Senin, 22 Desember 2008

Pasar Modal dan Internet : Peningkatan Investasi melalui kemudahan akses informasi

Khalayak umumnya mafhum bahwa Pemerintah dan pihak yang berwenang di negara manapun sangat berkepentingan dengan pengembangan pasar modal. Hal ini mengingat bahwa untuk meningkatkan pertumbuhan dibutuhkan dana yang tidak sedikit.
Dengan tingkat pertumbuhan ekonomi sebesar 8 % setahun, target Repelita V dengan proyeksi investasi sebesar Rp. 850 trilyun, diharapkan bahwa kontribusi yang lebih besar yakni sekitar 70 % datang dari sektor swasta. Dari porsi swasta tersebut diharapkan bahwa pasar modal akan memberikan presentase yang cukup besar.


Untuk menggairahkan minat investasi di pasar modal, seperangkat infrastruktur dan aturan main telah dipersiapkan antara lain dengan diberlakukannya Undang Undang Nomor 8 tahun 1995 tentang Pasar Modal sejak tanggal 1 Januari 1996. Pada bulan Agustus 1996 Bapepam bekerjasama dengan Capital Market Society telah pula menerbitkan “Cetak Biru Pasar Modal Indonesia” yang merupakan Rencana Pengembangan Lima Tahun (1996-2000). Di situ disebutkan antara lain lima strategi pengembangan pasar modal yang mencakup :

• meningkatkan kelangsungan hidup industri efek
• menetapkan standar yang tinggi untuk keamanan dan kualitas jasa
• mengupayakan agar biaya transaksi dan jasa tetap rendah
• mensyaratkan ketaatan penuh terhadap prinsip keterbukaan
• mempertahankan pasar yang wajar dan teratur

Agaknya strategi ke empat yakni upaya mensyaratkan ketaatan penuh terhadap prinsip keterbukaan berkaitan dengan prasyarat yang dituntut oleh pemodal untuk mendapatkan informasi mengenai perusahaan emiten berikut kinerjanya. Kalangan pemodal menginginkan akses yang lebih mudah terhadap informasi tentang perusahaan emiten, di lain pihak perusahaan juga berkepentingan dengan penyampaian informasi tentang kinerjanya. Di era teknologi ini, penyampaian informasi dapat dilakukan melalui berbagai macam media baik komunikasi secara personal seperti telepon dan faksimili maupun yang menjangkau liputan yang luas seperti media cetak (majalah, surat kabar) maupun elektronik (televisi, radio).

Kalangan yang berkepentingan dengan penyebaran informasi, tidak terkecuali mereka yang berkecimpung di pasar modal, semakin banyak yang melirik Internet sebagai salah satu media penyampaian informasi. Di banding media elektronik konvensional lainnya, Internet diakui memiliki keunggulan dengan wilayah jangkauan seluruh dunia serta memliki segi interaktif. Banyak pihak percaya, bahwa dengan semakin berkembangnya teknologi informasi dan jumlah pemakai Internet yang terus meningkat setiap hari, media ini akan menjadi salah satu bagian dari “kebutuhan” dan “santapan informasi” sehari-hari seperti halnya televisi, radio dan suratkabar. Dalam hal tertentu seperti untuk hubungan jarak jauh antar wilayah/negara, komunikasi via surat elektronik (eMail) jauh lebih murah ketimbang sambungan telepon misalnya.

Di salah satu artikel New York Times edisi 11 Nopember yang lalu menggambarkan bagaimana pasar modal di sana memanfaatkan Internet secara luas. Informasi yang semula hanya tersedia untuk pemodal profesional saat ini dengan mudah diperoleh di Internet dengan sedikit atau tanpa biaya seperti harga saham, laporan analis, arsip perusahaan dari SEC (Securities and Exchange Comission), dan lain-lain. Di awal tahun ini, membeli atau menjual saham atau reksa dana juga dimungkinkan seperti melalui Charles Schwab dan E Trade. Pemodal telah membuka lebih dari 100.000 electronic trading account, demikian menurut Forrester Research yang memprediksikan paling sedikit akan terdapat sembilan juta dalam waktu lima tahun.

Bagaimana dengan pasar modal di negara kita? Dengan mengakses situs web beralamat di http://www.indoexchange.com, sejak bulan Oktober yang lalu masyarakat dapat memantau perkembangan harga saham BEJ setiap saat (real-time). Situs web ini disponsori oleh Bapepam, Capital Market Society (CMS) dan Asosisasi Emiten Indonesia (AEI). Berangkat dengan konsep “one-stop service” situs ini juga memuat berita terbaru setiap saat dari Kantor Berita Antara, informasi mengenai perusahaan emiten seperti Laporan Tahunan termasuk fasilitas e-mail ke perusahaan yang bersangkutan, laporan ekonomi/industri, laporan analis dari perusahaan efek dan lain-lain.

