harus bisa berpartisipasi dalam mekanisme perdagangan yang effisien tersebut. Sayang tidak ada praktisi hukum Indonesia yang terlibat di legal framework padahal pihak Australia bersedia untuk mensponsori lima (5) pengamat Indonesia untuk berpartisipasi dalam acara tersebut, kesempatan tersebut hanya di isi oleh rekan dari INDAG &amp; POSTEL.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin ada baiknya teman-teman di APEC Desk di berbagai departemen untuk lebih akrab berkoordinasi terutama menggunakan e-mail / mailing list seperti genetika@yahoogroups.com atau mastel-e-commerce@yahoogroups.com. Sosialisasi e-mail adalah yang minimal harus di lakukan di masing-masing departemen di pemerintahan maupun di berbagai lapisan masyarakat sebelum kita terbang menuju tatanan e-commerce yang lebih pasti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus di akui memang pola fikir, cara pandang masing-masing negara berbeda satu sama lain terutama karena tingkat kemajuan sosial &amp; budaya masyarakat di masing-masing negara. Rekan-rekan dari negara maju seperti Australia, Amerika &amp; Jepang biasanya berpegang pada asumsi bahwa masyarakat yang dihadapi relatif jujur, profesional &amp; pandai. Sialnya, hal ini bukan gambaran umum di banyak negara berkembang, termasuk Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga (3) isu utama menjadi pokok bahasan selama simposium, (1) masalah infrastruktur, (2) masalah hukum / legal dan (3) sumber daya manusia. Dalam bidang Infrastruktur, isu utama-nya sebetulnya sangatlah klasik seperti penetrasi PC, penetrasi telepon di masyarakat. Tiongkok barangkali merupakan contoh paling fantastis dalam melakukan percepatan penetrasi teleponnya dari yang hanya beberapa juta saluran sambung di tahun 80-an, pada hari ini telah mencapai paling tidak sekitar 200 juta-an saluran sambungan. Belum lagi pengguna Internet di Tiongkok ini yang booming mencapai 20 juta pengguna. Semua di tunjang dengan berbagai gerakan yang cukup revolusioner di bidang industri, yang bisa kita lihat akibatnya dengan murahnya barang-barang buatan Tiongkok seperti kendaraan bermotor, peralatan komputer dll yang harganya rata-rata 50% dari harga pasaran di luar tiongkok. Belum lagi program pembrantasan korupsi yang tanpa kompromi dan telah berakibat minimal satu orang wakil menteri, dan beberapa pimpinan setingkat DIRJEN semua di hukum mati. Pada akhirnya pengembangan infrastruktur telekomunikasi maupun e-commerce merupakan seni tersendiri yang harus dibarengi oleh kebijakan pemerintah yang menunjang terjadi iklim industri telekomunikasi &amp; informasi yang baik, kualitas sumber daya manusia yang baik maupun keahlian dalam berbagai teknik telekomunikasi baik yang menggunakan kabel maupun tanpa kabel melalui satelit atau microwave terutama untuk mencapai daerah rural / terpencil dan juga di perkotaan yang tidak bisa diberikan servis oleh Telkom pada kecepatan tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia masterplan untuk infrastruktur pendukung IT sebetulnya telah mulai di buat &amp; di rangkum oleh rekan-rekan di POSTEL dibawah koordinasi Pak Ismail Ahmad (ismail@postel.go.id) &amp; Pak Azhar Hasyim (azhar_hasyim@postel.go.id). Sebagian dari rencana strategis maupun rencana taktis yang akan digunakan untuk mengembangkan infrastruktur untuk memberdayakan masyarakat Internet di Indonesia dapat dibaca di beberapa artikel di detik.com. Salah satu hal yang paling menggembirakan adalah tidak akan ada pembatasan ijin ISP di Indonesia terutama untuk di luar jawa yang di sertai dengan kemudahan perolehan ijin ISP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bidang hukum (legal), bea cukai sebetulnya merupakan kunci utama selain teknologi e-commerce. Penurunan tarif cukai &amp; effisiensi kepabeanan merupakan trend utama. Estimasi penghematan US$50 milyar per tahun bagi konsumen diperkirakan bisa diperoleh dari berbagai effisiensi cukai. Perjanjian penurunan tarif ini merupakan bagian dari kesepakatan WTO khususnya Information Technology Agreement (ITA). Komputer merupakan salah satu peralatan yang tarif beacukai-nya di nol-kan, sialnya DIRJEN PAJAK kemudian mengenakan PPnBM (Pajak Pertambahan Nilai Barang Mewah) kepada komputer sebesar 20% - yang tentu saja sangat merugikan bangsa Indonesia sendiri secara keseluruhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebijakan / langkah pasti yang perlu di ambil masing-masing negara di usulkan oleh Michael Baker dari AOEMA (michael.baker@aoema.org) yang terdiri dari lima (5) kesepakatan internasional untuk melakukan e-commerce yang baik, mulai dari penyimpanan informasi secara elektronik; kebijakan menggunakan e-mail untuk berkomunikasi; indentitas, tanda tangan digital &amp; hak cipta; penggunaan certificate authority; dan penggunaan kepercayaan pihak ke tiga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir adalah bidang sumber daya manusia yang kebetulan saya terlibat secara aktif. Pada prinsipnya semua negara APEC setuju bahwa Sumber Daya Manusia merupakan kunci utama keberhasilan kita dalam mengembangkan e-commerce di masing-masing negara. Sialnya, kebanyakan orang maupun pemerintah memberikan kesan mengangkat isu SDM sekedar basa-basi supaya terlihat manusiawi saja oleh negara lain, tanpa memberikan program &amp; budget yang betul. Pada dasarnya ada dua strategi umum yang perlu di jalankan di lapangan di samping kebijakan pemerintah yang kondusif. Pertama adalah masalah IT awareness / IT literacy untuk masyarakat banyak yang berfokus untuk meningkatkan kuantitas masyarakat IT. Kedua adalah pendidikan untuk IT profesional yang lebih di fokuskan pada peningkatan kualitas SDM profesional. Beberapa hal taktis yang bisa ditindak lanjuti oleh APEC dalam pemayarakatan IT misalnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Penggunaan e-mail sebagai alat komunikasi yang resmi antar pimpinan APEC maupun pejabat tingginya.&lt;br /&gt;• Penggunaan bahasa Inggris sebagai bahasa komunikasi antar negara. Sedang penggunaan bahasa lokal untuk komunikasi internal di negara masing-masing agar dapat menjangkau massa yang lebih besar.&lt;br /&gt;• Memberikan insentif bagi penulis muda untuk menuliskan pengetahuan mereka dalam bahasa lokal.&lt;br /&gt;• Mengadakan program training for trainers yang sifatnya kompetitif di antara negara APEC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa langkah taktis yang dapat dilakukan oleh APEC untuk memperoleh lebih banyak IT Profesional, terutama:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Meminta menteri pendidikan untuk memasukan IT kedalam kurikulum nasional.&lt;br /&gt;• Memasukan IT dalam segala jenjang pendidikan baik formal, non-formal maupun informal.&lt;br /&gt;• Encourge program sertifikasi IT yang berbasis di Industri, seperti MCP / MCSE pada Microsoft atau program serupa Cisco,  Linux dll.&lt;br /&gt;• Membangun market place untuk interaksi B2B antar pemain di APEC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain usaha yang dilakukan oleh APEC, sebetulnya masing-masing negara dapat juga memacu pertumbuhan SDM yang melek IT, misalnya dengan cara:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Mendorong tumbuhnya lembaga-lembaga pendidikan terutama di bidang IT. Sukur-sukur DIKNAS bisa memudahkan semua proses perijinannya.&lt;br /&gt;• Mendorong semua PTS, PTN untuk mempublikasikan hasil penelitiannya di publik, menggunakan GPL / copyleft.&lt;br /&gt;• Mendorong terbentuknya perpustakaan digital &amp; knowledge infrastruktur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk meningkatkan IT Literacy / IT Awareness ada beberapa hal yang bisa dilakukan secara swadaya masyarakat, misalnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Melakukan roadshow, seminar &amp; talkshow.&lt;br /&gt;• Mengaktifkan media interaksi melalui mailing list.