Banyak pihak mengharapkan bahwa media seperti Internet ini akan dapat membantu meningkatkan pendanaan di pasar modal sekaligus menjaring minat pemodal lokal lebih banyak. Melalui media ini terbuka banyak kesempatan untuk informasi tentang apa dan bagaimana pasar modal kepada khalayak umum. Investasi di pasar modal diharapkan akan dapat menjadi salah satu alternatif investasi di samping bentuk investasi lainnya seperti deposito, tabungan dan lainnya. Dengan kondisi geografis Nusantara yang terdiri dari berbagai pulau ini, penyebaran informasi melalui internet dipandang sebagai alternatif yang cukupmudah dan murah. Di masa mendatang tidak tertutup kemungkinan pertukaran informasi yang lebih canggih seperti transaksi pembelian saham melalui Internet.

Seperti dikemukakan di awal tulisan ini, kontribusi swasta khususnya dari sektor pasar modal diharapkan menjadi salah satu motor penggerak ekonomi nasional di masa mendatang. Walaupun cukup berat tantangan yang dihadapi, para pelaku pasar modal umumnya optimis bahwa hal itu akan dapat dicapai melalui kerjasama dengan semua pihak. Penggunaan internet sebagai upaya penyebaran informasi hanyalah satu dari sekian banyak upaya yang tengah digarap.

" Eddy R. Darajat & Scott D. Coffey, Pengamat Pasar Modal & Internet.
Onno W. Purbo, Pengamat Internet. "

Selengkapnya »»

Minggu, 21 Desember 2008

Mulai Belajar e-commerce

Pertanyaan yang sering sekali saya terima belakangan ini terutama di sekitaran e-commerce, seperti “dimana saya bisa belajar e-commerce?” “apakah ada kursus bersertifikat tentang e-commerce?” “bagaimana cara mulai masuk ke dunia e-commerce?”

Pertanyaan-pertanyaan di atas sangat wajar bagi sebagian besar pengguna Internet di Indonesia melihat potensi yang “besar” untuk berkecimpung lebih dalam dunia virtual khususnya di e-commerce. Akan tetapi karena mungkin kurang pengetahuan tentang berbagai hal yang berkaitan dengan e-commerce akhirnya menjadi kurang PD  …

Filosofi dasar dalam media elektronik sebetulnya sangat sederhana. Pengalaman pribadi menunjukan bahwa rizki yang kita peroleh akan sebanding dengan alam & ibadah yang kita berikan pada orang banyak. Semakin effisien cara kita beramal di dunia digital / internet akan semakin lancar rizki yang diperoleh.
Internet sangat memungkinkan untuk mengeffisienkan proses membagi ilmu pengetahuan, amal & ibadah sehingga akan bermanfaat untuk orang yang sangat banyak dalam waktu sekejap saja.

Tulisan ini saya coba memberikan sedikit cara yang sangat sederhana sekali untuk menaikan PD anda-anda untuk terjun ke dunia “e-commerce”. Saya disini tidak memaksakan bahwa e-commerce haruslah merupakan e-commerce yang kompleks yang merupakan transaksi dagang yang serba otomatis antar database yang dipasang di server merchant. Transaksi kartu kredit pengguna dengan server di merchant semua merupakan tingkat lanjut dari e-commerce yang diproteksi keabsahan-nya dengan certificate authority (CA) untuk menjamin ke aslian pengguna & merchant-nya. Tidak, saya tidak akan memaksa semua ini … karena e-commerce dapat dilakukan dengan pola yang amat sangat sederhana sekali.

Terus terang modal yang dibutuhkan hanya kemampuan bahasa inggris, kemauan membaca & sedikit kemampuan untuk memakai Internet. Saya sarankan untuk melakukan pencarian di search engine di Internet seperti www.yahoo.com, www.infoseek.com, www.altavista.com gunakan keyword seperti FAQ e-commerce, whitepaper e-commerce, payment method, network security untuk mempelajari berbagai aspek yang berkaitan dengan e-commerce. Saya tidak akan membahas membahas e-commerce yang kompleks pada kesempatan ini tapi yang amat sangat sederhana sekali.

Baiklah, filosofi yang dipegang sebetulnya sangat sederhana sekali - seperti hal-nya segala bentuk transaksi dagang yang baik semua haruslah di landasi pada kepercayaan / “trust” … pembeli percaya pada penjual bahwa dia akan memberikan yang sesuai / cocok. Penjual juga percaya bahwa pembeli akan memberikan kompensasi yang sesuai dengan barang / jasa yang diambilnya.

Bagaimana strategi membangun kepercayaan tersebut? itu yang lebih penting teknologi certificate authority, network security dll merupakan teknologi pendukung saja untuk membangun kepercayaan tersebut. Kalau kita perhatikan proses alamiah di dunia nyata bagaimana proses kepercayaan pada seseorang itu tumbuh? Biasanya berjalan dengan perlahan tidak secara langsung, mulai dari perkenalan masing-masing maupun informasi lainnya. Kadang memang akan lebih cepat dengan atribut yang biasa digunakan misalnya bentuk-bentuk tertentu berupa warung yang dapat diasumsikan dapat dipercaya untuk dilakukan transaksi dagang. Berbeda dengan kalau kita membeli barang dari iklan baris, kita akan lebih hati-hati lagi. Dilanjutkan dengan tanya jawab selanjutnya hingga akhirnya kepercayaan terbentuk dan transaksi dagang terjadi tanpa tekanan apapun dan keduanya merasa di untungkan.

Adakah cara sederhana untuk membangun kepercayaan itu di Internet? Perlukan menggunakan CA, network security untuk membangun kepercayaan tersebut? memang untuk e-commerce tingkat lanjut anda membutuhkan teknologi yang relatif canggih untuk membangun kepercayaan tersebut, adakah sesuatu yang sederhana untuk membangun kepercayaan tersebut?

Pengalaman menunjukan bahwa partisipasi aktif dalam kegiatan diskusi, dialog & komunikasi dua arah adalah cara yang paling sederhana untuk membangun kepercayaan “trust” yang dibutuhkan dalam e-commerce tersebut. Diskusi & komunikasi sangat mudah dan murah dilakukan menggunakan e-mail di Internet. Ikut aktif dalam mailing list di Internet, misal-nya e-commerce@itb.ac.id, mastel-e-commerce@egroups.com, warta-e-commerce@egroups.com, dan masih banyak lagi mailing list di Internet yang memungkinkan anda untuk berpartisipasi dan berdiskusi.

Start dengan membaca dulu cara rekan-rekan berdiskusi di mailing list yang bisa dilanjutkan dengan proses bertanya jika ada yang tidak di mengerti. Dengan semakin majunya pengetahuan yang kita miliki coba menjawab pertanyaan-pertanyaan dari rekan di mailing list. Pada tingkatan menjawab pertanyaan ini, kita sebetulnya sudah pada posisi produsen pengetahuan, diperlukan ketekunan mencari & membaca berbagai pengetahuan sebelum kita dapat menjawab dengan baik dan tepat. Untuk dapat menjawab pertanyaan dengan baik dan tepat sebaiknya dari awal kita harus sudah membiasakan diri untuk menstrukturkan filling pengetahuan yang diperoleh dari Internet tersebut dalam folder-folder di komputer yang kita gunakan supaya mudah mencari berbagai pengetahuan tersebut. Filling system di PC akan sangat membantu dalam mencari pengetahuan dikemudian hari. Istilah keren-nya barangkali knowledge management.

Langkah selanjutnya dapat berkembang pada pembangunan Frequenty Asked Questions (FAQ) dari berbagai pertanyaan yang muncul di mailing list. Jika kita cukup berbaik hati, alangkah baiknya jika ilmu pengetahuan yang sudah kita strukturkan dalam bentuk filling system / knowledge management tersebut bisa di masukan ke Web pribadi di Internet. Pada tingkatan ini, secara otomatis trust dari masyarakat kepada anda akan tumbuh – masyarakat akan memandang anda sebagai “pakar”. Masyarakat akan sangat melihat komitmen yang anda lakukan dalam bidang yang anda sukai.

Tentunya semua tidak akan selesai hanya sekedar join mailing list, menjawab pertanyaan di mailing lsit, membuat FAQ, mempublikasi Web. Pada tingkatan ini maka secara langsung transaksi-transaksi “dagang” & reward akan terjadi dengan sendiri-nya karena masyarakat percaya akan keahlian anda & juga percaya akan komitmen yang diberikan. Tentunya transaksi “dagang” tersebut tidak harus berupa e-commerce yang kita kenal, sering kali hanya berupa pemesanan melalui e-mail.

Yang paling berat adalah jika anda mulai melakukan manouver-manouver untuk mengarahkan masyarakat ke sebuah tujuan tertentu. Menjadi moderator mailing list, mengarahkan komunitas yang ada untuk bergerak secara bersama-sama. Kata sederhananya memimpin masyarakat / komunitas. Tingkat ini membutuhkan komitmen yang lebih tinggi lagi.

Pengalaman menunjukan bahwa rizki sudah di atur dari atas sana. Menjawab pertanyaan di mailing list, membuat FAQ, membuat Web, memasukan tulisan ke detik.com, astaga.com, infokomputer.com yang semua bisa diakses secara gratisan (public domain) tampaknya sia-sia – tampaknya Allah itu maha adil & tidak pernah salah menghitung. Semakian banyak orang yang di untungkan oleh kita, semakin effisien amal & ibadah dilakukan maka hal yang sebanding akan diperoleh dari sisi rizki. E-commerce dll hanyalah perantara dari rizki yang akan diperoleh.

"Onno W. Purbo"

Selengkapnya »»

Model Usaha SOHO di Internet

Di sela-sela gegap gempita-nya usaha di Internet yang kaya teknologi informasi, ada e-commerce, marketplace, marketspace, e-bisnis, vertical network, horizontal market, yang di dukung banyak teknologi, ada wireless LAN, certificate authority (CA), registratation authority (RA), public key infrastructure (PKI), XML, HTML, HTTP, POP, SMTP, SMB, SSL, SET, RC4, DES, RSA … apakah demikian sulitnya untuk berkiprah dalam dunia usaha di Internet?