&lt;br /&gt;• Mempublikasikan semua kebijakan &amp; regulasi pemerintah melalui Web yang bisa secara cuma-cuma di akses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses sosialisasi e-commerce / IT di Indonesia hanya bisa berhasil jika pemerintah, swasta &amp; berbagai lapisan masyarakat di Indonesia dapat menggunakan e-mail sebagai media komunikasi yang formal. Demikian salah satu kesimpulan utama yang bisa di petik dari Simposium APEC tingkat tinggi tentang e-commerce &amp; perdagangan tanpa kertas (paperless trading) 9-10 Februari 2001 yang di buka oleh Mr. Shi Guangsheng, Meteri Luar Negeri &amp; Kerjasama Ekonomi, dan Mr. Wu Jichuan, Menteri Negara Indusrtri Informasi dan Dutabesar Australia di Cina. Atas sponsor pemerintah Australia (bukan utangan Bank Dunia / IMF) saya berkesempatan untuk hadir dalam Simposium tersebut di adakan di China International Electronic Commerce Center yang terletak agak di luar kota Beijing dan tampaknya merupakan wilayah baru yang dikembangkan untuk industri masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Target yang ingin dicapai dari keseluruhan proses tersebut adalah sangat sederhana, kita menginginkan e-commerce &amp; paperless trading dapat menjadi realita di negara maju APEC pada tahun 2005, sedang bagi negara berkembang APEC (termasuk Indonesia) di targetkan pada tahun 2010 harus bisa berpartisipasi dalam mekanisme perdagangan yang effisien tersebut. Sayang tidak ada praktisi hukum Indonesia yang terlibat di legal framework padahal pihak Australia bersedia untuk mensponsori lima (5) pengamat Indonesia untuk berpartisipasi dalam acara tersebut, kesempatan tersebut hanya di isi oleh rekan dari INDAG &amp; POSTEL.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin ada baiknya teman-teman di APEC Desk di berbagai departemen untuk lebih akrab berkoordinasi terutama menggunakan e-mail / mailing list seperti genetika@yahoogroups.com atau mastel-e-commerce@yahoogroups.com. Sosialisasi e-mail adalah yang minimal harus di lakukan di masing-masing departemen di pemerintahan maupun di berbagai lapisan masyarakat sebelum kita terbang menuju tatanan e-commerce yang lebih pasti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus di akui memang pola fikir, cara pandang masing-masing negara berbeda satu sama lain terutama karena tingkat kemajuan sosial &amp; budaya masyarakat di masing-masing negara. Rekan-rekan dari negara maju seperti Australia, Amerika &amp; Jepang biasanya berpegang pada asumsi bahwa masyarakat yang dihadapi relatif jujur, profesional &amp; pandai. Sialnya, hal ini bukan gambaran umum di banyak negara berkembang, termasuk Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga (3) isu utama menjadi pokok bahasan selama simposium, (1) masalah infrastruktur, (2) masalah hukum / legal dan (3) sumber daya manusia. Dalam bidang Infrastruktur, isu utama-nya sebetulnya sangatlah klasik seperti penetrasi PC, penetrasi telepon di masyarakat. Tiongkok barangkali merupakan contoh paling fantastis dalam melakukan percepatan penetrasi teleponnya dari yang hanya beberapa juta saluran sambung di tahun 80-an, pada hari ini telah mencapai paling tidak sekitar 200 juta-an saluran sambungan. Belum lagi pengguna Internet di Tiongkok ini yang booming mencapai 20 juta pengguna. Semua di tunjang dengan berbagai gerakan yang cukup revolusioner di bidang industri, yang bisa kita lihat akibatnya dengan murahnya barang-barang buatan Tiongkok seperti kendaraan bermotor, peralatan komputer dll yang harganya rata-rata 50% dari harga pasaran di luar tiongkok. Belum lagi program pembrantasan korupsi yang tanpa kompromi dan telah berakibat minimal satu orang wakil menteri, dan beberapa pimpinan setingkat DIRJEN semua di hukum mati. Pada akhirnya pengembangan infrastruktur telekomunikasi maupun e-commerce merupakan seni tersendiri yang harus dibarengi oleh kebijakan pemerintah yang menunjang terjadi iklim industri telekomunikasi &amp; informasi yang baik, kualitas sumber daya manusia yang baik maupun keahlian dalam berbagai teknik telekomunikasi baik yang menggunakan kabel maupun tanpa kabel melalui satelit atau microwave terutama untuk mencapai daerah rural / terpencil dan juga di perkotaan yang tidak bisa diberikan servis oleh Telkom pada kecepatan tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia masterplan untuk infrastruktur pendukung IT sebetulnya telah mulai di buat &amp; di rangkum oleh rekan-rekan di POSTEL dibawah koordinasi Pak Ismail Ahmad (ismail@postel.go.id) &amp; Pak Azhar Hasyim (azhar_hasyim@postel.go.id). Sebagian dari rencana strategis maupun rencana taktis yang akan digunakan untuk mengembangkan infrastruktur untuk memberdayakan masyarakat Internet di Indonesia dapat dibaca di beberapa artikel di detik.com. Salah satu hal yang paling menggembirakan adalah tidak akan ada pembatasan ijin ISP di Indonesia terutama untuk di luar jawa yang di sertai dengan kemudahan perolehan ijin ISP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bidang hukum (legal), bea cukai sebetulnya merupakan kunci utama selain teknologi e-commerce. Penurunan tarif cukai &amp; effisiensi kepabeanan merupakan trend utama. Estimasi penghematan US$50 milyar per tahun bagi konsumen diperkirakan bisa diperoleh dari berbagai effisiensi cukai. Perjanjian penurunan tarif ini merupakan bagian dari kesepakatan WTO khususnya Information Technology Agreement (ITA). Komputer merupakan salah satu peralatan yang tarif beacukai-nya di nol-kan, sialnya DIRJEN PAJAK kemudian mengenakan PPnBM (Pajak Pertambahan Nilai Barang Mewah) kepada komputer sebesar 20% - yang tentu saja sangat merugikan bangsa Indonesia sendiri secara keseluruhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebijakan / langkah pasti yang perlu di ambil masing-masing negara di usulkan oleh Michael Baker dari AOEMA (michael.baker@aoema.org) yang terdiri dari lima (5) kesepakatan internasional untuk melakukan e-commerce yang baik, mulai dari penyimpanan informasi secara elektronik; kebijakan menggunakan e-mail untuk berkomunikasi; indentitas, tanda tangan digital &amp; hak cipta; penggunaan certificate authority; dan penggunaan kepercayaan pihak ke tiga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir adalah bidang sumber daya manusia yang kebetulan saya terlibat secara aktif. Pada prinsipnya semua negara APEC setuju bahwa Sumber Daya Manusia merupakan kunci utama keberhasilan kita dalam mengembangkan e-commerce di masing-masing negara. Sialnya, kebanyakan orang maupun pemerintah memberikan kesan mengangkat isu SDM sekedar basa-basi supaya terlihat manusiawi saja oleh negara lain, tanpa memberikan program &amp; budget yang betul. Pada dasarnya ada dua strategi umum yang perlu di jalankan di lapangan di samping kebijakan pemerintah yang kondusif. Pertama adalah masalah IT awareness / IT literacy untuk masyarakat banyak yang berfokus untuk meningkatkan kuantitas masyarakat IT. Kedua adalah pendidikan untuk IT profesional yang lebih di fokuskan pada peningkatan kualitas SDM profesional. Beberapa hal taktis yang bisa ditindak lanjuti oleh APEC dalam pemayarakatan IT misalnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Penggunaan e-mail sebagai alat komunikasi yang resmi antar pimpinan APEC maupun pejabat tingginya.&lt;br /&gt;• Penggunaan bahasa Inggris sebagai bahasa komunikasi antar negara. Sedang penggunaan bahasa lokal untuk komunikasi internal di negara masing-masing agar dapat menjangkau massa yang lebih besar.&lt;br /&gt;• Memberikan insentif bagi penulis muda untuk menuliskan pengetahuan mereka dalam bahasa lokal.&lt;br /&gt;• Mengadakan program training for trainers yang sifatnya kompetitif di antara negara APEC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa langkah taktis yang dapat dilakukan oleh APEC untuk memperoleh lebih banyak IT Profesional, terutama:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Meminta menteri pendidikan untuk memasukan IT kedalam kurikulum nasional.