Mungkinkah seorang dapat berkiprah di Internet dengan modal niat baik? Kemauan yang kuat? Kemampuan untuk bekerja keras? Hubungan silaturahmi? Hubungan baik dengan teman? Kepercayaan (trust)? Rasanya untuk berkiprah di dunia nyata tidak banyak modal yang dibutuhkan, bahkan beberapa orang dengan bermodal dengkul-pun mampu untuk sukses di dunia nyata … mungkinkah pola dunia nyata yang sederhana dapat diterapkan di dunia maya?


Small Office Home Office yang lebih dikenal sebagai SOHO barangkali menarik untuk di amati. SOHO adalah seseorang yang bekerja di rumah, tanpa perlu pergi ke kantor. Dalam bahasa sederhananya, rumah-nya ya kantor-nya. Rasanya hanya seniman / entertainer yang pada hari ini di Indonesia yang kebanyakan bekerja sendiri, kebanyakan jenis usaha profesional lainnya masih bergantung pada struktur perkantoran / badan supaya terasa lebih legitimate. Kebetulan model usaha SOHO saya jalani sendiri sebagai bekas pegawai negeri sipil (PNS) dan bekas dosen ITB yang sudah tidak mengajar dimana-mana & praktis tidak bekerja dimana-mana.

Dalam dunia Internet kita cukup beruntung, informasi bergerak dengan terlalu cepat. Konsekuensinya cukup menarik, birokrasi & struktur yang biasanya menjenjang informasi menjadi runtuh. Substansi informasi menjadi lebih penting daripada penampilan secara fisik. Kepemilikan kantor yang mewah, mobil dinas mewah menjadi tidak relevan untuk menjerat klien / mitra di dunia maya. Jenjang & derajat kepangkatan menjadi tidak relevan, manusia sejajar sama satu sama lain – memang masing-masing memiliki kelebihan & kekurangannya masing-masing. Networking yang win-win antar mitra menjadi dominan. Kemampuan intelegensia substantif menjadi salah satu kunci utama kesuksesan usaha di dunia maya.

Tentunya tidak hanya intelegensia saja yang penting untuk sukses, pada akhirnya kelanggengan usaha kita di pertaruhkan. Seperti hal-nya dunia nyata kelanggengan usaha hanya mungkin terjadi jika ada kepercayaan (trust) dari mitra / partner / klien / pelanggan kita. Di dunia nyata trust sering di asosiasikan dengan bonafiditas, kemewahan dsb. Dalam dunia maya / SOHO, trust lebih banyak dibangun oleh profesionalisme, tepat waktu, tidak mengingkari janji yang lebih intangible sifatnya. Masuk akal memang, siapa yang bisa melihat penampilan kita sehari-hari di dunia maya? Oleh karenanya jangan kaget kalau melihat karakteristik pelaku Internet yang rata-rata santai & terkesan informal, karena memang sehari-harinya bukan penampilan fisik yang memberi mereka nilai tambah yang besar.

Seni lain-nya yang perlu kita kembangkan adalah teknik memperluas tali silaturahmi dan pertemanan. Pada akhirnya pekerjaan lebih banyak diperoleh karena hubungan teman, hubungan baik dengan mitra. Pada akhirnya, manusia akan mencari orang yang paling dapat dia percaya untuk menjalankan apa yang mereka inginkan. Adalah wajar jika seseorang tidak mau menyia-nyiakan uangnya dan merugikan diri sendiri, kecuali kalau KKN dibudayakan. Proses pembangunan kepercayaan ini secara sederhana dilakukan melalui silaturahmi dengan teman, mitra, partner tersebut. Kita beruntung dengan adanya internet, proses silaturahmi dapat dilakukan secara virtual tanpa perlu hadir secara fisik. Jadi sebetulnya tidak perlu kita “soan” secara fisik ke mitra / partner.

Biaya silaturahmi ini tidak mahal, bayangkan saja saya yang setiap harinya menerima sekitar 600-an e-mail setiap hari membutuhkan biaya hanya Rp. 40.000 / bulan untuk ISP & Rp. 250.000 / bulan untuk Telkom (kecuali nanti sesudah April dimana pulsa naik 40%). Tentunya biaya ini sebetulnya dapat ditekan menjadi Rp. 5000-20.000 / bulan / orang jika dilakukan di WARNET / di sekolah / di kampus.

Bentuk silaturahmi substantif yang menjadi standar di kalangan netters adalah melalui mailing list di Internet. Mailing list secara sederhana merupakan tempat diskusi menggunakan fasilitas e-mail di Internet, kebanyakan dilakukan menggunakan servis yang diberikan oleh yahoogroups.com. Ada banyak sekali tempat diskusi yang di setup di yahoogroups.com kita dapat memilihnya tergantung topik yang kita sukai. Mulailah dari silaturahmi di mailing list Internet, tali pertemanan secara perlahan di bangun. Saya pribadi aktif di mailing list sejak tahun 1986-an.

Berbasis pada rasa kepercayaan (trust) yang dibangun dari diskusi secara profesional setiap hari di mailing list, maka jangan kaget kalau suatu hari nanti ada orang-orang yang datang & menawarkan pekerjaan-pekerjaan kepada anda. Semua terjadi tanpa perlu kita sulit-sulit mencari / melamar pekerjaan. Keaktifan dalam berbagai diskusi di mailing list Internet, kepercayaan (trust) & tali persahabatan akan di bangun secara perlahan yang pada akhirnya akan mendukung pola kerja SOHO (di rumah). Tentunya kita harus memilih mailing list yang baik untuk ini semua, jangan memilih mailing list yang secara substansial tidak baik.

Menarik untuk disimak bahwa semua ini dilakukan dengan modal minimal berupa niat dan akses ke WARNET. Dalam bentuk finansial membutuhkan Rp. 5000-300.000 / bulan tergantung cara / teknik kita mengakses Internet. Jika kita cukup pandai, sebetulnya semua proses dapat gratis bahkan memperoleh keuntungan finansial pada saat proses terjadi. Hal ini yang terjadi pada sebagian mahasiswa ITB yang menjadi anak didik saya dulu.
"Onno w. Purbo"

Selengkapnya »»

Model Usaha di Internet bagi si Naif

Di sela-sela gegap gempita-nya usaha di Internet yang kaya teknologi informasi, ada e-commerce, marketplace, marketspace, e-bisnis, vertical network, horizontal market, yang di dukung banyak teknologi, ada wireless LAN, certificate authority (CA), registratation authority (RA), public key infrastructure (PKI), XML, HTML, HTTP, POP, SMTP, SMB, SSL, SET … apakah demikian sulitnya untuk berkiprah dalam dunia usaha di Internet?


Mungkinkah seorang Naif dapat berkiprah di Internet dengan modal niat baik? Kemauan yang kuat? Kemampuan untuk bekerja keras? Hubungan silaturahmi? Hubungan baik dengan teman? Kepercayaan (trust)? Rasanya untuk berkiprah di dunia nyata tidak banyak modal yang dibutuhkan, bahkan beberapa orang dengan bermodal dengkul-pun mampu untuk sukses di dunia nyata … mungkinkah pola dunia nyata yang sederhana dapat diterapkan di dunia maya?

Daripada mengada-ada, biar kita jadikan Onno Naif sebagai objek penderita bahasan kali ini. Naif kebetulan berasal dari keluarga pegawai negeri sipil yang jelas tidak mempunyai banyak uang. Bermodalkan per-teman-an Naif dimasa SMA-nya di tahun 1980-an dapat menikmati mencoba komputer milik teman-teman-nya yang lebih kaya dari sisi finansial. Ilmu komputer, diperoleh Naif dari membaca manual komputer tersebut maupun buku-buku yang ada di toko buku.

Berguru dan terus mencari ilmu dilakukan tanpa mengenal lelah, para senior amatir radio yang kebetulan sedang hobby menyambungkan komputer ke radio untuk komunikasi data (yang kemudian hari kita kenal sebagai Internet). Radio yang digunakan dibangun sendiri dari tabung radio bekas.

Berlanjut ke perguruan tinggi, bermodalkan niat mulailah belajar sendiri komputer praktis, kebetulan di tahun tersebut tahun 1980-an awal komputer masih barang langka & kebanyakan dosen tidak punya komputer sendiri. Yah kira-kira mirip lah dengan kondisi Internet saat ini yang menjadi barang langka di kalangan dosen perguruan tinggi tapi menjadi minat besar bagi banyak mahasiswa. Mulailah waktu itu di tingkat tiga, Naif bersama teman-teman-nya belajar bersama seminggu sekali tentang komputer, masing-masing menceritakan apa yang dipelajarinya masing-masing. Akhirnya dimasa mahasiswanya kelompok komputer ini beberapa kali mendapat proyek pekerjaan. Lumayanlah semasa mahasiswa-nya Naif sudah bisa membeli sendiri PC/XT dari hasil tabungan bekerja dengan ilmu yang diperoleh-nya secara gratisan dari membaca manual & membaca buku-buku sendiri.

"Onno W. Purbo"
Selengkapnya »»

Membuat Certificate Authority (CA) Sendiri?

Salah satu kunci strategis dalam pembangunan e-commerce adalah keberadaan certificate authority (CA) & registration authority (RA). Keberadaan CA, RA & Public Key Infrastructure (PKI) akan menjadi kunci dalam menjaga kepercayaan (trust) dalam transaksi e-commerce yang semua serba otomatis. Tentunya bagi e-commerce yang sangat sederhana yang mengandalkan kepercayaan antar orang yang di bangun dengan cara silaturahmi, maka kemampuan untuk membangun CA & RA sendiri menjadi tidak diperlukan sama sekali.


CA & RA tidak hanya bisa digunakan di e-commerce, tapi juga dapat digunakan dalam proses authentikasi dalam proses-proses usaha internal perusahaan / institusi anda. Misalnya anda sebuah lembaga pendidikan keberdaan CA & RA ini dapat digunakan untuk identifikasi mahasiswa persis seperti kartu mahasiswa yang bisa digunakan untuk meminjam buku, maupun kartu akses ke resource yang ada di lembaga pendidikan tersebut jika di masukan ke dalam smartcard. Tentunya ide yang sama bisa dikembangkan untuk berbagai aplikasi di berbagai dunia usaha, bahkan kalau agak nekad sebetulnya teknologi CA & RA bisa saja digunakan sebagai pengganti passport kita keluar negeri yang nantinya berbentuk smartcard.