&lt;br /&gt;• Memasukan IT dalam segala jenjang pendidikan baik formal, non-formal maupun informal.&lt;br /&gt;• Encourge program sertifikasi IT yang berbasis di Industri, seperti MCP / MCSE pada Microsoft atau program serupa Cisco,  Linux dll.&lt;br /&gt;• Membangun market place untuk interaksi B2B antar pemain di APEC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain usaha yang dilakukan oleh APEC, sebetulnya masing-masing negara dapat juga memacu pertumbuhan SDM yang melek IT, misalnya dengan cara:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Mendorong tumbuhnya lembaga-lembaga pendidikan terutama di bidang IT. Sukur-sukur DIKNAS bisa memudahkan semua proses perijinannya.&lt;br /&gt;• Mendorong semua PTS, PTN untuk mempublikasikan hasil penelitiannya di publik, menggunakan GPL / copyleft.&lt;br /&gt;• Mendorong terbentuknya perpustakaan digital &amp; knowledge infrastruktur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk meningkatkan IT Literacy / IT Awareness ada beberapa hal yang bisa dilakukan secara swadaya masyarakat, misalnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Melakukan roadshow, seminar &amp; talkshow.&lt;br /&gt;• Mengaktifkan media interaksi melalui mailing list.&lt;br /&gt;• Mempublikasikan semua kebijakan &amp; regulasi pemerintah melalui Web yang bisa secara cuma-cuma di akses.&lt;br /&gt;Proses sosialisasi e-commerce / IT di Indonesia hanya bisa berhasil jika pemerintah, swasta &amp; berbagai lapisan masyarakat di Indonesia dapat menggunakan e-mail sebagai media komunikasi yang formal. Demikian salah satu kesimpulan utama yang bisa di petik dari Simposium APEC tingkat tinggi tentang e-commerce &amp; perdagangan tanpa kertas (paperless trading) 9-10 Februari 2001 yang di buka oleh Mr. Shi Guangsheng, Meteri Luar Negeri &amp; Kerjasama Ekonomi, dan Mr. Wu Jichuan, Menteri Negara Indusrtri Informasi dan Dutabesar Australia di Cina. Atas sponsor pemerintah Australia (bukan utangan Bank Dunia / IMF) saya berkesempatan untuk hadir dalam Simposium tersebut di adakan di China International Electronic Commerce Center yang terletak agak di luar kota Beijing dan tampaknya merupakan wilayah baru yang dikembangkan untuk industri masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Target yang ingin dicapai dari keseluruhan proses tersebut adalah sangat sederhana, kita menginginkan e-commerce &amp; paperless trading dapat menjadi realita di negara maju APEC pada tahun 2005, sedang bagi negara berkembang APEC (termasuk Indonesia) di targetkan pada tahun 2010 harus bisa berpartisipasi dalam mekanisme perdagangan yang effisien tersebut. Sayang tidak ada praktisi hukum Indonesia yang terlibat di legal framework padahal pihak Australia bersedia untuk mensponsori lima (5) pengamat Indonesia untuk berpartisipasi dalam acara tersebut, kesempatan tersebut hanya di isi oleh rekan dari INDAG &amp; POSTEL.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin ada baiknya teman-teman di APEC Desk di berbagai departemen untuk lebih akrab berkoordinasi terutama menggunakan e-mail / mailing list seperti genetika@yahoogroups.com atau mastel-e-commerce@yahoogroups.com. Sosialisasi e-mail adalah yang minimal harus di lakukan di masing-masing departemen di pemerintahan maupun di berbagai lapisan masyarakat sebelum kita terbang menuju tatanan e-commerce yang lebih pasti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus di akui memang pola fikir, cara pandang masing-masing negara berbeda satu sama lain terutama karena tingkat kemajuan sosial &amp; budaya masyarakat di masing-masing negara. Rekan-rekan dari negara maju seperti Australia, Amerika &amp; Jepang biasanya berpegang pada asumsi bahwa masyarakat yang dihadapi relatif jujur, profesional &amp; pandai. Sialnya, hal ini bukan gambaran umum di banyak negara berkembang, termasuk Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga (3) isu utama menjadi pokok bahasan selama simposium, (1) masalah infrastruktur, (2) masalah hukum / legal dan (3) sumber daya manusia. Dalam bidang Infrastruktur, isu utama-nya sebetulnya sangatlah klasik seperti penetrasi PC, penetrasi telepon di masyarakat. Tiongkok barangkali merupakan contoh paling fantastis dalam melakukan percepatan penetrasi teleponnya dari yang hanya beberapa juta saluran sambung di tahun 80-an, pada hari ini telah mencapai paling tidak sekitar 200 juta-an saluran sambungan. Belum lagi pengguna Internet di Tiongkok ini yang booming mencapai 20 juta pengguna. Semua di tunjang dengan berbagai gerakan yang cukup revolusioner di bidang industri, yang bisa kita lihat akibatnya dengan murahnya barang-barang buatan Tiongkok seperti kendaraan bermotor, peralatan komputer dll yang harganya rata-rata 50% dari harga pasaran di luar tiongkok. Belum lagi program pembrantasan korupsi yang tanpa kompromi dan telah berakibat minimal satu orang wakil menteri, dan beberapa pimpinan setingkat DIRJEN semua di hukum mati. Pada akhirnya pengembangan infrastruktur telekomunikasi maupun e-commerce merupakan seni tersendiri yang harus dibarengi oleh kebijakan pemerintah yang menunjang terjadi iklim industri telekomunikasi &amp; informasi yang baik, kualitas sumber daya manusia yang baik maupun keahlian dalam berbagai teknik telekomunikasi baik yang menggunakan kabel maupun tanpa kabel melalui satelit atau microwave terutama untuk mencapai daerah rural / terpencil dan juga di perkotaan yang tidak bisa diberikan servis oleh Telkom pada kecepatan tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia masterplan untuk infrastruktur pendukung IT sebetulnya telah mulai di buat &amp; di rangkum oleh rekan-rekan di POSTEL dibawah koordinasi Pak Ismail Ahmad (ismail@postel.go.id) &amp; Pak Azhar Hasyim (azhar_hasyim@postel.go.id). Sebagian dari rencana strategis maupun rencana taktis yang akan digunakan untuk mengembangkan infrastruktur untuk memberdayakan masyarakat Internet di Indonesia dapat dibaca di beberapa artikel di detik.com. Salah satu hal yang paling menggembirakan adalah tidak akan ada pembatasan ijin ISP di Indonesia terutama untuk di luar jawa yang di sertai dengan kemudahan perolehan ijin ISP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bidang hukum (legal), bea cukai sebetulnya merupakan kunci utama selain teknologi e-commerce. Penurunan tarif cukai &amp; effisiensi kepabeanan merupakan trend utama. Estimasi penghematan US$50 milyar per tahun bagi konsumen diperkirakan bisa diperoleh dari berbagai effisiensi cukai. Perjanjian penurunan tarif ini merupakan bagian dari kesepakatan WTO khususnya Information Technology Agreement (ITA). Komputer merupakan salah satu peralatan yang tarif beacukai-nya di nol-kan, sialnya DIRJEN PAJAK kemudian mengenakan PPnBM (Pajak Pertambahan Nilai Barang Mewah) kepada komputer sebesar 20% - yang tentu saja sangat merugikan bangsa Indonesia sendiri secara keseluruhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebijakan / langkah pasti yang perlu di ambil masing-masing negara di usulkan oleh Michael Baker dari AOEMA (michael.baker@aoema.org) yang terdiri dari lima (5) kesepakatan internasional untuk melakukan e-commerce yang baik, mulai dari penyimpanan informasi secara elektronik; kebijakan menggunakan e-mail untuk berkomunikasi; indentitas, tanda tangan digital &amp; hak cipta; penggunaan certificate authority; dan penggunaan kepercayaan pihak ke tiga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir adalah bidang sumber daya manusia yang kebetulan saya terlibat secara aktif. Pada prinsipnya semua negara APEC setuju bahwa Sumber Daya Manusia merupakan kunci utama keberhasilan kita dalam mengembangkan e-commerce di masing-masing negara. Sialnya, kebanyakan orang maupun pemerintah memberikan kesan mengangkat isu SDM sekedar basa-basi supaya terlihat manusiawi saja oleh negara lain, tanpa memberikan program &amp; budget yang betul. Pada dasarnya ada dua strategi umum yang perlu di jalankan di lapangan di samping kebijakan pemerintah yang kondusif. Pertama adalah masalah IT awareness / IT literacy untuk masyarakat banyak yang berfokus untuk meningkatkan kuantitas masyarakat IT. Kedua adalah pendidikan untuk IT profesional yang lebih di fokuskan pada peningkatan kualitas SDM profesional. Beberapa hal taktis yang bisa ditindak lanjuti oleh APEC dalam pemayarakatan IT misalnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Penggunaan e-mail sebagai alat komunikasi yang resmi antar pimpinan APEC maupun pejabat tingginya.