Kunci utamanya barangkali terletak pada teknologi pendukung Certificate Authority & Registration Authority tersebut. Pada kesempatan ini saya akan mencoba membuka wawasan para pembaca tentang keberadaan teknologi Ceritificate Authority (CA) & Registration Authority (RA) yang sifatnya bebas menggunakan Apache-style licence yang artinya dapat secara bebas / gratis di ambil & digunakan untuk kebutuhan komersial maupun non-komersial. Adapun perangkat yang saya maksud adalah OpenCA http://www.openca.org yang masuk dalam kategori masyarakat Open Source seperti Linux.

Beberapa fasilitas utama yang tersedia pada OpenCA tersebut antara lain adalah:

• Certification Authority (CA) saat ini dapat mengimport Requests, membuat daftar permohonan certificate, export certificate, archivie requests, melihat arsip requests, delete requests, issue certificates, verify RA operator identity, export CRL;

• Registration Authorities (RA) Server dapat membuat daftar permohonan yang pending/deleted/archivied, approve requests, export requests ke removable media, import new certs dari removable media, import CRLs;

Misi proyek OpenCA adalah sebuah usaha kerjasama untuk membangun struktur interface berkaitan dengan masalah keamanan & administrative untuk managemen operasi digital sertifikat X.509, seperti, admission, verify, revocation, suspension dll. Oleh karena itu proyek tsb akan meliputi berbagai aspek dari solusi administrative untuk mengatur sertifikat digital dan akan menggunakan banyak perangkat lunak yang telah tersedia di antara komunitas Open Source. Dua tugas utama yang di emban oleh proyek OpenCA tersebut adalah:

• Mempelajari & memperbaiki skema keamanan yang akan menggaransi model terbaik yang akan digunakan di CA.
• Membangun perangkat lunak yang memudahkan setup & manajemen sebuah CA.

Proyek OpenCA di lakukan oleh sukarelawan di beberapa penjuru dunia yang menggunakan Internet untuk berkomunikasi, merencanakan, dan mengembangkan OpenCA toolkit beserta dokumentasinya. Karena OpenCA bukan merupakan sebuah perangkat lunak saja tapi merupakan juga gabungan beberapa perangkat lunak yang sudah ada lebih dulu maka penurunan dan lisensi OpenCA tergantung pada banyak perangkat lunak yang tersedia di komunitas Open Source. Tentunya prasyarat untuk menggunakan setiap perangkat pendukung tersebut harus dihargai jika anda mengunakan OpenCA. OpenCA toolkit-nya sendiri kebetulan dibuat dari awal oleh team OpenCA dan lisensi yang digunakan adalah Apache-style yang berarti dapat secara cuma-cuma diambil dan dugunakan untuk keperluan komersial maupun non-komersial.

Tim into dari proyek OpenCA pada dasarnya sukarelawan. Tidak ada spesifikasi / prasyarat yang khusus sebagai sukarelawan kecuali keinginan yang sangat kuat untuk berkontribusi pada saat bergabung dengan proyek OpenCA tersebut dan paling tidak pengetahuan yang minimal tentang standar kriptografi yang saat ini digunakan. Proyek OpenCA di atur oleh tim inti pengembangan OpenCA yang terdiri dari programmer / developer yang aktif dan kontributor utama-nya. Setiap orang yang berminat untuk bergabung dalam tim OpenCA dapat bergabung pada mailing list debeloper yang tersedia di Internet pada http://www.openca.org/docs/mlists.shtml. Adapun mailing list yang di rancang untuk mendukung pengguna OpenCA adalah:

openca-users@openca.org
openca-bugs@openca.org
openca-announce@openca.org
openca-devel@openca.org

Semuanya di atur dalam URL http://www.openca.org/docs/support.shtml. Manajemen mailing list dilakukan oleh listmaster@openca.org. Tim inti proyek OpenCA saat ini adalah:

Individual OpenCA Email Main Target
Massimiliano Pala madwolf@openca.org Core Developer & Project Manager
Giovanni Faglioni giova@openca.org Project Manager & Core Developer
Sergio Duretti duretti@comune.mo.it Project Contacts Manager
Miguel Armas kuko@openca.org Core Developer
Victor R. Ruiz rvr@openca.org Core Developer
Simos Xenitellis simos@openca.org Docs Developer

Perangkat lunak OpenCA & pendukungnya dapat di ambil dari pusat situs FTP mereka di ftp://ftp.openca.org/. Adapun mirror resmi OpenCA ada di beberapa negara seperti di:

Jepang ftp://ftp.dti.ad.jp/pub/net/OpenCA
Swis ftp://sunsite.cnlab-switch.ch/mirror/OpenCA
Jerman ftp://ftp.pca.dfn.de/pub/pca/tools/openca/

Paket perangkat lunak OpenCA yang terbaru adalah OpenCA-0.2.0-4.tar.gz yang di release pada tanggal 7 Juli 2000 versi yang terbaru adalah 0.2.0 patch 4. Pada paket perangkat lunak OpenCA yang sama beberapa modul tambahan seperti modul perl, patch OpenSSL dll belum di tambahkan dan dapat di ambil melalui FTP. Adapun modul-modul tambahan tersebut adalah:

Paket Versi Terakhir
OpenCA-X509-0.8.42.tar.gz 0.8.42
OpenCA-Tools-0.3.01.tar.gz 0.3.01
OpenCA-TRIStateCGI-1.2.35.tar.gz 1.2.35
OpenCA-SV-0.5.98.tar.gz 0.5.98
OpenCA-REQ-0.4.29.tar.gz 0.4.29
OpenCA-PKCS7-0.1.24.tar.gz 0.1.24
OpenCA-OpenSSL-0.5.58.tar.gz 0.5.58
OpenCA-DB-0.5.87.tar.gz 0.5.87
OpenCA-Configuration-1.3.14.tar.gz 1.3.14
OpenCA-CRR-0.0.2.tar.gz 0.0.2
OpenCA-CRL-0.5.36.tar.gz 0.5.36
Net-LDAPapi-1.42.tar.gz 1.42

Tentunya bagi anda yang ingin langsung mencoba OpenCA dapat langsung mencoba snapshot-nya yang dibuat secara otomatis dari perangkat lunak versi development. Adapun snapshot terakhir dari pada bulan Agustus 2000 adalah: OpenCA-SNAP-20000718.tar.gz tertanggal 18 Juli 2000.

Jika anda ingin mencoba merasakan penggunaan OpenCA dapat masuk ke bagian certificate services pada http://www.openca.org. Selamat mencoba.

"Onno W. Purbo"
Selengkapnya »»

Pola Pemberdayaan Usaha Kecil Menengah

Usaha Kecil Menengah (UKM) barangkali merupakan salah satu andalan utama bagi ketahanan ekonomi sebuah negara. Terbukti di masa krisis dengan bertumbangan banyak usaha konglomerasi yang dililit hutang luar negeri, usaha kecil menengah terutama yang berorientasi eksport justru meraup keuntungan yang luar biasa. Sebagian lagi survive dengan berbagai cara karena kecilnya investasi & modal yang berputar.

Pemberdayaan usaha kecil menengah ini mungkin akan menjadi kunci utama supaya kemungkinan survive negeri ini menjadi lebih tinggi. Bahkan bukan mustahil memberdayakan para jebolan pegawai negeri yang departemennya di likuidasi untuk menjadi usahawan kecil & menengah. Dengan Internet sebetulnya proses pemberdayaan tersebut menjadi sangat menakjubkan, dengan biaya yang kecil (sedikit) proses pemberdayaan UKM dapat dilakukan untuk banyak usahawan.


Contoh pola pemberdayaan UKM yang saya lihat menarik dilakukan oleh pemerintah Amerika Serikat di Departemen Small Businesss Administration pada situs Web http://www.sba.gov/.

Departemen Small Bisnis Administation kira-kira sama dengan Departemen Koperasi dan Usaha Kecil & Menengah yang ada di Indonesia. Hanya saja tampaknya agak berbeda jauh dari sisi strategi & keseriusan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan yang dilakukan oleh Depkop. Jika kita nanti memperhatikan dengan seksama pola yang digunakan oleh Amerika Serikat tidaklah mengherankan jika usaha kecil mereka menjadi maju, karena betul-betul di berdayakan oleh pemerintahnya.



Tampak pada gambar adalah tampilan situs Web http://www.sba.gov/. Jika anda melakukan surfing ke dalam situs tersebut, saya berani menjadi bahwa anda akan terkagum-kagum oleh demikian niatnya SBA di US ini memberdayakan UKM-nya. Pola pemberdayaan sangat kental sekali, fungsi regulator betul-betul terasa untuk melindungi si UKM. Di antara sekian banyak fasilitas yang ada – ada beberapa fasilitas utama yang saya pikir akan sangat menarik jika di sediakan untuk UKM kita di Indonesia.



Perpustakaan barangkali yang bagian yang menarik di SBA. Di Perpustakaan di sediakan dalam bentuk softcopy berbagai jawaban dari pertanyaan-pertanyaan (Frequently Asked Questions – FAQ), berbagai formulir yang dibutuhkan oleh para pengusaha, berbagai peraturan & perundangan yang berkaitan bagi UKM, berbagai catatan, berbagai statistik yang berkaitan dengan usaha yang mungkin dibutuhkan bagi sebuah UKM untuk berkembang.

Bagian starting merupakan bagian yang akan sangat menarik bagi sebagian besar UKM pemula, template bisnis plan yang lengkap sekali bagi sebuah UKM sampai detail perhitungan maupun proposal lengkapnya sehingga sebuah UKM dapat melakukan perhitungan di awal tentang kemungkin survive-nya ke depan. Bahkan berbagai perangkat lunak yang dibutuhkan untuk misalnya accounting, dll dll tersedia secara cuma-cuma untuk di download dari situs SBA ini agar sebuah UKM dapat dengan mudah menjalankan usahanya.

Bagi UKM yang membutuhkan financing / pendanaan juga di sediakan berbagai informasi yang dibutuhkan untuk pendanaan tersebut secara terbuka. Berbagai persyaratan yang perlu disiapkan di jelaskan.

Transparansi yang sangat terbuka dari segala hal tampak sekali dilakukan oleh SBA di US. Kunci utama-nya sebetulnya kebiasaan untuk menyebarkan segala informasi yang ada secara terbuka ke masyarakat. Semoga saja pemerintah Indonesia dapat melakukan transparansi yang dibutuhkan bagi UKM di Indonesia. Alangkah indahnya hidup kita di Indonesia jika transparansi informasi dapat dilakukan sehingga tidak ada lagi bisnis spekulasi di Indonesia.

"Onno W. Purbo"
Selengkapnya »»

Dari Media online menuju Knowledge Commerce

Strata data, informasi, pengetahuan dan kebijakan bagian dari strata kerangka dunia informasi. Nilai ekonomis ada di strata informasi dan pengetahuan.Strata kebijakan sangat mempengaruhi nilai strata dibawahnya tapi tidak bijak jika diperjual belikan. Transaksi ekonomi informasi kadang dibarengi transaksi uang dan barang telah dikenal sebagai media online maupun e-commerce yang mulai marak.

Lebih bebasnya kontrol kualitas & isu keamanan menyebabkan perdagangan informasi seperti media online lebih marak dari e-commerce. Media online detik.com, astaga!com, satunet merebak. Tambah semarak lagi percaturan dengan adanya pers kampus seperti kampusonline@egroups.com & angkringan@egroups.com.Tentu tak terlupakan rekan-rekan AJI yang menambah marak independensi pemberitaan.


Tentunya disini kita masih bicara data, fakta & informasi yang di akui sebagai komoditi yang sangat panas (bahkan mungkin paling panas) jika kita melihat maraknya media online. Media online telah diletakan pada rangking teratas di berbagai cache server di jaringan internet di kampus.Hit rate tinggi akhirnya mendongkrak harga saham media online.

Melihat maraknya transaksi dunia informasi terutama media online, dengan logika sederhana, harusnya ada strata transaksi yang lebih tinggi daripada sekedar materi, data, fakta dan informasi yaitu strata pengetahuan (knowledge) yang harusnya mempunyai added value yang lebih tinggi.

Belum banyak memang portal “transaksi” pengetahuan (knowledge commerce), bentuk transaksi masih tradisional seperti dilakukan konsultan seperti mckinsey.com, ac.com, forrester.com. Secara akademis formal berbentuk pendidikan jarak jauh yang sekarang masih dilakukan secara konvensional. Platform IT & internet sebetulnya memungkinkan percepatan transaksi informasi & pengetahuan - platform ini harusnya mengubah paradigma proses pemberdayaan pembelajaran pengetahuan yang selama ini di anut. Media online menikmati kesuksesannya dengan hilangnya badan sensor dan DEPPEN, tidak demikian di strata pengetahuan. Badan akreditasi, ijazah masih menjadi momok bahkan tujuan utama. Platform IT & internet memungkinkan disintermediasi badan akreditasi & audit perantara sehingga proses akreditasi & audit akan langsung oleh masyarakat. Evaluasi akreditasi audit pengetahuan seseorang akan dilihat dari kemampuan seseorang secara transparan oleh masyarakat luas dibantu oleh media elektronik, secara sederhana transaksi domain pengetahuan implisit, eksplisit di platform berbasis internet akhirnya akan memungkinkan proses audit masyarakat terhadap performance seseorang dilakukan dengan mudah. Konsep ijazah, akreditasi, ujian negara dipertanyakan - perlukah itu semua dalam platform e-millenium dengan society audit?

Knowledge commerce akan marak pada saat disintermediasi badan akreditasi & audit terjadi dan keberadaan jumlah besar massa orang pandai di platform informasi yang memungkinkan society audit terjadi. Knowledge management akan menjadi portal utama dalam domain knowledge commerce; berbeda dengan portal media online yang kita kenal belakangan ini. Portal knowledge management harus mampu mengolah transaksi pengetahuan implisit antar manusia melalui media interaksi seperti mailing list yang berkonotasi community building, mengolah pengetahuan eksplisit berbentuk dokumen, hasil penelitian, tulisan yang terintegrasi dalam perpustakaan digital, dan yang terakhir pengetahuan yang potensial dalam bentuk hasil analisis terhadap data mentah maupun berbagai informasi yang tersebar.

Mungkinkah knowledge commerce dilakukan? cikal bakal knowledge commerce ada di Indonesia seperti team digital library ITB dipimpin Ismail Fahmi (digilib@itb.ac.id) yang terkait dalam jaringan 20+ perpustakaan. Perangkat lunak knowledge management ITB dilepaskan ke public domain sehingga dapat dicopy & digunakan secara cuma-cuma jika anda mampu, mudah-mudahan dapat mendorong tumbuhnya knowledge commerce di Indonesia. Juga ada inisiatif knowledge management yang didukung oleh Yayasan Litbang Telekomunikasi Indonesia (YLTI).
"Onno W. Purbo"
Selengkapnya »»

Template by:
Free Blog Templates