&lt;br /&gt;• Penggunaan bahasa Inggris sebagai bahasa komunikasi antar negara. Sedang penggunaan bahasa lokal untuk komunikasi internal di negara masing-masing agar dapat menjangkau massa yang lebih besar.&lt;br /&gt;• Memberikan insentif bagi penulis muda untuk menuliskan pengetahuan mereka dalam bahasa lokal.&lt;br /&gt;• Mengadakan program training for trainers yang sifatnya kompetitif di antara negara APEC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa langkah taktis yang dapat dilakukan oleh APEC untuk memperoleh lebih banyak IT Profesional, terutama:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Meminta menteri pendidikan untuk memasukan IT kedalam kurikulum nasional.&lt;br /&gt;• Memasukan IT dalam segala jenjang pendidikan baik formal, non-formal maupun informal.&lt;br /&gt;• Encourge program sertifikasi IT yang berbasis di Industri, seperti MCP / MCSE pada Microsoft atau program serupa Cisco,  Linux dll.&lt;br /&gt;• Membangun market place untuk interaksi B2B antar pemain di APEC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain usaha yang dilakukan oleh APEC, sebetulnya masing-masing negara dapat juga memacu pertumbuhan SDM yang melek IT, misalnya dengan cara:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Mendorong tumbuhnya lembaga-lembaga pendidikan terutama di bidang IT. Sukur-sukur DIKNAS bisa memudahkan semua proses perijinannya.&lt;br /&gt;• Mendorong semua PTS, PTN untuk mempublikasikan hasil penelitiannya di publik, menggunakan GPL / copyleft.&lt;br /&gt;• Mendorong terbentuknya perpustakaan digital &amp; knowledge infrastruktur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk meningkatkan IT Literacy / IT Awareness ada beberapa hal yang bisa dilakukan secara swadaya masyarakat, misalnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Melakukan roadshow, seminar &amp; talkshow.&lt;br /&gt;• Mengaktifkan media interaksi melalui mailing list.&lt;br /&gt;• Mempublikasikan semua kebijakan &amp; regulasi pemerintah melalui Web yang bisa secara cuma-cuma di akses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--Onno W. Purbo--&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7530133021715287438-5445424080008094509?l=greatkidee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://greatkidee.blogspot.com/feeds/5445424080008094509/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7530133021715287438&amp;postID=5445424080008094509' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7530133021715287438/posts/default/5445424080008094509'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7530133021715287438/posts/default/5445424080008094509'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://greatkidee.blogspot.com/2008/12/proses-sosialisasi-e-commerce-it-di.html' title='Indonesia e-commerce pada tahun 2010 (Onno W. Purbo)'/><author><name>kidee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15846458578035204682</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_EYlqnptbOkI/ST1MfIIV-RI/AAAAAAAAAAg/UORBUQKzF80/S220/Dicky.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7530133021715287438.post-2884607006010456560</id><published>2008-12-07T06:13:00.000-08:00</published><updated>2008-12-07T06:20:17.622-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Komputer'/><title type='text'>Tips Jitu Atasi Masalah Umum Pada Komputer Anda</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_EYlqnptbOkI/STva7riAT9I/AAAAAAAAAAM/kwcpGkUeJqE/s1600-h/3_sidebar-styler-03.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 249px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_EYlqnptbOkI/STva7riAT9I/AAAAAAAAAAM/kwcpGkUeJqE/s320/3_sidebar-styler-03.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5277052107227156434" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PC Anda tidak mau beraksi sama sekali? Harddisk tidak terdeteksi, drive optik yang terasa lambat, monitor yang tidak optimal tampilannya, atau router yang terlalu sering hang? Jangan panik, cari solusinya di sini!&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sesekali hal ini dapat saja terjadi. Tiba-tiba PC berulah, dan tidak dapat terselesaikan dengan mudah. Meskipun Anda sudah membaca berbagai panduan troubleshooting pada manual yang tersedia. Dan hal ini juga terjadi pada Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak memandang situasi dan kondisi, sebuah sistem dapat berulah. Bisa saja sesaat setelah Anda melakukan update driver. Ataupun setelah melakukan penambahan perangkat tambahan pada sistem Anda. Ataupun terjadi secara tiba-tiba, tanpa peringatan ataupun pemberitahuan sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ulasan kali ini akan membahas hal-hal tersebut di atas. Usah gelisah dan tidak perlu panik menghadapinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duduk tenang, dan ikuti saja pembahasan kali ini. Semoga salah satu di antaranya adalah jawaban dari masalah yang Anda hadapi dengan PC kesayangan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbaru, Tidak Berarti Bebas Bug&lt;br /&gt;Tidak selamanya teknologi terbaru memberikan yang terbaik untuk penggunanya. Bahkan beberapa kali kami menyaksikan sendiri, produk yang mengusung teknologi terbaru, pada batch awal juga disertai dengan perbagai masalah yang cukup memusingkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh, motherboard dengan chipset terbaru. Inilah beberapa kasus yang sering dirasakan para anggota lab PC Media. Perlu diadakan beberapa riset skala kecil, untuk dapat menjalankan serangkaian tes dengan sempurna. Mulai dari sesekali mencari update BIOS, update driver ataupun sekadar manual ter-update dari produk yang bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh lain adalah untuk pengujian video card. Dengan makin tajamnya persaingan ATi Radeon dan nVidia, membuat berbagai produk dengan chipset terbaru, terus berdatangan ke lab kami. Yang akhirnya memerlukan solusi patch software pengujian. Untuk dapat menjalankannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, bagaimana dengan yang terjadi di dalam dunia nyata? Pada penggunaan sehari-hari Anda dengan PC&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah Pembukaan&lt;br /&gt;Seperti pada catur, langkah pertama akan sangat menentukan. Begitu juga dalam memecahkan masalah yang terjadi dengan PC Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada subbahasan ini, akan berisi tentang langkah terpenting dalam mencoba menyelesaikan masalah dengan PC Anda. Yang terpenting adalah mencoba mengetahui, apa yang menyebabkan PC Anda berulah. Perubahan terakhir apa yang terjadi pada PC?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini sangat penting untuk diketahui secara pasti. Mengingat, hal ini akan sangat memudahkan penyelesaian yang harus dilakukan. Disesuaikan dengan kemungkinan masalah yang terjadi. Dari sini, memungkinkan untuk mempersempit kemungkinan masalah yang terjadi dengan PC Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;01. PC Tidak Bereaksi, Saat Tombol Power Ditekan.&lt;br /&gt;Permasalahan: Anda menekan tombol power untuk mengaktifkan PC Anda, namun PC tidak menunjukkan tandatanda kehidupan. Apa yang terjadi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solusi: Jika hal ini terjadi pada PC Anda, ada beberapa kemungkinan yang harus diperiksa satu per satu secara bertahap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah 1: Periksa semua jaringan listrik, dari outlet AC sampai ke PSU (power supply unit) PC Anda. Apakah sudah terpasang dengan sempurna. Mulai dari memastikan switch PSU dalam posisi ON, ataupun sekiranya Anda menggunakan UPS (uniterruptable power supply) dan/atau stabilizer AVR (automated voltage regulator). Pastikan semua dalam posisi ON dan dalam keadaan berfungsi dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah 2: Jika hal tersebut bukan penyebabnya, maka kemungkinan berikutnya baru pada PC Anda. Pastikan semua kabel (terutama kabel power) dan komponen terpasang dengan baik. Caranya dengan mebuka casing, kemudian menekan-nekan kembali komponen dan konektor kabel yang ada. Adakalanya hal ini disebabkan karena konektor yang tidak terhubung dengan sempurna. Perhatikan juga ATX 12V, yang dapat ditemukan pada kebanyakan motherboard empat tahun belakangan ini. Motherboard tidak akan beraksi, tanpa catuan daya dari konektor ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah 3: Ini akan cukup merepotkan. Lakukan pengecekan perangkat utama satu persatu. Yang dimaksud adalah CPU dan motherboard. Pastikan keduanya masih berfungsi dengan baik. Sebab katakanlah jika CPU rusak, sistem tidak akan menyala sama sekali. Demikian juga jika motherboard rusak. Terutama untuk urusan catu dayanya (MOSFET, jalur daya pada PCB dan seterusnya). Ini juga akan menyebabkan PC tidak akan bereaksi sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;02. Fan, Harddisk Terdengar Putarannya, namun Layar Monitor Tetap Gelap.&lt;br /&gt;Permasalahan: PC bereaksi. Terdengar bunyi putaran kipas, dan tanda-tanda kehidupan lain dari harddisk, drive optik dan lain-lain. Namun, monitor tetap gelap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solusi: Fiuhh…setidaknya ini sedikit lebih baik dari masalah nomor 1. Untuk masalah ini, sebaiknya mengandalkan tanda yang diberikan POST BIOS. Pastikan speaker casing terpasang baik, sehingga Anda dapat mendengarkan POST berupa kombinasi bunyi beep yang pasti tersedia pada kebanyakan motherboard. Atau pada beberapa motherboard keluaran terbaru, juga tersedia buzzer yang terintegrasi pada motherboard.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih mudah lagi jika motherboard disertai display BIOS POST code berupa dua seven segment LED, yang akan menampilkan kode hexagesimal. Sekiranya Anda tidak tahu arti dari kode tersebut (baik suara ataupun cahaya) atau bahkan kehilangan buku manual, sekali lagi tidak perlu panik. Anda dapat coba membuka situs Bios Central (http://www.bioscentral.com).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harddisk&lt;br /&gt;Menyimpan berbagai dokumen, lagu-lagu kesayangan format MP3, instalasi game 3D (yang ukurannya hingga satuan gigabyte), beberapa, bahkan mengumpulkan video download berformat DivX, atau master video digital hasil transfer dari handycam. Tidaklah aneh jika harddisk dengan cepat penuh. Menambah harddisk pun, ternyata tidak&lt;br /&gt;terlepas dari beberapa masalah yang mungkin saja timbul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;03. Sistem Tidak Mengenali Harddisk Baru.&lt;br /&gt;Permasalahan: Harddisk baru yang terpasang, tidak terdeteksi baik pada Windows maupun BIOS sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solusi: Intinya memasang dan mengonfigurasikan harddisk dengan benar. Harddisk bukan termasuk komponen yang sulit dalam proses instalasi. Namun, ada beberapa langkah yang harus dipastikan sudah dilakukan, saat memasang harddisk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah 1: Pastikan harddisk sudah mendapatkan catudaya dari PSU. Kesalahan sepele seperti ini bisa saja terjadi. Mengingat letak harddisk yang biasanya di bagian depan casing. Terkadang Anda menghubungkannya dengan cabang power dari fan, yang tidak mendapatkan pasokan daya dari PSU. Hal ini bisa juga diakibatkan minimnya jumlah konektor daya dari PSU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah 2: Pastikan setting master dan slave harddisk tepat seperti yang diinginkan. Atau jika Anda ingin memanfaatkan konfigurasi pada cable select, pastikan menggunakan konfigurasi tersebut pada kedua harddisk, lama dan baru Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah 3: Jika Anda menginginkan memanfaatkan konfigurasi cable select, perhatikan pemasangan kabel IDE pada harddisk. Beberapa kabel terbaru, sudah memberikan tanda khusus, untuk membantu menentukan konektor mana yang akan dianggap sebagai master, dan konektor mana yang akan dianggap sebagai slave. Jika tidak tersedia, cara paling mudah adalah dengan aturan dasar berikut. Konektor yang terletak diujung diperuntukkan sebagai master. Sedangkan konektor di tengah, akan dianggap sebagai slave.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah 4: Jika itu semua belum dapat menyelesaikan masalah, maka alternatif jawabannya ada pada setting BIOS. Pada pilihan utama Integrated Peripheral, biasanya terdapat pilihan untuk IDE controller. Di sini juga terdapat pilihan untuk setting controller harddisk SATA. Sekiranya Anda mengalami masalah serupa, saat ingin menambahkan harddisk baru ber-interface SATA. Khusus untuk harddisk SATA dan Windows, jangan lupa untuk menginstalasi driver yang biasanya disertakan oleh produsen motherboard. Atau updatenya, tergantung chipset motherboard yang digunakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;04. Harddisk Terdeteksi, namun Tidak Dapat Dioperasikan.&lt;br /&gt;Permasalahan: BIOS mendeteksi keberadaan harddisk. Namun tidak demikian dengan Windows, bahkan DOS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solusi: Ini bukan permasalahan besar. Yang perlu dilakukan adalah membuat partisi, dan kemudian memformat harddisk baru tersebut. Karena harddisk yang baru tersebut belum terformat dalam sebuah file system yang dapat dikenali Windows ataupun DOS. Ada beberapa kemungkinan yang dapat dilakukan dengan harddisk baru tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemungkinan 1: Sekiranya Anda menginginkan menginstalasi harddisk baru tersebut dengan operating system Windows 9x, maka diperlukan sedikit pengetahuan dasar tentang perintah FDISK. Untuk yang satu ini, kami sangat menyarankan untuk memanfaatkan perintah yang satu ini dengan didampingi rekan Anda yang sudah berpengalaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemungkinan 2: Jika Anda ingin menginstalnya dengan Windows 2000/XP ataupun beberapa distro Linux terbaru sekarang ini, Anda tidak usah pusing lagi berhadapan dengan perintah FDISK. Mereka menyediakan pilihan pada saat proses instalasinya. Tinggal mengikuti langkah dan pilihan yang diberikan. Setidaknya akan lebih mudah dibandingkan menggunakan perintah FDISK untuk kebanyakan orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemungkinan 3: Jika harddisk baru tersebut akan dimanfaatkan sebagai harddisk tambahan untuk penyimpanan data, hal ini akan lebih mudah. Misalnya selama ini Anda sudah menggunakan operating system Windows XP. Dengan mengguna kan user yang memiliki administrator rights Anda dapat melakukan hal berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukup dengan masuk ke Disk Management. Salah satunya dengan cara klik kanan pada My Computer, pilih Manage.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan kolom bagian kiri. Kemudian pada Storage, pilih Disk Management. Dari sini Anda dapat melihat dan mengatur harddisk baru Anda dengan lebih mudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan: Berhati-hatilah saat menggunakan fasilitas yang tersedia pada Disk Management. Jangan sampai salah memilih harddisk. Karena data yang di dalam harddisk ataupun partisi dapat hilang. Demikian juga saat menggunakan FDISK ataupun fungsi serupa yang tersedia pada proses instalasi operating system.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;05. Instalasi Harddisk Baru Ekstra Besar.&lt;br /&gt;Permasalahan: Harddisk 200 GB tidak terdeteksi baik di BIOS, apalagi Windows. Padahal, langkah pada tip ke 03 dan 04 sudah dijalankan semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solusi: Seiring dengan waktu dan kemajuan teknologi yang ada, maka produk massal harddisk berukuran besar sudah tersedia di pasar. Dengan harga yang terbilang terjangkau. Inti masalah ada pada penggunaan metoda LBA (Logical Block Addressing) yang digunakan. Permasalahan untuk hal di atas, biasanya disebabkan karena harddisk berukuran di atas 137 GB, menggunakan metoda LBA 48 bit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, yang pertama perlu dilakukan adalah memastikan apakah BIOS yang digunakan, sudah mendukung LBA 48 bit. Sebagai contoh di sini adalah dengan menggunakan 48-bit LBA Test Program untuk Intel Application Accelerator (http://support.intel.com/support/chipsets/iaa/sb/CS-009302.htm). Cukup dengan menjalankan aplikasi sederhana 48lbachk.exe pada sistem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ternyata BIOS belum mendukung, maka diperlukan update BIOS. Perhatikan readme yang tersedia pada update BIOS. Pastikan update yang akan digunakan, dapat menyelesaikan masalah kompatibilitas harddisk LBA 48 bit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Drive Optik&lt;br /&gt;Perangkat yang satu ini mungkin sudah lama dijadikan andalan untuk urusan storage. Berikut mungkin beberapa masalah yang dapat terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;06. Software Burner Tidak Berfungsi pada Drive Optik Baru.&lt;br /&gt;Permasalahan: Misalnya, Anda terpaksa mengucapkan selamat tinggal pada CDRW drive lama. Dan menggantinya dengan sebuah drive burner baru. Namun Anda baru menyadari, bahwa software burner Nero andalan, tidak dapat digunakan dengan drive baru. Mengapa demikian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solusi: Pada awal masa jaya CD-RW drive, kebanyakan paket penjualan disertai dengan software burner. Namun, sekarang juga banyak beredar drive optik yang tidak disertai dengan software burner.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu diketahui, lisensi yang diberikan OEM untuk paket penjualan. Dan dikhususkan untuk produk yang dibundle. Dan Nero memiliki proteksi, sehingga hanya dapat dimanfaatkan khusus untuk drive tersebut. Untuk terus memanfaatkannya dengan drive burner baru, cara yang paling minim biaya adalah dengan meng-upgradenya. enggunakan Nero 6 Reloaded Upgrade Downloadable Serial Number (www.nero.com, seharga US$39,99). Ini lebih murah dibanding versi lengkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;07. Kecepatan Write Tidak Secepat yang Dijanjikan.&lt;br /&gt;Permasalahan: Spesifikasi memang tidak menjanjikan 100% sesuai dengan kenyataan yang ada. Namun jika diperlukan waktu write hingga dua kali ataupun lebih waktu yang dijanjikan, tentu ada sesuatu yang salah. Apa penyebabnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solusi: Ini mungkin tidak akan begitu banyak terasa, bahkan untuk CD-RW drive yang tercepat sekalipun. Namun, jika sudah beralih ke DVD burner drive, perbedaannya akan sangat terasa. Bisa-bisa dibutuhkan waktu lebih dari 1 jam untuk menyelesaikan menulis data pada media DVD berkapasitas 4,7 GB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang perlu dipastikan adalah, baik harddisk ataupun drive optik yang digunakan, sudah bekerja pada mode Ultra DMA (Direct Memory Access).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara mengeceknya, pada Windows XP dengan memperhatikan Device Manager. Buka pada tree IDE controller. Dan lihat pada tab Advanced Setting. Perhatikan pada bagian Current Transfer Mode. Periksa pada masing-masing IDE controller di mana harddisk maupun drive optic terpasang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VGA dan Display&lt;br /&gt;Keduanya memang diperuntukkan untuk memanjakan mata penggunanya. Dengan VGA yang lebih bertenaga, Anda akan mendapatkan frame rate yang lebih baik. Sedangkan dengan display yang lebih baik, Anda akan mendapatkan resolusi dan refresh rate yang tidak melelahkan mata. Namun, bukan berarti keduanya bebas dari masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;08. Driver Video Card Tidak Terinstalasi dengan Sempurna.&lt;br /&gt;Permasalahan: Kelihatannya proses instalasi driver berjalan sempurna. Namun setelah sistem restart, ada peringatan box error: “cli.exe Application Error. The application failed to initialize properly (0xc0000135). Click OK to terminate the application.” Apa penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solusi: Beberapa pengguna video card dengan chipset VPU ATi Radeon pernah merasakannya. Apalagi jika pernah mengupdate driver dan aplikasi pendukungnya dengan menggunakan ATi Catalyst. Sebagai informasi, ATi Catalyst yang ditujukan khusus untuk operating system Windows ini, dibuat dengan menggunakan Microsoft .NET Framework SDK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Operating system perlu ditambahkan dengan instalasi Microsoft .NET Framework. Yang sekarang sudah tersedia adalah untuk versi 1.1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini akan berguna sekiranya Anda juga akan menginstal aplikasi yang dibuat dengan memanfaatkan Microsoft .NET Framework SDK. Untuk mengatasi semua masalah, yang menyebabkan munculnya window pop up serupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;09. Menghindari Pesan Kesalahan Saat Instalasi Update Driver VGA.&lt;br /&gt;Permasalahan: Bagaimana sebaiknya melakukan update driver VGA. Karena pada beberapa kasus, sering terjadi muncul pesan kesalahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solusi: Memang tidak ada perintah khusus yang disertakan pada file instaler update driver VGA, yang menyarankan untuk melakukan uninstall dari driver lama yang sebelumnya ter-install. Namun, ada baiknya Anda melakukan pembersihan operating system Anda dari driver lama yang pernah ada. Sebelum menginstalasinya dengan update terbaru yang diinginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk para pengguna VGA dengan chipset ATi Radeon, Anda dapat dengan mudah melakukan proses uninstall driver lama, beserta beberapa aplikasi pendukungnya. Karena ATI juga sudah menyertakan ATi CATALYST Uninstaller, yang otomatis disertakan saat proses instalasi driver ATI CATALYST.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk yang lain, perlu trik tersendiri. Cukup banyak alternatif untuk membersihkan driver-driver lama. Anda dapat memanfaatkan Driver Cleaner, yang sekarang sudah tersedia Driver Cleaner 3.3, atau variannya Professional Edition (www.drivercleaner.net).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Memperbaiki Tampilan pada Monitor.&lt;br /&gt;Permasalahan: Anda sudah memilih monitor terbaik. Katakanlah sebuah Monitor TFT-LCD, atau “sekadar” monitor CRT merk terkemuka, yang sering memenangkan review hardware. Namun tampilan yang dihasilkan tidak memuaskan. Apa yang harus dilakukan?&lt;br /&gt;Solusi: Sehebat apapun setiap perangkat, tidak akan optimal tanpa konfigurasi yang optimal. Begitu juga untuk monitor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan monitor LCD memiliki tombol khusus AUTO (atau sejenis), untuk konfigurasi secara otomatis. Sesuai dengan data yang dikomunikasikan antara monitor dengan video card dengan DDC. Namun kadang tidak sempurna. Kebanyakan gangguan moire masih terasa. Anda dapat menggunakan Monitor Test, dan mencoba mengalibrasikan hingga gangguan moire minim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk monitor CRT, kebanyakan pada masalah tingkat contrast dan brightness. Contrast akan mengatur kekuatan cahaya monitor. Tapi jika berlebihan akan melelahkan mata. Brightness akan memperterang. Namun jika terlalu tinggi, akan kehilangan black level. Dan pada beberapa kasus juga akan mengganggu tampilan fokus monitor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Networking&lt;br /&gt;Koneksi Internet DSL memang menawarkan kecepatan yang terbilang memuaskan. Harga penawaran paketnya beragam, dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Namun, masalah pun juga tidak terlepas darinya. Dan bukan hal yang mudah untuk membuat sebuah Internet connection yang bebas dari masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Router Hang, dan Perlu Direstart.&lt;br /&gt;Permasalahan: Awalnya, saat instalasi router, hal ini tidak pernah terjadi. Namun belakangan ini, sering kali router hang dan perlu di-restart untuk mendapat koneksi Internet pada PC yang terhubung dengan router.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solusi: Bahkan dengan konfigurasi terbaik sekalipun, router tetap saja bisa mengalami hang. Biasanya hal ini disebabkan terlalu banyak permintaan koneksi pada waktu yang bersamaan. Dan selama ini, satu-satunya cara mengatasinya adalah dengan restart router (mematikannya dan kemudian menghidupkannya kembali).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah 1: Sekiranya produsen router telah menyediakan update firmware, Anda bisa mencobanya untuk mengupdate firmware untuk memperbaiki proses routing dan mencegah crash pada router.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah 2: Anda dapat melakukan tindakan pencegahan. Hal semacam ini juga bisa disebabkan karena virus, juga spyware yang menyerang PC. Jalankan antivirus dan antispyware yang telah ter-update, untuk mengecek masing-masing PC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah 3: Perhatikan aplikasi yang terinstal pada tiap PC client router tersebut. Terutama beberapa aplikasi file sharing Peer to Peer (P2P). Aplikasi semacam ini juga dapat menyebabkan hal tersebut. Jika tidak dikonfigurasikan dengan baik, software P2P bisa saja membuka sharring permission-nya, sehingga jika request terlalu banyak otomatis akan membebani kerja router Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Koneksi dengan Wi-Fi Kadang Terputus.&lt;br /&gt;Permasalahan: Koneksi network dengan menggunakan Wi-Fi, sesekali terputus secara tiba-tiba. Tanpa sebab yang jelas. Hal ini sesekali terjadi pada notebook Centrino yang sudah dilengkapi dengan koneksi Wi-Fi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solusi: Biasanya ini disebabkan karena power saving mode. Notebook Centrino secara default membuat fungsi ini enable dengan maksud untuk menghemat konsumsi baterai. Cara paling mudah adalah dengan menggunakan aplikasi Intel PROSet (jika tersedia).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau melalui properties pada device WI-Fi ethernet, pada Network Connections. Kemudian pilih Configure. Pada tab Adcanced, terdapat setting untuk mengoptimalkan konsumsi daya. Ad Hoc Transmit Power, berpengaruh dengan jarak jangkau. Sedangkan Power Management, akan menyesuaikan dengan kondisi baterai, dan waktu idle notebook. Dan secara otomatis akan menurunkan konsumsi listrik dari baterai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini, yang kemungkinan menyebabkan koneksi Wi-Fi terputus. Jadi ada dua alternatif yang dapat dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilihan 1: Setting posisi maksimal untuk kedua fungsi ini. Apalagi jika Anda tidak khawatir dengan kapasitas baterai yang tersisa. Karena tersedia tombol shortcut untuk langsung mematikan fungsi Wi-Fi di kebanyakan notebook Centrino.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilihan 2: Sesuaikan dengan gaya penggunaan notebook Anda. Pelajari waktu idle penggunaan notebook. Dan mencobanya sesuai dengan kebiasaan penggunaan sehari-hari. Tentunya Anda tidak ingin koneksi Wi-Fi Anda tiba-tiba terputus karena waktu idle 5 menit telah terlewati. Padahal Anda hanya meninggalkan notebook Anda, untuk sekadar ke WC ataupun membuat secangkir kopi hangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber ; Pc Media &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7530133021715287438-2884607006010456560?l=greatkidee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://greatkidee.blogspot.com/feeds/2884607006010456560/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7530133021715287438&amp;postID=2884607006010456560' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7530133021715287438/posts/default/2884607006010456560'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7530133021715287438/posts/default/2884607006010456560'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://greatkidee.blogspot.com/2008/12/pc-anda-tidak-mau-beraksi-sama-sekali.html' title='Tips Jitu Atasi Masalah Umum Pada Komputer Anda'/><author><name>kidee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15846458578035204682</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_EYlqnptbOkI/ST1MfIIV-RI/AAAAAAAAAAg/UORBUQKzF80/S220/Dicky.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_EYlqnptbOkI/STva7riAT9I/AAAAAAAAAAM/kwcpGkUeJqE/s72-c/3_sidebar-styler-03.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7530133021715287438.post-8314260965356347703</id><published>2008-12-07T05:53:00.000-08:00</published><updated>2008-12-07T06:01:05.155-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Music'/><title type='text'>Pengaruh Musik Pada Kehidupan</title><content type='html'>Penelitian membuktikan bahwa musik, terutama musik klasik sangat mempengaruhi perkembangan IQ (Intelegent Quotien) dan EQ (Emotional Quotien). Seorang anak yang sejak kecil terbiasa mendengarkan musik akan lebih berkembang kecerdasan emosional dan intelegensinya dibandingkan dengan anak yang jarang mendengarkan musik. Yang dimaksud musik di sini adalah musik yang memiliki irama teratur dan nada-nada yang teratur, bukan nada-nada "miring". Tingkat kedisiplinan anak yang sering mendengarkan musik juga lebih baik dibanding dengan anak yang jarang mendengarkan musik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Grace Sudargo, seorang musisi dan pendidik mengatakan, "Dasar-dasar musik klasik secara umum berasal dari ritme denyut nadi manusia sehingga ia berperan besar dalam perkembangan otak, pembentukan jiwa, karakter, bahkan raga manusia".&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Penelitian menunjukkan, musik klasik yang mengandung komposisi nada berfluktuasi antara nada tinggi dan nada rendah akan merangsang kuadran C pada otak. Sampai usia 4 tahun, kuadran B dan C pada otak anak-anak akan berkembang hingga 80 % dengan musik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Musik sangat mempengaruhi kehidupan manusia. Musik memiliki 3 bagian penting yaitu beat, ritme, dan harmony", demikian kata Ev. Andreas Christanday dalam suatu ceramah musik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Beat mempengaruhi tubuh, ritme mempengaruhi jiwa, sedangkan harmony mempengaruhi roh". Contoh paling nyata bahwa beat sangat mempengaruhi tubuh adalah dalam konser musik rock.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa dipastikan tidak ada penonton maupun pemain dalam konser musik rock yang tubuhnya tidak bergerak. Semuanya bergoyang dengan dahsyat, bahkan cenderung lepas kontrol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita masih ingat dengan "head banger", suatu gerakan memutar-mutar kepala mengikuti irama music rock yang kencang. Dan tubuh itu mengikutinya seakan tanpa rasa lelah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika hati kita sedang susah, cobalah mendengarkan musik yang indah, yang memiliki irama (ritme) yang teratur. Perasaan kita akan lebih enak dan enteng. Bahkan di luar negeri, pihak rumah sakit banyak memperdengarkan lagu-lagu indah untuk membantu penyembuhan para pasiennya. Itu suatu bukti, bahwa ritme sangat mempengaruhi jiwa manusia. Sedangkan harmony sangat mempengaruhi roh. Jika kita menonton film horor, selalu terdengar harmony (melodi) yang menyayat hati, yang membuat bulu kuduk kita berdiri. Dalam ritual-ritual keagamaan juga banyak digunakan harmony yang membawa roh manusia masuk ke dalam alam penyembahan. Di dalam meditasi, manusia mendengar harmony dari suara-suara alam disekelilingnya. "Musik yang baik bagi kehidupan manusia adalah musik yang seimbang antara beat, ritme, dan harmony", ujar Ev. Andreas Christanday.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang ahli biofisika telah melakukan suatu percobaan tentang pengaruh musik bagi kehidupan makhluk hidup. Dua tanaman dari jenis dan umur yang sama diletakkan pada tempat yang berbeda. Yang satu diletakkan dekat dengan pengeras suara (speaker) yang menyajikan lagu-lagu slow rock dan heavy rock, sedangkan tanaman yang lain diletakkan dekat dengan speaker yang memperdengarkan lagu-lagu yang indah dan berirama teratur. Dalam beberapa hari terjadi perbedaan yang sangat mencolok. Tanaman yang berada di dekat speaker lagu-lagu rock menjadi layu dan mati, sedangkan tanaman yang berada di dekat speaker lagu-lagu indah tumbuh segar dan berbunga. Suatu bukti nyata bahwa musik sangat mempengaruhi kehidupan makhluk hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alam semesta tercipta dengan musik alam yang sangat indah.&lt;br /&gt;Gemuruh ombak di laut, deru angin di gunung, dan rintik hujan merupakan musik alam yang sangat indah. Dan sudah terbukti, bagaimana pengaruh musik alam itu bagi kehidupan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wulaningrum Wibisono, S.Psi mengatakan, "Jikalau Anda merasakan hari ini begitu berat, coba periksa lagi hidup Anda pada hari ini. Jangan-jangan Anda belum mendengarkan musik dan bernyanyi".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7530133021715287438-8314260965356347703?l=greatkidee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://greatkidee.blogspot.com/feeds/8314260965356347703/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7530133021715287438&amp;postID=8314260965356347703' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7530133021715287438/posts/default/8314260965356347703'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7530133021715287438/posts/default/8314260965356347703'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://greatkidee.blogspot.com/2008/12/penelitian-membuktikan-bahwa-musik.html' title='Pengaruh Musik Pada Kehidupan'/><author><name>kidee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15846458578035204682</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_EYlqnptbOkI/ST1MfIIV-RI/AAAAAAAAAAg/UORBUQKzF80/S220/Dicky.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7530133021715287438.post-2496910951293319296</id><published>2008-12-06T20:12:00.000-08:00</published><updated>2008-12-07T00:13:51.065-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='e-commerce'/><title type='text'>Pengertian e-commerce Menurut Onno W. Purbo</title><content type='html'>Ecommerce, atau Electronic Commerce merupakan salah satu teknologi yang berkembang pesat dalam dunia per-internet-an. Penggunaann sistem E-Com, begitu biasanya Ecommerce disingkat, sebenarnya dapat menguntungkan banyak pihak, baik pihak konsumen, maupun pihak produsen dan penjual (retailer). Di Indonesia, sistem Ecom ini kurang populer, karena banyak pengguna internet yang masih menyangsikan keamanan sistem ini, dan kurangnya pengetahuan mereka mengenai apa itu E-Com yang sebenarnya.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi pihak konsumen, menggunakan E-Com dapat membuat waktu berbelanja menjadi singkat. Tidak ada lagi berlama-lama mengelilingi pusat pertokoan untuk mencari barang&lt;br /&gt;yang diinginkan. Selain itu, harga barang-barang yang dijual melalui E-Com biasanya lebih murah dibandingkan dengan harga di toko, karena jalur distribusi dari produsen barang ke pihak penjual lebih singkat dibandingkan dengan toko konvensional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Online shopping menyediakan banyak kemudahan dan kelebihan jika dibandingkan dengan cara belanja yang konvensional. Selain bisa menjadi lebih cepat, di internet telah tersedia hampir semua macam barang yang biasanya dijual secara lengkap. Selain itu, biasanya informasi tentang barang jualan tersedia secara lengkap, sehingga walaupun kita tidak membeli secara on-line, kita bisa mendapatkan banyak informasi penting yang diperlukan untuk memilih suatu produk yang akan dibeli. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7530133021715287438-2496910951293319296?l=greatkidee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://greatkidee.blogspot.com/feeds/2496910951293319296/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7530133021715287438&amp;postID=2496910951293319296' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7530133021715287438/posts/default/2496910951293319296'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7530133021715287438/posts/default/2496910951293319296'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://greatkidee.blogspot.com/2008/12/pengertian-e-commerce-menurut-onno-w.html' title='Pengertian e-commerce Menurut Onno W. Purbo'/><author><name>kidee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15846458578035204682</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_EYlqnptbOkI/ST1MfIIV-RI/AAAAAAAAAAg/UORBUQKzF80/S220/Dicky.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7530133021715287438.post-447856945028559154</id><published>2008-12-06T19:53:00.000-08:00</published><updated>2008-12-07T00:06:33.126-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='e-commerce'/><title type='text'>Mekanisme E-Commerce Menurut Onno W. Purbo</title><content type='html'>Pembeli yang hendak memilih belanjaan yang akan dibeli bisa menggunakan ‘shopping cart’ untuk menyimpan data tentang barang-barang yang telah dipilih dan akan dibayar. Konsep ‘shopping cart’ ini meniru kereta belanja yang biasanya digunakan orang untuk berbelanja di pasar swalayan. ‘Shopping cart’ biasanya berupa formulir dalam web, dan dibuat dengan kombinasi CGI, database, dan HTML. Barang-barang yang sudah dimasukkan ke shopping cart masih bisa di-cancel, jika pembeli berniat untuk membatalkan membeli barang tersebut.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Jika pembeli ingin membayar untuk barang yang telah dipilih, ia harus mengisi form transaksi. Biasanya form ini menanyakan identitas pembeli serta nomor kartu kredit. Karena informasi ini bisa disalahgunakan jika jatuh ke tangan yang salah, maka pihak penyedia jasa e-commerce telah mengusahakan agar pengiriman data-data tersebut berjalan secara aman, dengan menggunakan standar security tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah pembeli mengadakan transaksi, retailer akan mengirimkan barang yang dipesan melalui jasa pos langsung ke rumah pembeli. Beberapa cybershop menyediakan fasilitas bagi pembeli untuk mengecek status barang yang telah dikirim melalui internet. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7530133021715287438-447856945028559154?l=greatkidee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://greatkidee.blogspot.com/feeds/447856945028559154/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7530133021715287438&amp;postID=447856945028559154' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7530133021715287438/posts/default/447856945028559154'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7530133021715287438/posts/default/447856945028559154'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://greatkidee.blogspot.com/2008/12/mekanisme-e-commerce-menurut-onno-w.html' title='Mekanisme E-Commerce Menurut Onno W. Purbo'/><author><name>kidee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15846458578035204682</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_EYlqnptbOkI/ST1MfIIV-RI/AAAAAAAAAAg/UORBUQKzF80/S220/Dicky.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
